Contoh Biografi Singkat Diri Sendiri | Orang tua | Siswa | Guru | Tokoh Pahlawan [Lengkap]

Contoh biografi – Pengertian biografi adalah tulisan yang membahas tentang perjalanan hidup seseorang mulai dari lahir hingga keadaan terakhir. Untuk memahami biografi kami akan bahas mulai pengertian biografi, tujuan biografi, ciri-ciri biografi dan kami hadirkan kumpulan contoh biografi tersebut.

Tujuan Biografi
Agar konselor dapat memahami keadaan perserta didik yang berhubungan dengan minat, cita-cita, riwayat penyakit, dan pengalaman hidup selain itu dapat juga untuk mengungkap suatu kisah yang atau keterangan hidup perserta didik yang bersumber dari kisah nyata.
Ciri-ciri Biografi :
1. Biografi memiliki struktur yang terdiri atas : orientasi, peristiwa atau masalah, serta reorientasi.
2. Biografi memuat berdasarkan informasi fakta serta disajikan dalam bentuk narasi.
3. Faktualnya (fakta) berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang diceritakan dalam tokoh biografi tersebut.

Selanjutnya adalah kumpulan contoh biografi diantara lain: Contoh Biografi Diri Sendiri, kedua orangtua ayah dan ibu, biografi guru, siswa, teman, penulis, serta biografi para tokoh pahlawan. Yang  mana bisa anda jadikan bagai referensi dalam membuat biografi atau juga untuk mencari inspirasi dari contoh biografi dibawah ini. Untuk memudahkan anda dalam mencari contoh biografi yang anda butuhkan, silahkan lihat daftar isi dibawa ini:

Contoh Biografi Diri Sendiri

contoh biografi
contoh biografi diri sendiri : Pixabay
Namanya adalah Dewi Anggraeni, Lahir di Tasikmalaya, 30 Desember 1997, ia adalah anak ketiga dari lima bersaudara, buah dari pasangan Kamaruddin dan Siti Zubaidah. Dewi adalah panggilan akrabnya, ia terlahir di keluarga yang sangat sederhana, Ayahnya seorang Guru honorer di sebuah madrasah tsanawiyah, sedangkan Ibunya bekerja sebagai buruh di pabrik sepatu tak jauh dari rumahnya. Sejak kecil dia selalu di nasehati oleh ayahnya untuk selalu rajin beribadah, jujur dan baik terhadap sesama.

Ketika berumur 6 tahun, ia memulai pendidikan di SDN 1 Ciawi, Tasikmalaya, kemudian setelah lulus dia melanjutkan pendidikannya di SMPN 1 Tasikmalaya di tahun 2009. Selepas lulus dari SMP di tahun 2012, dia mengikuti Pamannya tinggal di kota Bandung dan melanjutkan pendidikannya di SMA xx Kota Bandung.

Ketika menginjak kelas X SMA tersebut, dia mengikuti lomba menulis puisi antar sekolah se-Kota Bandung , dan puisinya yang berjudul “ Senja di Barat Cikapundung” menjadi juara ke 3 dalam perlombaan tersebut. Tentu saja ini membuat hatinya senang dan semakin bersemangat dalam menulis, terutama puisi-puisi bertemakan lingkungan. Baginya lingkungan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan karena lingkungan yang bersih dan asri dapat membuat jiwa manusia kuat dan sehat.

Selain itu ia juga aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah, Dewi bergabung dengan organisasi Pramuka dan juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah dinding sekolah.

Saat ini dia masih duduk di kelas XII SMA jurusan Bahasa, setelah lulus nanti gadis berkulit hitam manis ini berencana untuk melanjutkan kuliah di jurusan Sastra Indonesia Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Contoh biografi diri sendiri
sumber: salamadian.com

Contoh Biografi Orang Tua

contoh biografi orang tua
contoh biografi orang tua
Orang Tua adalah sosok yang sangat menginspirasi. Mereka adalah orang pertama yang aku kenal. Ibuku bernama Khoiriyah dan Bapakku bernama Dasuri. Mereka menikah pada tahun 1997 pada tanggal 05 Juni. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai 3 orang putri.

Anak pertama Ulfatun Nisa, dan kedua Nurul Zahrotun Nisa, dan yang terakhir Siti Nur Imamah. Karena mereka orang desa dan kurang berpendidikan, tetapi ilmu agama mereka sangat kuat. Dengan bekal ilmu agama yang di berikan, harapan mereka, anak anaknya bisa menjadi anak yang sholihan semua.

Ibuku adalah seorang petani. Meskipun pekerjaan yang dilakukan ibu sangat berat, dianggap sangat remeh, dan gaji yang didapatkanpun sedikit, tapi ibu tidak pernah mengeluh akan semua itu. Sedangkan Bapak adalah seorang tukang batu. Berangkat pagi pulang sore dengan wajah yang sangat letih.

Tetapi keletihannya selalu saja di sembunyikan dari anak anaknya. Meskipun Ibu dan bapak seharian capek bekerja namun di sore harinya mereka tidak lupa menyempatan waktu dan tenaganya untuk mengajari anak anaknya ngaji.

contoh biografi orangtua sendiri
sumber: moondoggiesmusic.com

Contoh Biografi Ibu

contoh biografi ibu
contoh biografi ibu
Ibu merupakan sosok yang sering dibanggakan dan sangat dihormati oleh anak. Tidak terkecuali ibu dari tiga anak ini yang lahir pada 10 Oktober 1969. Dia yang bernama lengkap Siti Muhibah ini lahir di Purbalingga, 10 Oktober 1969.

Di pendidikan dia memulai dari SD IMPRES Bojong, SMP Negeri 1 Mrebet dan berakhir setelah lulus dari SMA MUHAMMADIYAH BOBOTSARI. Setelah selesai bersekolah dia memutuskan untuk berusaha dari modal yang diberikan orang tuanya. Kini dia tinggal di Desa Mrebet RT 05 RW 02 Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Duapuluh tiga tahun yang lalu dia memutuskan untuk menikah dengan Zaenal Abidin (suaminya sekarang) yang kini mereka memiliki tiga orang anak. Keuletannya menjalankan pekerjaan dagangnya dari warisan orang tua hingga dia bisa menyekolahkan anaknya yang pertama sampai bangku kuliah.

Tidak hanya anak pertamanya namun anak keduanya juga sedang mengenyam bangku SMA (Sekolah Menengah Atas) dan anak ketiganya sedang mengenyam bangku SD (Sekolah Dasar). Hal ini membuktikan bahwa tidak hanya orang-orang tertentu yang bisa bersekolah, namun karena keuletan dia maka anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan tersebut.

Kehidupannya yang sekarang sebagai pedagang dilakukan hanya demi membiayai anak-anaknya bersekolah agar anak-anaknya lebih baik dari dirinya. Apapun akan dia lakukan untuk menyekolahkan anak-anaknya. Meski dia mengakui bahwa yang dilakukannya tidak lain untuk membantu suaminya.

Dalam menjalani kehidupannya, disela-sela waktu luangnya, dia memiliki banyak sekali kegiatan aktif baik di desa maupun kecamatan. Kegiatan-kegiatan yang diikuti diantaranya senagai kader POSIANDU, sebagai ketua pengaian ibu-ibu desa, sebagai bendahara muslim Fatayat desa dan Kecamatan, sebagai bendahara PKK.

Dalam hal yang lain dia juga menjadi pengagas berdirinya kelompok rebana. Meskibanyak sekali kegiatan yang diikuti dan belum ada penghargaan yang didapatnya dia merasa senang dengan apa yang dia jalani. Dia beranggapan waktunya tidak hanya untuk berdagang, namun memiliki kegiatan lain untuk menambah wawasan.

Selain memiliki kegiatan lain diuar rumah dia juga tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu yang wajib membimbing anak-anaknya di rumah. Dia paling menekankan kedisiplinan waktu-waktu shalat, sekolah, mengaji dan sebagainya. Hal ini dilakukannya karena dia menganngap bahwa ilmu dunia itu harus seimbang dengan ilmu akhirat.

Selain membimbingnya di rumah, karena keterbatasannya menguasai pelajaran sekarang diapun tidak kehabisan akal. Salah satunya memasukan anak-anaknya mengikuti les di luar sekolah. Hal ini sangat dianjurkannya karena ingin melihatanak-anaknya sukses.

Meski kegiatannya di rumah sangat banyak setiap minggu sekali dia selalu rajin menasehati anak-anaknya, bai memberi motifasi, memberi saran, kritik dan sebagainya. Kini dia memasuki usia 43 tahun lebih, namun keikutsertaannya di beberapa kelompok sosial masih dijalaninya. Dia beranggapan bahwa dengan mengikuti kelompok-kelompok tersebut dirinya bisa mudah untuk bersosialisasi baik dalam lingkup sempit maupun dalam lingkup luas.

Selain itu, keikutannya di organisasi islam mengakibatkan pribadinya berpegang teguh pada aturan-aturan islam. Maka gagasannya dia mendirikan group rebana dengan menjadikan dirinya dan anggota lain hafal banyak sekali lagu-lagu islam atau shalawat.

Dalam usahanya yang dulu hanya bermodal dari orang tuanya, kini dia dapat memiliki tempat sendiri untuk berusaha dan memberikan sedikit bantuan modal-modal usaha pada orang-orang yang ingin berusaha. Dari usahanya tersebut dia dapat membiayai kehidupan keluarganya dan menyekolahkan ketiga anaknya.

Contoh biografi ibu
Sumber: Umy Amanah

Contoh Biografi Ayah

contoh biografi ayah
contoh biografi ayah
Ayah saya bernama Iyus Rusmana, lahir di Bandung pada tanggal 30 Juni 1963. Beliau adalah anak ke lima dari 8 bersaudara dengan 2 saudara laki-laki dan 5 saudara perempuan. Ayah beliau bernama Hamdan, seorang PNS di lingkungan ABRI bagian keuangan. Ibu beliau bernama E. Jubaedah, seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal di gang Laksana Cicadas, salah satu gang yang ada di kota Bandung.

Saat SD, beliau pergi ke sekolah dengan berjalan kaki menempuh jarak 2 km. Meskipun jauh, beliau tetap menjalaninya dengan suka hati. Beliau sangat suka bermain layang-layang.

Saat SMP, beliau bersekolah di SMPN 14 Bandung dan masuk dengan jalur testing. Beliau mempunyai hobi membuat berbagai kerajinan tangan, seperti mengukir sabuk yang terbuat dari kulit, mengukir kayu untuk gantungan baju, dan sebagainya. Beliau mempunyai cita-cita menjadi seorang insinyur karena terinspirasi oleh sang kakak yang waktu itu kuliah di Jurusan Teknik Sipil. Prestasi beliau cukup memuaskan.

Lulus SMP, beliau melanjutkannya ke SMAN 3 Bandung melalui jalur testing. Tidak mudah untuk masuk ke SMAN 3 Bandung, karena saingan di sana memang sangat banyak. Saat SMA, beliau hobi dalam bidang elektronik dan bermain alat musik. Alat musik yang beliau kuasai adalah gitar. Beliau pernah mengikuti Festival Band antar kelas dan berada di posisi gitaris. Beliau memang tidak aktif dalam kegiatan OSIS ataupun pramuka.

Tahun 1982, beliau melanjutkan pendidikannya ke Institut Teknologi Bandung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil. Beliau sangat senang karena cita-citanya menjadi insinyur bisa terwujudkan. Beliau belajar dengan giat. Setelah 3 tahun kuliah, beliau masuk ke Sub Jurusan Struktur. Di sana diajarkan tentang bagaimana menghitung dan mendesain struktur suatu bangunan. Sebelum lulus, beliau harus melakukan kerja praktek dengan bekerja di kontraktor sebagai pelaksana pembangunan gedung Perusahaan Umum Telekomunikasi di Bandung. Dengan perjalanan yang cukup rumit, akhirnya beliau lulus pada bulan Oktober tahun 1987.

Menjelang akhir masa kuliahnya, beliau berkenalan dengan ibu saya, Rosi Dariati. Beliau kenal dengan ibu saya melalui adik beliau yang merupakan salah satu dari teman ibu saya. Akhirnya mereka berkomitmen untuk menjalin sebuah hubungan.

Setelah lulus kuliah, beliau melamar diberbagai perusahaan, sekitar 5 perusahaan. Akhirnya beliau diterima di PT. Hutama Karya cabang Bandung. Beliau ditugaskan di proyek rehabilitasi saluran irigasi Tarum Barat di Karawang sebagai engineer yang bertugas menghitung biaya proyek. Seminggu sekali beliau pergi ke tempat proyek. Sekitar 5 hari beliau di tempat proyek dan pada akhir minggu pulang ke Bandung. Aktivitas yang melelahkan itu beliau jalani sekitar 1,5 tahun.

Sekitar bulan Juni tahun 1989, beliau selesai dari proyek rehabilitasi saluran irigasi Tarum Barat, beliau diterima di PT. Pupuk Kujang dan menetap di perumahan perusahaan tersebut. Beliau tertarik melamar pekerjaan di perusahaan ini karena sering melewatinya ketika menuju ke tempat proyek di Karawang. Beliau diterima di bagian Biro Rancang Bangun sebagai engineer dengan tugas mendesain struktur bangunan untuk proyek pembangunan Kujang 2.

Pada bulan September tahun 1992, saat beliau masih bekerja di Biro Rancang Bangun, beliau menikah dengan ibu saya, Rosi Dariati di Bandung setelah mereka menjalin hubungan selama 5 tahun. Ibu saya ikut tinggal di Cikampek bersama ayah saya. Lalu, pada tahun 1993, lahirlah kakak saya atau putri pertama ayah dan ibu saya, yang bernama Nursyifa Kamilia.

Tahun 1996, ayah saya pindah ke Dinas Jastek Divisi Konstruksi sebagai kepala bagian yang tugasnya melaksanakan pemeliharaan kawasan, seperti jalan, saluran, pagar dan sebagainya. Setiap minggu diadakan kontrol keadaan kawasan. Selain itu, beliau juga mendapat permintaan perbaikan dari biro terkait. Lalu pada tahun 1997, lahirlah saya, putri kedua beliau yang bernama Nurashila Dhiyani. Beliau hanya mempunyai 2 putri.

Tahun 2003, beliau dipindahkan tugasnya ke proyek pembangunan Kujang 1 B sebagai engineer sipil. Beliau pernah pergi ke Jepang untuk mengikuti engineering desain. Kegiatan di sana adalah merencenakan desain Kujang 1 B dan mendiskusikannya dengan orang-orang Jepang.

Lalu, pada tahun 2004 beliau ditugaskan menjadi Manager Divisi Konstruksi dengan bagian jasa sipil dan alat-alat konstruksi. Kemudian pada tahun 2011, nama Divisi Konstruksi berubah nama menjadi Biro Pelayanan Jasa dengan lingkup pekerjaan jasa sipil dan non sipil. Tugas jasa sipil dan jasa-jasa lainnya (sewa menyewa dan perbaikan peralatan baik) beliau yang mengurusinya. Sampai saat ini, beliau masih bekerja menjadi manager Biro Pelayanan Jasa. Beliau dengan senang hati menerima permintaan perbaikan dari pihak-pihak yang terkait. Beliau sangat tekun dalam menjalankan tugasnya.

Sekarang, beliau tinggal bersama ibu saya dan saya, putri keduanya di Perumahan Pupuk Kujang Cikampek. Kakak saya, putri pertamanya tinggal bersama nenek dan kakek dari ibu di Bandung karena harus kuliah di salah satu perguruan tinggi di sana. Setiap minggu beliau, ibu saya, dan saya berkunjung ke Bandung untuk melepas rindu kepada kakak saya dan sanak saudara lain yang ada di sana. Meskipun sudah jauh dari Bandung, tapi ayah saya tidak pernah melupakan kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya. Beliau rutin mengunjungi kediaman orang tuanya seminggu sekali.

Beliau adalah sosok ayah yang sangat penyabar. Beliau jarang sekali marah. Beliau marah jika anak-anaknya sudah melakukan kesalahan yang fatal.

Beliau mempunyai hobi bermain golf. Golf sering beliau lakukan di akhir minggu. Beliau pernah juara beregu dalam suatu kejuaraan di perusahaannya. Bahkan, beliau pernah mendapatkan hadiah sepeda dari hobinya tersebut. Beliau juga suka menyanyi.

Beliau pintar dalam pelajaran matematika dan itu diturunkan kepada anak-anaknya. Kecerdasan beliau sering memotivasi saya agar bisa menjadi seperti beliau. Selain itu, beliau juga orang yang taat agama. Saya pernah melihat beliau bangun di malam hari dan melakukan solat malam. Itu semakin memotivasi saya agar bisa menjadi lebih baik lagi.

contoh biografi ayah
sumber: http://nurashila-dhiyani.blogspot.com

Contoh Biografi Guru

contoh biografi guru
contoh biografi guru
Pak Rustiyono, M.Pd atau yang biasa disapa Pak Rus merupakan salah satu guru di SMA Plus Negeri 7 Kota Bengkulu. Dia adalah anak dari Maryunah dan Tukina Darsono. Kedua orang tua nya sekarang tinggal di Bengkulu Utara dan ikut dengan adikya. Pak Rus anak pertama dari 3 bersaudara.

Dia merupakan seorang guru yang mengajar Mata Pelajaran Matematika. Pak Rus ini lahir pada tanggal 9 Mei 1969 di Desa Wonogiri, Jawa Tengah. Awalnya sebelum menjadi guru, sewaktu kecil dia pernah bercita-cita sebagai ir. Pertanian tapi sayangnya tuhan berkehendak lain. Hobi Pak Rus ialah olahraga bulu tangkis tetapi sesekali dia juga sering bermain komputer sebagai penghilang penatnya.

Sekarang Pak Rus tinggal di Anggut bawah ratu agung 3 no. 9. Sewaktu kecil Pak Rus pernah bersekolah di SD MI Muhammadiyah Monogiri, Jawa Tengah dengan lulusan tahun 1982. Lalu dia pindah ke Bengkulu Utara melanjutkan SMP di Taman Bakti lulusan tahun 1985.

Selanjutnya dia juga bersekolah di SMA 1 Argamakmur, Bengkulu Utara lulusan tahun 1988. Kemudian dia melanjutkan S1 di UMB dan lulus pada tahun 1991. Di lanjutkan D3 di argamakmur yang selesai pada tahun 1997. terakhir dia menyelesaikan S2 nya di UNIB Bengkulu tahun 2010.

Saat ini Pak Rus sudah memiliki 3 orang anak dari Mararah astuti, yaitu 1 perempuan dan 2 orang laki-laki. Anak yang pertama ialah perempuan. Saat ini dia berusia 19 tahun. Dia juga diterima di IPDN semester 5. Anak keduanya laki-laki. Sekarang dia berusia 17 tahun. Dia bersekolah di SMA 2 Bengkulu. Sedangkan anaknya yang terakhir sekarang berusia 13 tahun dan bersekolah di SMP IT IQRA. Mararah Astuti atau istri Pak Rus bukanlah ibu rumah tangga. Tetapi ia bekerja sebagai PNS Provinsi bagian Staff.

Pak Rus tak begitu memiliki banyak prestasi. Tetapi saat dia SD-SMA dia selalu mendapat rangking dibangku sekolah. Selain itu, dia juga mendapat gelar Wisudawan terbaik saat S2 di UNIB tahun 2010 yang lalu. Sudah banyak pengalaman kerja yang dialaminya. Dari mengajar SMA 1 Kerkap, kemudian SMP 4 tais, SMA 6 Bengkulu dan yang terakhir UT (Universitas Terbuka).

Selain itu, Pak Rus juga pernah mengajar guru seluruh indonesia dari berbagai provinsi. Katanya sih untuk menambah ilmu dan berbagi ilmu kepada mereka. Sejak tahun 2005 tanggal 20 Desember Pak Rus mengajar di SMA Plus Negeri 7 Bengkulu. 11 tahun sudah Pak Rus di SMANJU. Tapi sampai saat ini Pak Rus masih sangat semangat dalam mengajar siswanya

contoh biografi guru
sumber: fatmaagustina30.blogspot.com

Contoh Biografi Siswa

contoh biografi siswa
contoh biografi siswa
Haikal Nur Hazazi, itulah nama dari salah satu siswa berprestasi yang sekarang masih duduk di bangku SMP. Ia lahir di Kalianget, Sumenep, 18 Juli 1999. Ia dikenal sebagai murid yang aktif dan produktif dalam semua mata pelajaran terutama biologi.

Ia dikenal sebagai anak yang cerdas dan banyak meraih prestasi. Bukan hanya di bidang akademik, tetapi di bidang non-akademik pun ia banyak mendapatkan penghargaan atas prestasi yang ia capai. Dengan posisinya yang sekarang, tidak mempengaruhi sifat aslinya.

Ia tetap berlaku sama terhadap teman-teman lainnya, tidak merasa besar kepala. Walaupun perjalanannya dalam mengenyam pendidikan masih panjang, namun dari apa yang sudah ia raih sekarang, dapat membuktikan bahwa dialah calon generasi muda berprestasi yang kelak dapat memimpin bangsa. Semoga dengan prestasi yang ia raih dapat diteladani oleh siswa-siswi lainnya di masa yang akan datang.

Ia dilahirkan di keluarga yang sederhana. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai guru. Ayahnya yang bernama Drs. Moh. Sahid dan ibunya bernama Hanifah S.Pd. Di lingkungan keluarganya, ia sering dipanggil dengan sebutan nama mas Ekang atau mas Hekal.

Haikal memulai pendidikannya di TK Pertiwi Ambunten. Lalu ia melanjutkan sekolahnya ke SDN Ambunten Timur 1. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikannya di kota Sumenep, tepatnya di SMPN 1 Sumenep. Sekolah yang masih ia tempati hingga saat ini. Setelah lulus SMP, ia berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya di luar kota. Yaitu di kota Pamekasan, tepatnya di SMA 3 Pamekasan (merupakan sekolah unggulan yang murid-muridnya memiliki potensi cukup besar untuk masuk ke Universitas Negeri).

Selama dia bersekolah di SD dia selalu mendapat rangking 1 kecuali kelas 3. Dia menjadi bintang di Ambunten. Dia mulai mendapatkan prestasi – prestasi yang membanggakan sejak saat dia duduk di bangku SD sejak kelas 4. Dari kelas 4, 5, dan 6 SD dia masuk tim pembinaan di sekolah. Jadi dia tidak ikut pelajaran dia sekolah karena setiap pagi, sore, dan malam dia dibina oleh pembimbingnya untuk persiapan mengikuti lomba.

Selain prestasi di bidang akademik dia juga mempunyai prestasi di bidang non-akademik. Saat kelas 4 dan 5 SD dia pernah mengikuti lomba pidato se-kabupaten dan mendapatkan juara 4 dan 3. Dia juga pintar dalam bidang agama, buktinya dia pernah mengisi ceramah islami di madrasahnya.

Saat dia mulai masuk di SMPN 1 Sumenep, dia masuk peringkat 30 besar. Dan dia masuk ke kelas 7-6, yang pada saat itu merupakan kelas unggulan satu-satunya di SMPN 1 Sumenep. Semasa SMP, ia mengikuti berbagai perlombaan. Ia mendapatkan Juara 1 dalam lomba OSN bidang Biologi dan Juara 3 Smart Contest yang baru-baru ini ia ikuti.

Sampai saat ini, ia masih mempertahankan prestasinya yang pernah ia raih dulu. Sekarang dia tidak bisa mengikuti lomba lagi karena dia sudah kelas 9. Dia tidak diperbolehkan untuk mengikuti lomba karena takut mengganggu kelancarannya dalam persiapan untuk mengikuti ujian yang sebentar lagi akan diikutinya.

Walaupun ia dalam persiapan mengikuti ujian, namun ia tetap tekun mengerjakan latihan-latihan soal di berbagai tingkatan agar selalu siap dalam mengikuti perlombaan yang akan ia hadapi dimasa yang akan datang. Sikap inilah yang harus kita teladani dari sosok Haikal Nur Hazazi.

contoh biografi siswa berprestasi
sumber: delapan2smpn1sumenep.blogspot.com

Contoh Biografi Teman

contoh biografi teman
contoh biografi teman
Delfian NurFauzan nama lengkapnya biasa dipanggil del atau ian oleh teman-teman se-kelas. Cowok yang satu ini memiliki perawakan yang tinggi dan tubuh berisi tapi ga gendut loo.. . Lahir asli di Kabupaten Malang 15 Februari 1997 si delfian ini katanya punya nama kok unik haha.. , ya nama temen saya yang satu ini emang kayak merek coklat yang terkenal itu Delfi. Namanya di dapat dari gabungan nama ayah dan ibunya, si Ian ini anak ke 2 dari 3 bersaudara.

Sekarang si Ian ini kuliah di Universitas Brawijaya Malang Fakultas Vokasi jurusan Manajemen Informasi Bisnis dan Multimedia sekelas dengan saya. Dan merupakan salah satu anak ngalam sama seperti saya, karena kebanyakan di kelas kami banyak orang luar kota. Namun usut punya usutpun Ian berencana mengikuti SBMPTN kembali tahun ini untuk menggapai cita-citanya lebih tinggi ke jurusan S1 yang menjadi tujuan utamanya tahun kemarin.

Ian ini di besarkan di Indonesia, mengapa begitu ? Karena sejak kecil dia sudah berkeliling hampir ke seluruh bagian pulau di indonesia dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Sejak kecil si Ian ini sudah berkeliling penjuru Indonesia karena sudah tuntutan untuk mengikuti sang ayah yang bekerja sebagai pegawai BUMN yang di pindah tugaskan min 2 tahun sekali ke daerah yang berbeda-beda.

Melalui kebiasaannya berpindah-pindah pulau itulah si Ian ini juga memiliki hobi penjelajah alam, tidak hanya itu saja dari postur tubuhnyapun langsung bisa diketahui kalau si Ian ini juga suka berolahraga yaitu basket dan futsal.

Tak salah kan jika dia mempunyai badan yang tinggi jelas anak basket haha… Dari hobinya inipun sudah menghasilkan juara di vokasi yaitu Vokasi Cup perlombaan futsal ini berhasil di menangkan oleh kelas kami MIBM A dan tentu saja Ian ini merupakan peran penting juga dalam kemenangan ini.

Perannya sebagai pemain belakang yang vital dengan tubuh tinggi berhasil mencegah lawan mencetak gol benar-benar kuat seperti tembok cina haha… Lawanpun sudah takut duluan dan mikir-mikir dulu kalau mau melewati si Ian ini. Selain itu sebagai pemain belakang Ian memiliki tendangan yang keras juga siap untuk merobek jala lawan.

Di kelas Ian ini sebenarnya anaknya agak pendiam,pemalu dan walaupun tubuhnya tinggi besar namun mempunyai suara yang kalem, tapi kalau sudah kenal dekat dia tidak segan-segan lagi untuk mengobrol dan bercanda. Orangnyapun humoris dan lucu enak kalau diajak ngobrol.

Banyak teman-teman kelas kami mengenal Ian ini juga sebagai Anak Keong. Ha ?? anak keong, maksudnya bukan anak keong benera haha… Karena si Ian ini suka sekali nongkrong di cafe atau tempat ngopi lesehan yang namanya Keong ini, tempatnya yaitu di Jalan Bendungan Sigura-gura Malang.

Biasanya Ian suka nongkrong di situ dengan temannya dari vokasi juga yang berasal dari jurusan lain. Tempatnya yang santai dan harga makanan minuman yang murahpun menjadikan tempat ini menjadi tempat favorit tongkrongan Ian.

contoh biografi teman
sumber: davidpramcompanyprofile.wordpress.com

Contoh Biografi Penulis

contoh biografi penulis
contoh biografi penulis
Dewi Lestari ialah satu tokoh Indonesia yang sukses di bidang musik dan juga sastra. Wanita yang lahir di bandung pada tanggal 20 Januari 1976 ini mengawali kisah suksesnya dengan menjadi penulis.

Meluluskan sekolah di SMA Negeri 2 Bandung, Dee sapaan akrabnya kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Parahyangan jurusan Hubungan Internasional. Latar belakang pendidikannya ini membuatnya fasih merangkai kata, yang kemudian mendorongnya menjadi seorang penulis dan juga penyanyi terkenal

Kehidupan Pribadi:

Dee terlahir sebagai anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Yohan Simangunsong dan Turlan br Siagian (alm). Marcell Siahaan merupakan suami pertama Dee. Mereka menikah pada tanggal 12 September 2003. setahun kemudian putra pertama mereka lahir dan diberi nama Keenan Avalokita Kirana. Nama putranya diabadikan Dee sebagai salah satu karakter utama dalam novel terkenalnya yang berjudul Perahu Kertas.

Pernikahan ini hanya bertahan 3 tahun. Mereka bercerai pada pertengahan Juni 2008 karena adanya pihak ketiga. Tidak lama melajang, Dee kemudian menikah lagi 5 bulan setelah perceraiannya, yaitu 11 November 2008 di Sydney. Suami keduanya bernama Reza Gunawan dan dari hasil pernikahannya ini, mereka mempunyai seorang putrid bernama Atisha Prajna Tiara (23 Oktober 2009).

Karir Menulis :

Menulis merupakan hobi Dee. Trilogi Supernova merupakan karyanya yang membuatnya menjadi novelis handal di kancah perbukuan Indonesia. Sebelumnya ia memang belum dikenal masyarakat, padahal sebelum melesat lewat group vocal Rida Sita Dewi, tokoh Indonesia ini sudah menulis sejak SMA.

Ia sering mengeluarkan tulisan yang dimuat di berbagai media masa. Karya cerpennya dimuat pada tahun 1993 yaitu di Jendela Newsletter. Selain itu ada juga di Majalah Mode, serta menjadi juara pertama lomba menulis cerpen di majalah Gadis.

Tahun 2001, era keemasan dalam karir menulisnya mencapai puncak saat ia merilis novel sensasionalnya, Supernova Satu : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh. Novel ini dirilis tanggal 16 Februari 2001. penjualan novelnya menembus angka 12.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan dan mencapai kurang lebih 75.000 eksemplar. Dee yang cerdas menyisipkan banyak sekali istilah sains dalam novelnya padahal novelnya bergenre romance.

Kesuksesan Supernova Satu tidak hanya di Indonesia. Ia menjadi tokoh dunia ketika novelnya diterjemahkan ke dalam bahasa inggris oleh Harry Aveling seorang penulis dan penerjemah asal Australia. Selain itu, berkat novel ini pula, Dee menjadi salah satu nominator Katulistiwa Literary Award (KLA), yang merupakan salah satu penghargaan buku terpopuler di Indonesia.

Sekuel kedua Supernova mengulang sukses novel terdahulu. Novel berjudul Akar ini rilis pada tanggal 16 Oktober 2002 Walaupun ada sedikit insiden karena pemasangan simbul suci agama Hindu dalam cover bukunya, namun setelah permasalahan ini selesai, Dee melanjutkan Supernova ke sekuel selanjutnya. Novel ini juga menjadikan Dee sebagai salah satu nominasi Katulistiwa Literary Award (KLA) tahun 2003.

Tiga tahun kemudian, sekuel terakhir Supernova terbit. Novel dengan judul Petir ini mengikuti sukses dua sekuel terdahulu. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Hanya saja, ia memasukkan 4 tokoh baru dalam PETIR. Salah satunya adalah Elektra, tokoh sentral yang ada di novel tersebut.

Karya Dee yang merupakan salah satu inovasi di dunia perbukuan Indonesia adalah paduan fiksi dan musik dalam buku sekaligus album RECTOVERSO. Buku ini terbit pada Agustus 2008. ini adalah mahakarya unik dan pertama di Indonesia. “Rectoverso” merupakan hibrida dari fiksi dan musik, terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama.

Keduanya saling melengkapi bagaikan dua imaji yang seolah berdiri sendiri tapi sesungguhnya merupakan satu kesatuan. Inilah cermin dari dua dunia Dewi Lestari yang ia ekspresikan dalam napas kreatifitas tunggal bertajuk “Rectoverso”. Dengar fiksinya. Baca musiknya. Lengkapi penghayatan anda dan temukanlah sebuah pengalaman baru.

Cerpen yang paling terkenal dari buku ini adalah Malaikat Juga Tahu yang mengisahkan cinta seorang ibu kepada anaknya yang menderita autisme. Cerpen ini juga disajikan dalam sebuah lagu, dengan kisah dan judul yang sama. Salah satu model video klipnya yang menggugah adalah Lukman Sardi yang juga menjadi pemeran utama dalam Film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Novel yang lebih sensasional karya Dee dan juga difilmkan tahun 2012 adalah Perahu Kertas. Novel ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2009. Naskah novel ini sendiri sudah tersebar luas di internet namun tanpa bab terakhir. Namun walaupun begitu, para fans tetap menunggu-nunggu novelnya terbit karena ingin mengetahui bagaimana kisah akhir antara Kugi dan Keenan.

Melalui kiprah kepenulisannnya Dee juga dianugrahi A Playful Mind Award (2003) dan dinobatkan menjadi salah satu Generasi Biang Extra Joss (2004). Dee terlebih dahulu dikenal sebagai penyanyi rekaman dan penulis lagu.

Selain itu, ia juga tercatat sebagai penulis scenario untuk film adaptasi novelnya, Perahu Kertas.

Contoh biografi penulis
sumber:bookwormsproblem.wordpress.com

Contoh Biografi Bahasa Sunda

contoh biografi bahasa sunda
contoh biografi bahasa sunda
Salah sahiji budayawan ti Jawa Barat, nénéhna Anis Djati Sunda. Lahirna di Jampang Kulon,Kabupatén Sukabumi, kaping 07 Mei 1939. Landihannana Anis Djohanis. Jenengan istrina Yuyun Yunasah, Jenengan anakna nu pangcikalna Isma Sundamaya, panengahna Wanda Sundahudaya, jeung nu bungsu Wilang Sundakalangan, Jeung Anis gaduh lima incu.

Ngawitan anjeuna di ajar di Sakola Rakyat III, Kebon Jati, Kota Sukabumi tuluy dilajengkeun ka Sekolah Menengah Pertama Tamansiswa,Kota Sukabumi, teras dilajengkeun deui ka Sekolah Menengah Atas Persatuan Guru Republik Indonesia, Kota Sukabumi.

Aktivitas anjeuna semasa hirupna nyaeta janten Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Hanjuang, dina widang seni, budaya daerah dan pariwisata. Penulis Lepas Majalah Sunda. Sekretaris / koordinator Pelatih Organisasi Senam Pernapasan Mahtama Indonesia Cabang Tanjungsari Sukabumi. Mitra Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Anis Djatisunda oge gaduh karya, salahsahijina nyaeta : Kehidupan Masyarakat Kanékés (Baduy), diterbitkeun ku Proyek Penelitian Jeung Pengkajian Kebudayaan Sunda, Departemen Pendidikan jeung Kebudayaan, Bandung 1986.

contoh biografi bahasa sunda
sumber:http://hanyahasya.blogspot.com

Contoh Biografi Albert Einstein

biografi albert einsten
contoh biografi albert einsten
Albert Einstein lahir pada tanggal 14 Maret 1879 dan wafat pada tanggal 18 April 1955 adalah seorang ilmuan fisika teoretis dan juga ilmuan terbesar dalam abat ke-20 dia bannyak mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi.

Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”. Karna teori ralativitasnnya dya menjadi terkenal ke seluruh dunia dan bannyak di kenal dan cukup di kagumi. Di masa tuannyalah ketenarannya melampaui semua ilmuaan dalam sejarah.

Pada tahun 1999, Einstein dinamakan “Orang Abad Ini” oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama “Einstein” digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya “Albert Einstein” didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt.

Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang “kosong” ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya.

Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya).

Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.

Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.

Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.

Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur;j dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.

Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negar Swiss pada 1901.

Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss dalah tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengatahuan fisika.

Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana “menjelaskan dirinya secara benar”. Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan, adalah pendamping pribadi dan kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap.

Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis “Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen” (“On a new determination of molecular dimensions”) dalam tahun 1905 dari Universitas Zürich.

Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel.

Tetapi hanya thesis tentang efek foto elektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum.

Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.

Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke “Annalen der Physik”. Mereka biasanya ditujukan kepada “Annus Mirabilis Papers” (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama “On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid”, mencakup penelitian tentang gerakan Brownian.

Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setlah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial. Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguan, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom benar suatu benda yang nyata.

Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brownian.

Contoh Biografi Albert Einstein
sumber : wikipedia

Contoh Biografi Bung Tomo (Pahlawan)

biografi bung tomo
contoh biografi pahlawan: (biografi bung tomo)
Bung Tomo atau Sutomo dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 3 Oktober 1920 tepatnya di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya.

Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta. Dan sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda.

Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya bernama Subastita, memiliki darah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura.

Ayahnya adalah seorang serba bisa. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer.

Masa Kecil

Sutomo dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ia berbicara dengan terus terang dan penuh semangat. Ia suka bekerja keras untuk memperbaiki keadaan.

Mengenai riwayat pendidikan Bung Tomo, ia pernah bersekolah di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang setara SMP. Namun, pada usia 12 tahun ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO.

Dalam Biografi Bung Tomo, diketahui bahwa Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu.

Belakangan ia menyelesaikan pendidikan sekolah HBS (Hogereburgerschool) lewat korespondensi, namun tidak pernah resmi lulus.

Sutomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Belakangan Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya.

Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sebelum pendudukan Jepang pada 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia.

Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia.

Tokoh Penting Pertempuran Surabaya

Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu Pemimpin yang menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya.

Pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh tentara-tentara NICA. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi.

Meskipun Indonesia kalah dalam Pertempuran 10 November itu, kejadian ini tetap dicatat sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Dalam biografi Bung Tomo diketahui bahwa setelah kemerdekaan Indonesia, Sutomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an, namun ia tidak merasa bahagia dan kemudian menghilang dari panggung politik.

Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya, Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional.

Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata

Padahal, berbagai jabatan kenegaraan penting pernah disandang Bung Tomo. Ia pernah menjabat Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap.

Bung Tomo juga tercatat sebagai anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili Partai Rakyat Indonesia. Namun pada awal 1970-an, ia kembali berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru.

Mengkritik Soeharto

Ia berbicara dengan keras terhadap program-program Suharto sehingga pada 11 April 1978 ia ditahan oleh pemerintah Indonesia yang tampaknya khawatir akan kritik-kritiknya yang keras.

Baru setahun kemudian ia dilepaskan oleh Suharto. Meskipun semangatnya tidak hancur di dalam penjara, Sutomo tampaknya tidak lagi berminat untuk bersikap vokal.

Ia masih tetap berminat terhadap masalah-masalah politik, namun ia tidak pernah mengangkat-angkat peranannya di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Ia sangat dekat dengan keluarga dan anak-anaknya, dan ia berusaha keras agar kelima anaknya berhasil dalam pendidikannya.

Sutomo sangat bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya, namun tidak menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh, ataupun calon pembaharu dalam agama.

Bung Tomo Wafat

Pada 7 Oktober 1981 ia meninggal dunia di Padang Arafah, ketika sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci.

Jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya.bung tomo, pahlawan, biografi

Gelar Pahlawan Nasional

Setelah pemerintah didesak oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fraksi Partai Golkar (FPG) agar memberikan gelar pahlawan kepada Bung Tomo pada 9 November 2007.

contoh biografi pahlawan
sumber: biografiku.com

Contoh Biografi Ir Soekarno (Tokoh Pahlawan)

biografi soekarno
contoh biografi ir soekarno
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.

Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School).

Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi IT.Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila.

Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya.

Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”.

Contoh biografi pahlawan nasional

Contoh Teks Biografi RA Kartini

biografi ra kartini
contoh teks biografi ra kartini
Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh dari suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ibunya bernama M.A. Ngasira.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya adalah Pangeran Ario Tjondronegoro IV, yang diangkat sebagai bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini bernama Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa.

Kartini bersekolah hingga usia 12 tahun di ELS Europese Lagere School). Setelah 12 tahun, beliau harus tinggal dirumah untuk dipingit. Dalam masa pingitan, Kartini kemudian belajar sendiri di rumah. Dengan bekal kemampuannya berbahasa Belanda, Kartini kemudian menjalin hubungan korespondensi dengan teman-teman dari negeri Belanda. Dari hubungan surat-menyurat itulah Kartini banyak tertarik dengan pemikira-pemikiran maju perempuan Eropa. Dari titik inilah semua berawal, dari sebuah pemikiran seorang perempuan muda Kartini, yang kemudian mengubah sejarah Bangsa Indonesia.

Pada tanggal 12 November 1903, Kartini dinikahkan oleh orang tuanya dengan Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang telah memiliki tiga istri.

Sebagai seorang suami, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat sangat mengerti keinginan Kartini. Beliau kemudian mendukung cita-cita Kartini untuk mendirikan Sekolah wanita. Sekolah Wanita pertama yang didirikan adalah Sekolah Wanita di Rembang, tepatnya di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Kartini melahirkah seorang putra bernama R.M. Soesalit yang lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari setelah melahirkan putra pertama sekaligus terakhirnya, Kartini menghembuskan nafas terakhir yaitu pada tanggal 17 September 1904. pada saat meninggal, Kartini berusia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Berkat kegigihan Kartini, kemudian didirikan sekolah wanita oleh yayasan Kartini di Semarang pada tahun 1912 dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh politik etis.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan R.A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

contoh teks biografi RA kartini
sumber:http://pknkita.blogspot.com

Contoh Biografi Ki Hajar Dewantara

biografi ki hajar dewantara
contoh biografi ki hajar dewantara
Ki Hajar Dewantara yang nama kecilnya Raden Mas Suwardi Suryaningrat lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889. Beliau adalah putra kelima dari Soeryaningrat putra dari Paku Alam III. Pada waktu dilahirkan diberi nama Soewardi Soeryaningrat, karena beliau masih keturunan bangsawan maka mendapat gelar Raden Mas (RM) yang kemudian nama lengkapnya menjadi Raden Mas Soewardi Soeryaningrat.[1] Menurut silsilah susunan Bambang Sokawati Dewantara, Ki Hadjar Dewantara masih mempunyai alur keturunan dengan Sunan Kalijaga.[2] Jadi Ki Hadjar Dewantara adalah keturunan bangsawan dan juga keturunan ulama, karena merupakan keturunan dari Sunan Kalijaga.

Pada tanggal 4 November 1907 dilangsungkan “Nikah Gantung” antara R.M. Soewardi Soeryaningrat dengan R.A. Soetartinah. Keduanya adalah cucu dari Sri Paku Alam III. Pada akhir Agustus 1913 beberapa hari sebelum berangkat ke tempat pengasingan di negeri Belanda. Pernikahannya diresmikan secara adat dan sederhana di Puri Suryaningratan Yogyakarta.[3] Jadi Ki Hadjar Dewantara dan Nyi Hadjar Dewantara adalah sama-sama cucu dari Paku Alam III atau satu garis keturunan.

Tanggal 26 April 1959,Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di rumahnya Mujamuju Yogyakarta.[4] Dan pada tanggal 29 April, jenazah Ki Hadjar Dewantara dipindahkan ke pendopo Taman Siswa. Dari pendopo Taman Siswa,kemudian diserahkan kepada Majlis Luhur Taman Siswa.Dari pendopo Taman Siswa,jenazah diberangkatkan ke makam Wijaya Brata Yogyakarta.Dalam upacara pemakaman Ki Hadjar Dewantara dipimpin oleh Panglima Kodam Diponegoro Kolonel Soeharto.

Contoh Biografi Ki Hajar Dewantara
sumber:emhasejarawan.blogspot.com

Contoh Biografi Cut Nyak Din

biografi cut nyak dien
biografi cut nyak dien
Cut Nyak Din adalah pahlawan nasional, sang wanita baja dari tanah serambi Mekkah, tokoh pejuang kemerdekaan yang berkiprah sebelum masa kebangkitan nasional. Namanya begitu populer sehingga sutradara Eros Djaroet pernah mengangkat kisah kehidupan (biografinya) dalam layar lebar. Cut Nyak Din lahir di Lampadang Provinsi Aceh tahun 1850 dan wafat dalam pengasingan di Sumedang Jawa Barat 6 November 1908.

Cut Nyak Din menikah pada usia 12 tahun dengan Teuku Cik Ibrahim Lamnga. Namun pada suatu pertempuran di Gletarum,Juni 1878, sang suami Teuku Ibrahim gugur. Kemudian Cut Nyak Dien bersumpah hanya akan Menerima pinangan dari laki-laki yang bersedia membantu Untuk menuntut balas kematian Teuku Ibrahim.

Cut Nyak Din akhirnya menikah kembali dengan Teuku Umar tahun 1880 juga seorang pejuang Aceh yang sangat disegani Belanda. Sejak menikah dengan Teuku Umar, tekad perjuangan Cut Nyak Din makin besar. Ia berjuang bersama suaminya sejak tahun 1893 hingga Maret 1896. Dalam perjuangannya Teuku Umar berpura-pura bekerjasama dengan Belanda sebagai taktik untuk memperoleh senjata dan perlengkapan perang lainnya.

Sementara itu Cut Nyak Din berjuang melawan Belanda di kampung halaman Teuku Umar. Teuku Umar akhirnya kembali lagi bergabung dengan para pejuang Aceh lainnya setelah berhasil mendapatkan peralatan perang dan taktiknya diketahui Belanda. Tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur dalam pertempuran sengit di Meulaboh, namun Cut Nyak Din teus melawan Belanda dengan cara bergerilya.

Ia tidak pernah mau berdamai dengan Belanda yang disebutnya ”kafir-kafir”. Perjuangannya yang berat dengan bergerilya keluar masuk hutan membuat kondisi pasukan dan kesehatannya mengkhawatikan. Cut Nyak Dien menderita sakit encok dan matanya menjadi rabun. Merasa kasihan dengan kondisi pimpinannya, para pengawal Cut Nyak Dien akhirnya membuat kesepakatan dengan Belanda bahwa Cut Nyak Dien boleh ditangkap dengan catatan diperlakukan secara terhormat danbukan sebagai penjahat perang.

Setelah menjadi tawanan, Cut Nyak Dien masih sering didatangi para simpatisan dan orang-orang syang setia kepadanya. Belanda menjadi curiga sehingga Cut Nyak Dien diasingkan di Sumedang Jawa Barat tanggal 11 Desemeber 1905.

Cut Nyak dien akhirnya wafat di pengasingan. Ia tetap dikenang rakyat Indonesia sebagai pejuang yang berhati baja sekaligus ibu dari rakyat Aceh. Pemerintah RI menganugerahi gelar pahlawan kemerdekaan nasional berdasarkan SK Presiden RI No 106/1964.

contoh biografi Cut Nyak Din

Contoh Biografi Jendral Sudirman

biografi jendral sudirman
contoh biografi jendral sudirman
Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 – meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI.

Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Beliau adalah Pahlawan sejati rela berkorban demi bangsa dan Negara Indonesia, rela mempertaruhkan segalanya demi kemerdekaan Indonesia yang telah kita nikmati kemerdekaan itu sekrang. Semoga segala jasa beliau dan perjuangan beliau dapat kita lanjutkan untuk Indonesia yang lebih baik.

Soedirman dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya, Karsid Kartowirodji, adalah seorang pekerja di Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas, dan ibunya, Siyem, adalan keturunan Wedana Rembang. Soedirman sejak umur 8 bulan diangkat sebagai anak oleh R. Tjokrosoenaryo, seorang asisten Wedana Rembang yang masih merupakan saudara dari Siyem.

Soedirman memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Surakarta tapi tidak sampai tamat. Soedirman saat itu juga giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan. Setelah itu ia menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap.

Ketika jaman pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor di bawah pelatihan tentara Jepang.[1] Setelah menyelesaikan pendidikan di PETA, ia menjadi Komandan Batalyon di Kroya, Jawa Tengah. Kemudian ia menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TKR).

Soedirman dikenal oleh orang-orang di sekitarnya dengan pribadinya yang teguh pada prinsip dan keyakinan, dimana ia selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya, bahkan kesehatannya sendiri. Pribadinya tersebut ditulis dalam sebuah buku oleh Tjokropranolo, pengawal pribadinya semasa gerilya, sebagai seorang yang selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. [2]

Pada masa pendudukan Jepang ini, Soedirman pernah menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Karesidenan Banyumas. Dalam saat ini ia mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan.

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Pasukan Sekutu dan Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Soedirman mendapat prestasi pertamanya sebagai tentara setelah keberhasilannya merebut senjata pasukan Jepang dalam pertempuran di Banyumas, Jawa Tengah. Soedirman mengorganisir batalyon PETA-nya menjadi sebuah resimen yang bermarkas di Banyumas, untuk menjadi pasukan perang Republik Indonesia yang selanjutnya berperan besar dalam perang Revolusi Nasional Indonesia.

Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 12 November 1945, Soedirman terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang RI. Selanjutnya dia mulai menderita penyakit tuberkulosis, walaupun begitu selanjutnya dia tetap terjun langsung dalam beberapa kampanye perang gerilya melawan pasukan NICA Belanda.

Menangnya Pasukan Sekutu atas Jepang dalam Perang Dunia II membawa pasukan Belanda untuk datang kembali ke kepulauan Hindia Belanda (Republik Indonesia sekarang), bekas jajahan mereka yang telah menyatakan untuk merdeka.

Setelah menyerahnya pasukan Jepang, Pasukan Sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang. Ternyata pasukan sekutu datang bersama dengan tentara NICA dari Belanda yang hendak mengambil kembali Indonesia sebagai koloninya. Mengetahui hal tersebut, TKR pun terlibat dalam banyak pertempuran dengan tentara sekutu.

Perang besar pertama yang dipimpin Soedirman adalah perang Palagan Ambarawa melawan pasukan Inggris dan NICA Belanda yang berlangsung dari bulan November sampai Desember 1945. Pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Soedirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa.

Dan pada tanggal 12 Desember 1945, Soedirman melancarkan serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris di Ambarawa. Pertempuran terkenal yang berlangsung selama lima hari tersebut diakhiri dengan mundurnya pasukan Inggris ke Semarang. Perang tersebut berakhir tanggal 16 Desember 1945.

Setelah kemenangan Soedirman dalam Palagan Ambarawa, pada tanggal 18 Desember 1945 dia dilantik sebagai Jenderal oleh Presiden Soekarno. Soedirman memperoleh pangkat Jenderal tersebut tidak melalui sistem Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya, tapi karena prestasinya.

Saat terjadinya Agresi Militer II Belanda, Ibukota Republik Indonesia dipindahkan di Yogyakarta, karena Jakarta sudah diduduki oleh tentara Belanda. Soedirman memimpin pasukannya untuk membela Yogyakarta dari serangan Belanda II tanggal 19 Desember 1948 tersebut.

Dalam perlawanan tersebut, Soedirman sudah dalam keadaan sangat lemah karena penyakit tuberkulosis yang dideritanya sejak lama. Walaupun begitu dia ikut terjun ke medan perang bersama pasukannya dalam keadaan ditandu, memimpin para tentaranya untuk tetap melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda secara gerilya.

Penyakit yang diderita Soedirman saat berada di Yogyakarta semakin parah. Paru-parunya yang berfungsi hanya tinggal satu karena penyakitnya. Yogyakarta pun kemudian dikuasai Belanda, walaupun sempat dikuasai oleh tentara Indonesia setelah Serangan Umum 1 Maret 1949.

Saat itu, Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta dan beberapa anggota kabinet juga ditangkap oleh tentara Belanda. Karena situasi genting tersebut, Soedirman dengan ditandu berangkat bersama pasukannya dan kembali melakukan perang gerilya. Ia berpindah-pindah selama tujuh bulan dari hutan satu ke hutan lain, dan dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah dan dalam kondisi hampir tanpa pengobatan dan perawatan medis.

Walaupun masih ingin memimpin perlawanan tersebut, akhirnya Soedirman pulang dari kampanye gerilya tersebut karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkannya untuk memimpin Angkatan Perang secara langsung. Setelah itu Soedirman hanya menjadi tokoh perencana di balik layar dalam kampanye gerilya melawan Belanda.

Setelah Belanda menyerahkan kepulauan nusantara sebagai Republik Indonesia Serikat dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949 di Den Haag, Jenderal Soedirman kembali ke Jakarta bersama Presiden Soekarno, dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Pada tangal 29 Januari 1950, Jenderal Soedirman meninggal dunia di Magelang, Jawa Tengah karena sakit tuberkulosis parah yang dideritanya. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan. Pada tahun 1997 dia mendapat gelar sebagai Jenderal Besar Anumerta dengan bintang lima, pangkat yang hanya dimiliki oleh beberapa jenderal di RI sampai sekarang.

Pendidikan :

1. Sekolah Guru Muhamadiyah Sola, belum tamat
2. Mengikuti Pendidikan tentara PETA di Bogor

Kegiatan :

1. Menjadi guru Muhamadyah di Cilacap, sebagai anggota Muhamadiyah dan giat dalam organisasi pramuka
2. Pada Zaman Jepang, ia benyak mencurahkan perhatian pada masalah social. Ia mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan
3. Sebagai anggiota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota DPR keresidenan Banyumas
4. Sebagai komandan batalyon di Kroya, yang bersikap tegas dan sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya
5. Setelah Indonesia merdeka, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas
6. Sesudah TKR terbentuk, sebagai Panglima Divisi V/Banyumas. Dan memimpin anggota tantara TKR dalam pertempuran melawan Inggris di Ambarawa
7. Dalam Konfrensi TKR tanggal 12 November 1945, Sudirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR
8. Waktu Belanda melaksakan Agresi Militer II, ia sedang sakit. Tetapi tetap memimpin anak buahnya kurang lebih 7 bulan lamanya bergrilya di hutan-hutan dan gunung-gunung. Pulang dari medan gerilya karena masih sakit, ia tidak dapat memimpin Angkatan Perang secara Langsung, tetapi buah pikirannnya selalu dibutuhkan Pemerintah, terutama dalam menghadapi Konferensi Meja Bundar
Ref :

contoh biografi jendral sudirman
sumber: http://info-biografi.blogspot.com

Contoh Biografi Pangeran Diponegoro

biografi pangeran diponegoro
contoh biografi pangeran diponegoro
Pangeran Diponegoro yaitu salah satu hero nasional keturunan dari Keraton Yogyakarta

Pangeran Diponegoro lahir pada tanggal 11 November di Yogyakarta. Pangeran Diponegoro adalah putra pertama dari Hamengkubuwana III yang pada ketika itu menjabat sebagai Raja ke tiga di Kesultanan

Pangeran Diponegoro, yaitu hero nasional yang juga seorang kiai seorang Ulama. Menurut Syekhina Wamurbbi Ruhina Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan, Pangeran Diponegoro itu selain sebagai tokoh politik juga merupakan Mursyid Thoriqoh yang masyhur.

Sorban Pangeran Diponegoro, merupakan simbolisasi dari seorang Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsabandiyah. Tetapi terkadang kita mengenalnya hanya sebagai hero semata.

Biografi Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro lahir di Yogyakarta, 11 November 1785 meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun.

Diponegoro yaitu putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) berjulukan R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro berjulukan kecil Raden Mas Ontowiryo.

Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Diponegoro menolak impian ayahnya, Sultan Hamengkubuwana III, untuk mengangkatnya menjadi raja. Ia menolak mengingat ibunya bukanlah permaisuri. Diponegoro memiliki 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.

Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga ia lebih suka tinggal di Tegalrejo daerah tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakannya terhadap keraton dimulai semenjak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Diponegoro menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang gres berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danurejo bersama Residen Belanda. Cara perwalian menyerupai itu tidak disetujui Diponegoro.

Perang Diponegoro (1825-1830)

Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama menjajah di Indonesia. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa. Salah faktor berpengaruh yang menghipnotis terjadinya Perang Diponegoro yaitu ketika pihak Belanda memasang patok di tanak milik Diponegoro di desa Tegalrejo.

Setelah kekalahan Belanda dalam Perang Napoleon di Eropa, pemerintah Belanda yang berada dalam kesulitan ekonomi berusaha menutup kekosongan keuangan mereka dengan memberlakukan pajak di wilayah jajahannya, termasuk di Hindia Belanda (Indonesia). Belanda juga melaksanakan monopoli perdagangan untuk memaksimalkan keuntungan. Pajak­ dan praktek monopoli tersebut yang dilakukan oleh Belanda menciptakan rakyat Indonesia menderita.

Tidak hanya itu, untuk memperkuat kekuasaan dan perekonomiannya, Belanda mulai berusaha untuk menguasai kerajaan-­kerajaan di Nusantara, salah satu di antaranya yaitu Kerajaan Yogyakarta. Ketika Sultan Hamengku Buwono IV wafat, kemenakannya, Sultan Hamengku Buwono V yang gres berusia 3 tahun, diangkat sebagai Raja Kesultanan sehingga menciptakan pemerintahan pada waktu itu dipegang oleh Patih Danureja bersama Residen Belanda.

Pangeran Diponegoro memulai pemberontakannya terhadap keraton alasannya yaitu Patih Danuredjo sangat gampang dipengaruhi dan tunduk kepada Belanda. Belanda banyak mengubah susunan tata cara kehidupan di Keraton. Sejak ketika itulah pemberontakan dilakukan oleh Diponegoro alasannya yaitu ia menganggap bahwa Belanda tidak menghargai budbahasa istiadat setempat dan menarik pajak kepada masyarakat setempat untuk kepentingan pihak Belanda.

Perang yang terjadi antara pribumi yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro dengan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jendral De Kock. Perlawanan yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro untuk menentang Belanda menerima santunan dari rakyat. Atas saran dari pamannya, ia menciptakan sebuah markas di Gua Selarong. Semenjak ketika itu, ia mulai menyatakan untuk perang melawan Belanda. Perang Sabil itulah nama perlawanan dari Diponegoro yang memiliki maksud “perlawanan menghadapi kaum kafir”.

Perang Sabil membawa imbas hingga luas hingga ke wilayah Jawa. Salah satu seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Gua Selarong. Perjuangannya menerima santunan dari Sunan Pakubuwana VI dan Raden Tumenggung Prawiradigdaya Bupati Gagatan.

Belanda juga melaksanakan sayembara untuk penangkapan Pangeran Diponegoro, yang dimana siapa yang sanggup menangkap Pangeran Diponegoro akan diberi hadiah oleh Belanda mengingat ketika peperangan yang dimulai pada tahun 1825 hingga 1830 tersebut dia sering berpindah-pindah tempat.

Pada tahun 1827, Belanda melaksanakan penyerangan terhadap Diponegoro dengan memakai sistem benteng sehingga Pasukan Diponegoro terjepit. Pada tahun 1829, Kyai Maja, pemimpin spiritual pemberontakan, ditangkap.

Pada tanggal 28 Maret 1830, ketika Jenderal De Kock menciptakan sebuah negosiasi yang dimana ia meminta supaya pribadi bertemu dengan Pangeran Diponegoro di Magelang, namun dalam negosiasi tersebut Belanda sudah menyiapkan rencana untuk menangkap Diponegoro. Beliau menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggotanya dilepaskan.

Diponegoro mengalami pengasingan selama beberapa kali mulai dari Ungaran, Batavia, Manado, hingga Makassar. Pada tanggal 8 Januari 1855, dia meninggal dunia di Benteng Rotterdam. Selama berlangsungnya peperangan ini Belanda mengalami kerugian dari segi finansial dan pasukan yang gugur ketika berperang

Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, dia memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai budbahasa istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, menerima simpati dan santunan rakyat. Atas saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo, dan menciptakan markas di sebuah goa yang berjulukan Goa Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya yaitu perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir.

Semangat “perang sabil” yang dikobarkan Diponegoro membawa imbas luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong.

Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden.

Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang sanggup menangkap Diponegoro. Sampai karenanya Diponegoro ditangkap pada 1830.

Dalam perjuangannya, Pangeran Diponegoro dibantu oleh Kyai Maja, pemimpin spiritual peperangan, Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya Sentot Alibasya serta putra Pangeran Diponegoro berjulukan Bagus Singlon atau Ki Sodewo. Ki Sodewo melaksanakan peperangan di wilayah Kulon Progo dan Bagelen.

Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama menjajah Nusantara. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa.

Oleh alasannya yaitu itu, kita harus mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena yang memperjuangkan bangsa ini yaitu para ulama, kiai-kiai, dan pejuang muslim yang tak sempat dianugrahi bintang gerilnya.

contoh biografi pangeran diponegoro
sumber:ensiklopediilmupopuler351.blogspot.com

Contoh Biografi Moh Hatta

biografi moh hatta
contoh biografi moh hatta
Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta , lahir dengan nama Mohammad Athar, populer sebagai Bung Hatta; lahir di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi, Sumatera Barat), Hindia Belanda, 12 Agustus 1902 – meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia bersama Soekarno memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Bandar udara internasional Tangerang Banten, Bandar Udara Soekarno-Hatta, menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasa-jasanya. Selain diabadikan di Indonesia, nama Mohammad Hatta juga diabadikan di Belanda yaitu sebagai nama jalan di kawasan perumahan Zuiderpolder, Haarlem dengan nama Mohammed Hattastraat. Pada tahun 1980, ia meninggal dan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta. Bung Hatta ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 melalui Keppres nomor 081/TK/1986/.

Latar Belakang

Mohammad Hatta lahir dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha yang berasal dari Minangkabau. Ayahnya merupakan seorang keturunan ulama tarekat di Batuhampar, dekat Payakumbuh, Sumatera Barat. Sedangkan ibunya berasal dari keluarga pedagang di Bukittinggi. Ia lahir dengan nama Muhammad Athar pada tanggal 12 Agustus 1902. Namanya, Athar berasal dari Bahasa Arab, yang berarti “harum”. Ia merupakan anak kedua, setelah Rafiah yang lahir pada tahun 1900. Sejak kecil, ia telah dididik dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat melaksanakan ajaran agama Islam. Kakeknya dari pihak ayah, Abdurahman Batuhampar dikenal sebagai ulama pendiri Surau Batuhampar, sedikit dari surau yang bertahan pasca-Perang Padri. Sementara itu, ibunya berasal dari keturunan pedagang. Beberapa orang mamaknya adalah pengusaha besar di Jakarta.

Pendidikan dan pergaulan

Mohammad Hatta pertama kali mengenyam pendidikan formal di sekolah swasta. Setelah enam bulan, ia pindah ke sekolah rakyat dan sekelas dengan Rafiah, kakaknya. Namun, pelajarannya berhenti pada pertengahan semester kelas tiga. Ia lalu pindah ke ELS di Padang (kini SMA Negeri 1 Padang) sampai tahun 1913, kemudian melanjutkan ke MULO sampai tahun 1917.

Selain pengetahuan umum, ia telah ditempa ilmu-ilmu agama sejak kecil. Ia pernah belajar agama kepada Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, dan beberapa ulama lainnya. Selain keluarga, perdagangan memengaruhi perhatian Hatta terhadap perekonomian. Di Padang, ia mengenal pedagang-pedagang yang masuk anggota Serikat Usaha dan juga aktif dalam Jong Sumatranen Bond sebagai bendahara. Kegiatannya ini tetap dilanjutkannya ketika ia bersekolah di Prins Hendrik School. Mohammad Hatta tetap menjadi bendahara di Jakarta.

Keluarga

Pada 18 November 1945, Hatta menikah dengan Rahmi Hatta dan tiga hari setelah menikah, mereka bertempat tinggal di Yogyakarta.

Kemudian, dikarunai 3 anak perempuan yang bernama Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta.

Pergerakan politik ia mulai sewaktu bersekolah di Belanda dari 1921-1932. Ia bersekolah di Handels Hogeschool (kelak sekolah ini disebut Economische Hogeschool, sekarang menjadi Universitas Erasmus Rotterdam), selama bersekolah di sana, ia masuk organisasi sosial Indische Vereniging yang kemudian menjadi organisasi politik dengan adanya pengaruh Ki Hadjar Dewantara, Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker. Pada tahun 1923, Hatta menjadi bendahara dan mengasuh majalah Hindia Putera yang berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. Pada tahun 1924, organisasi ini berubah nama menjadi Indische Vereniging (Perhimpunan Indonesia; PI).

1932-1941: Pengasingan

Sekembalinya ia dari Belanda, ia ditawarkan masuk kalangan Sosialis Merdeka (Onafhankelijke Socialistische Partij, OSP) untuk menjadi anggota parlemen Belanda, dan menjadi perdebatan hangat di Indonesia pada saat itu. Pihak OSP mengiriminya telegram pada 6 Desember 1932, yang berisi kesediaannya menerima pencalonan anggota Parlemen. Ini dikarenakan ia berpendapat bahwa ia tidak setuju orang Indonesia menjadi anggota dalam parlemen Belanda. Sebenarnya dia menolak masuk, dengan alasan ia perlu berada dan berjuang di Indonesia. Namun, pemberitaan di Indonesia mengatakan bahwa Hatta menerima kedudukan tersebut, sehingga Soekarno menuduhnya tidak konsisten dalam menjalankan sistem non-kooperatif.

Selain itu, di Banda Neira, Hatta juga mengajar kepada beberapa orang pemuda. Anak dr. Cipto belajar tata-buku dan sejarah. Ada juga anak asli daerah Banda Neira yang belajar kepada Hatta. Ada seorang kenalan Hatta dari Sumatera Barat yang mengirimkan dua orang kemenakannya untuk belajar ekonomi dan juga sejarah.Selain itu, dari Bukittinggi dikirim Anwar Sutan Saidi sebanyak empat orang pemuda yang belajar kepada Hatta.

Pada tahun 1941, Mohammad Hatta menulis artikel di koran Pemandangan yang isinya supaya rakyat Indonesia jangan memihak kepada baik ke pihak Barat ataupun fasisme Jepang. Kelak, pada zaman Jepang tulisan Hatta dijadikan bahan oleh penguasa Jepang untuk tidak percaya Hatta selama Perang Pasifik. Yang mana, kelak tulisan Hatta dibaca Murase, seorang Wakil Kepala Kenpeitei (dinas intelijen) dan menyarankan Hatta agar mengikuti Nippon Sheisin di Tokyo pada November 1943.

1942-1945: Penjajahan Jepang

Pada tanggal 8 Desember 1941, angkatan perang Jepang menyerang Pearl Harbor, Hawaii. Ini memicu Perang Pasifik, dan setelah Pearl Harbor, Jepang segera menguasai sejumlah daerah, termasuk Indonesia. Dalam keadaan genting tersebut, Pemerintah Belanda memerintahkan untuk memindahkan orang-orang buangan dari Digul ke Australia, karena khawatir kerjasama dengan Jepang. Hatta dan Syahrir dipindahkan pada Februari 1942, ke Sukabumi setelah menginap sehari di Surabaya dan naik kereta api ke Jakarta. Bersama kedua orang ini, turut pula 3 orang anak-anak dari Banda yang dijadikan anak angkat oleh Syahrir.

Setelah itu, ia dibawa kembali ke Jakarta. Ia bertemu Mayor Jenderal Harada. Hatta menanyakan keinginan Jepang datang ke Indonesia. Harada menawarkan kerjasama dengan Hatta. Kalau mau, ia akan diberi jabatan penting. Hatta menolak, dan memilih menjadi penasihat. Ia dijadikan penasihat dan diberi kantor di Pegangsaan Timur dan rumah di Oranje Boulevard (Jalan Diponegoro). Orang terkenal pada masa sebelum perang, baik orang pergerakan, atau mereka yang bekerjasama dengan Belanda, diikut sertakan seperti Abdul Karim Pringgodigdo, Surachman, Sujitno Mangunkususmo, Sunarjo Kolopaking, Supomo, dan Sumargo Djojohadikusumo.

Pada masa ini, ia banyak mendapat tenaga-tenaga baru. Pekerjaan di sini, merupakan tempat saran oleh pihak Jepang. Jepang mengharapkan agar Hatta memberikan nasihat yang menguntungkan mereka, malah Hatta memanfaatkan itu untuk membela kepentingan rakyat.

1945: Mempersiapkan kemerdekaan Republik Indonesia
Saat-saat mendekati Proklamasi pada 22 Juni 1945, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) membentuk panitia kecil yang disebut Panitia Sembilan dengan tugas mengolah usul dan konsep para anggota mengenai dasar negara Indonesia.

Panitia kecil itu beranggotakan 9 orang dan diketuai oleh Ir. Soekarno. Anggota lainnya Bung Hatta, Mohammad Yamin, Ahmad Soebardjo, A.A. Maramis, Abdulkahar Muzakir, Wahid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikusno Tjokrosujoso.

Kemudian pada 9 Agustus 1945, Bung Hatta bersama Bung Karno dan Radjiman Wedyodiningrat diundang ke Dalat (Vietnam) untuk dilantik sebagai Ketua dan Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Badan ini bertugas melanjutkan hasil kerja BPUPKI dan menyiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak Jepang kepada Indonesia.

Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Panglima Asia Tenggara Jenderal Terauchi. Puncaknya pada 16 Agustus 1945, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok hari dimana Bung Karno bersama Bung Hatta diculik ke kota kecil Rengasdengklok (dekat Karawang, Jawa Barat).

Penculikan itu dilakukan oleh kalangan pemuda, dalam rangka mempercepat tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia. Malam hari, mereka mengadakan rapat untuk persiapan proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol 1 Jakarta.

Sebelum rapat, mereka menemui somabuco (kepala pemerintahan umum) Mayjen Nishimura untuk mengetahui sikapnya mengenai pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepahaman sehingga tidak adanya kesepahaman itu meyakinkan mereka berdua untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan itu tanpa kaitan lagi dengan Jepang.

1945-1956: Menjadi Wakil Presiden pertama di Indonesia
Pada 17 Agustus 1945, hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia dia bersama Soekarno resmi memproklamasikan kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pk10.00 WIB. Dan keesokan harinya pada tanggal 18 Agustus 1945, dia resmi dipilih sebagai Wakil Presiden RI yang pertama mendampingi Presiden Soekarno.

Selama menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta amat gigih bahkan dengan nada sangat marah, menyelamatkan Republik dengan mempertahankan naskah Linggajati di Sidang Pleno KNIP di Malang yang diselenggarakan pada 25 Februari – 6 Maret 1947 dan hasilnya Persetujuan Linggajati diterima oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sehingga anggota KNIP menjadi agak lunak pada 6 Maret 1947.

Pada saat terjadinya Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli 1947, Hatta dapat meloloskan diri dari kepungan Belanda dan pada saat itu dia masih berada di Pematang Siantar. Dia dengan selamat bersama dengan Gubernur Sumatera Mr. T. Hassan tiba di Bukittinggi. Sebelumnya pada 12 Juli 1947 Bung Hatta mengadakan Kongres Koperasi pertama di Tasikmalaya. Pada hari itu juga, Hari Koperasi Indonesia ditetapkan dan Bung Hatta ditetapkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Kemudian, Bung Hatta dengan kewibawaannya sebagai Wakil Presiden hendak menggoalkan persetujuan Renville dengan berakibat jatuhnya Kabinet Amir dan digantikan oleh Kabinet Hatta. Pada era Kabinet Hatta yang dibentuk pada 29 Januari 1948, Bung Hatta menjadi Perdana Menteri dan merangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan.

1956-1980: Setelah pensiun

Setelah mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden RI pada 1 Desember 1956, dia dan keluarga berpindah rumah dari Jalan Medan Merdeka Selatan 13 ke Jalan Diponegoro 57. Bung Hatta tak pernah menyesal atas keputusan yang telah ia buat. Kegiatan sehari-hari Bung Hatta setelah pensiun adalah menambah dari penghasilan menulis buku dan mengajar. Meskipun sudah tak menjabat lagi sebagai Wakil Presiden, pada tahun 1957 dia berangkat ke Cina karena mendapat undangan dari Pemerintah RRC. Rakyat sana masih menganggap dia sebagai “a great son of his country”, terbukti dari penyambutan yang seharusnya diberikan kepada seorang kepala negara di mana PM Zhou Enlai sendiri menyambut dia yang bukan lagi sebagai wakil presiden.

Ketika Presiden Soekarno berada di puncak kekuasaannya pada tahun 1963, Bung Hatta pertama kali jatuh sakit dan perlu perawatan di Swedia karena perlengkapan medis di sana lebih lengkap.

Pada 31 Januari 1970, melalui Keppres No. 12/1970 telah dibentuk Komisi Empat yang bertugas mengusut masalah korupsi. Untuk keperluan itu Dr. Moh. Hatta (mantan Wakil Presiden RI) telah diangkat menjadi Penasehat Presiden dalam masalah pemberantasan Korupsi. Komisi Empat ini diketuai oleh Wilopo, SH, dengan anggota-anggota: IJ Kasimo, Prof. Dr. Yohanes, H. Anwar Tjokroaminoto, dengan sekretaris Kepala Bakin/Sekretaris Kopkamtib, Mayjen. Sutopo Juwono. Dr. Moh. Hatta juga ditunjuk sebagai Penasehat Komisi Empat tersebut.

Tetapi secara kontroversial, Presiden Suharto membubarkan komisi tersebut dan hanya memberikan izin untuk mengusut tuntas 2 kasus korupsi saja. Hatta dipercaya oleh Presiden Soeharto untuk menjadi Anggota Dewan Penasehat Presiden. Pada 15 Agustus 1972, Bung Hatta mendapat anugerah Bintang Republik Indonesia Kelas I dari Pemerintah Republik Indonesia. Kemudian, pada tahun yang sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengangkat dia sebagai warga utama Ibukota Jakarta dengan segala fasilitasnya, seperti perbaikan besarnya pensiun dan penetapan rumah dia menjadi salah satu gedung yang bersejarah di Jakarta.

Kemudian, pada tahun 1975, Bung Hatta menjadi anggota Panitia Lima bersama Prof Mr. Soebardjo, Prof Mr. Sunario, A.A. Maramis, dan Prof Mr. Pringgodigdo untuk memberi pengertian mengenai Pancasila sesuai dengan alam pikiran dan semangat lahir dan batin para penyusun UUD 1945 dengan Pancasilanya.

Ternyata, Bung Hatta resmi menjadi Ketua Panitia Lima. Tak hanya itu, Bung Hatta kembali mendapatkan gelar doctor honouris causa sebagai tokoh proklamator dari Universitas Indonesia yang seharusnya diberikan pada tahun 1951. Pemberian gelar tersebut dilakukan di Jakarta pada 30 Juli 1975 dan diberikan secara langsung oleh Rektor Mahar Mardjono.

Pada Tahun 1978 bersama-sama Jenderal Abdul Haris Nasution, Bung Hatta mendirikan Yayasan Lembaga Kesadaran Berkonstitusi yang bertujuan mengkritik penggunaan Pancasila dan UUD 1945 untuk kepentingan rezim otoriter Suharto.

Dan pada tahun 1979, dimana tahun tersebut merupakan tahun ke-5 Bung Hatta masuk ke rumah sakit. Kesehatan Bung Hatta semakin menurun. Walaupun begitu, semangatnya tetap saja tinggi. Ia masih mengikuti perkembangan politik dunia.

Wafat

Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 pukul 18.56 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta setelah sebelas hari ia dirawat di sana. Selama hidupnya, Bung Hatta telah dirawat di rumah sakit sebanyak 6 kali pada tahun 1963, 1967, 1971, 1976, 1979, dan terakhir pada 3 Maret 1980. Keesokan harinya, dia disemayamkan di kediamannya Jalan Diponegoro 57, Jakarta dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta disambut dengan upacara kenegaraan yang dipimpin secara langsung oleh Wakil Presiden pada saat itu, Adam Malik. Ia ditetapkan sebagai pahlawan proklamator pada tahun 1986 oleh pemerintahan Soeharto.

Mendapat gelar pahlawan

Setelah wafat, Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Proklamator kepada Bung Hatta pada 23 Oktober 1986 bersama dengan mendiang Bung Karno. Pada 7 November 2012, Bung Hatta secara resmi bersama dengan Bung Karno ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pahlawan Nasional.

Contoh Biografi Pattimura

biografi pattimura
contoh biografi pattimura
Menurut sejarawan Muslim Ahmad Mansur Suryanegara, Pattimura adalah seorang Muslim yang taat. Selain keturunan bangsawan, ia juga seorang ulama. Data sejarah menyebutkan bahwa pada masa itu semua pemimpin perang di kawasan Maluku adalah bangsawan atau ulama, atau keduanya.

Seperti diketahui, selama ini, dalam buku-buku sejarah, Kapitan Pattimura selalu disebut sebagai seorang Kristen. Inilah salah satu contoh deislamisasi dan penghianatan kaum minoritas atas sejarah pejuang Muslim di Maluku dan Indonesia pada umumnya.

Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Sapura seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali.

Mansyur Suryanegara berpendapat, bahwa Pattimura itu marga yang masih ada sampai sekarang. Dan semua orang yang bermarga Pattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikut agama nenek moyang mereka yaitu Pattimura.

Masih menurut Mansyur, mayoritas kerajaan-kerajaan di Maluku adalah kerajaan Islam. Di antaranya adalah kerajaan Ambon, Herat, dan Jailolo. Begitu banyaknya kerajaan sehingga orang Arab menyebut kawasan ini dengan Jaziratul Muluk (Negeri Raja-raja). Sebutan ini kelak dikenal dengan nama Maluku.

Mansyur pun tidak sependapat dengan Maluku dan Ambon yang sampai kini diidentikkan dengan Kristen. Penulis buku “Menemukan Sejarah” (yang menjadi best seller) ini mengatakan, “Kalau dibilang Ambon itu lebih banyak Kristen, lihat saja dari udara (dari pesawat), banyak masjid atau banyak gereja. Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja.”

Buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau bukan nama orang tetapi nama sebuah negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.

Jadi asal nama Thomas Mattulessy dalam buku sejarah nasional adalah karangan dari Sapija. Sebenarnya Mattulessy bukanlah marga melainkan nama, yaitu Ahmad Lussy (Mat Lussy). Dan nama Thomas Mattulessy sebenarnya tidak pernah ada di dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku (yang ada adalah Mat Lussy).

Perjuangan Pattimura

Pattimura bangkit memimpin rakyat Maluku menghadapi ambisi penjajah yang membawa misi Gold (emas/kekayaan), Gospel (penyebaran Injil), and Glory (kebanggaan). Perlawanan rakyat Maluku dilakukan karena kekhawatiran dan kecemasan rakyat akan timbulnya kembali kekejaman pemerintah Belanda seperti yang dilakukan masa pemerintahan VOC.

Selain itu, Belanda menjalankan praktik-praktik monopoli perdagangan dan pelayaran Hongi, yang membabat pertanian hasil bumi yang tidak mau menjual kepada Belanda. Alasan lainnya, rakyat dibebani berbagai kewajiban berat, seperti kewajiban kerja, penyerahan ikan asin, dendeng, dan kopi.

Akibat penderitaan itu maka rakyat Maluku bangkit mengangkat senjata. Pada tahun 1817, perlawanan itu dikomandani oleh Kapitan Ahmad Lussy. Rakyat berhasil merebut Benteng Duurstede di Saparua. Bahkan residennya yang bernama Van den Bergh terbunuh. Perlawanan meluas ke Ambon, Seram, dan tempat-tempat lainnya.

Berulangkali Belanda mengerahkan pasukan untuk menumpas perlawanan rakyat Maluku, tetapi berulangkali pula Belanda mendapat pukulan berat. Karena itu Belanda meminta bantuan dari pasukan yang ada di Jakarta. Keadaan jadi berbalik, Belanda semakin kuat dan perlawanan rakyat Maluku terdesak. Akhirnya Ahmad Lussy dan kawan-kawan tertangkap Belanda. Pada tanggal 16 Desember 1817 Ahmad Lussy beserta kawan-kawannya menjalani hukuman mati di tiang gantungan.

contoh biografi pattimura
sumber: history029.blogspot.com

Contoh Biografi Soeharto

biografi soeharto
contoh biografi soeharto
Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto adalah presiden kedua Republik Indonesia. Dia lahir di Kemusuk, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008 di usia 86 tahun. Dia menggantikan Soekarno. Di masyarakat internasional, khususnya di dunia barat, Soeharto sering dipanggil dengan julukan “The Smiling General” atau dalam bahasa Indonesia yang berarti Sang Jenderal yang Tersenyum karena raut mukanya yang terbiasa tersenyum. Meski raut mukanya sering tersenyum, ia juga sering disebut dengan diktator.

Sebelum dia menjadi presiden, Soeharto merupakan pemimpin militer pada era masa penjajahan Belanda di indonesia dan Jepang. Pangkat terakhirnya adalah Mayor Jenderal. Setelah kejadian Gerakan 30 September 1965, Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bersalah dan melakukan operasi untuk menumpasnya. Menurut dokumentasi sejarah operasi ini memakan korban sekitar 100.000 hingga 2 juta jiwa.

Setelah PKI berhasil ditumpas, Soeharto lalu mengambil alih kekuasaan dari Soekarno. Dan dia resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Berturut-turut dia dipilih lagi menjadi presiden oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatan Soeharto berakhir setelah dia mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut. Menyusul terjadinya kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh banyak mahasiswa. Soeharto tercatat sebagai orang terlama yang menjabat sebagai presiden Indonesia. Setelah Soeharto lengser, dia digantikan oleh B.J. Habibie.

Masa Kecil dan Keluarga Soeharto

Soeharto dilahirkan oleh ibunya pada 8 Juni 1921 bernama Sukirah di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Ketika umur Soeharto masih belum empat puluh hari, Kertosudiro yang merupakan suami dari Sukiran mentalak cerai Sukirah. Cukup banyak orang yang dekat dengan Soeharto berpendapat bahwa Kertosudiro bukanlah ayah kandung Soeharto[. Pada tahun 1974, pernah muncul pemberitaan bahwa Soeharto adalah anak dari Padmodipuro, seorang bangsawan dari trah Hamengkubowono II. Soeharto yang waktu itu masih berumur enam tahun dibuang ke desa dan diasuh oleh Kertosudiro. Hal ini kemudian dibantah keras oleh Soeharto. Soeharto terus berusaha menegaskan bahwa dia hanyalah anak desa biasa.

Ketidakjelasan asal usul Soeharto secara genealogi sampai sekarang masih belum terpecahkan. Sadar dengan kondisi Sukirah yang kurang baik, keluarga Sukirah akhirnya memutuskan untuk menyerahkan pengurusan bayi Soeharto kepada kakak perempuan Kertosudiro. Soeharto akhirnya menikah dengan Raden Ayu Siti Hartinah atau biasa kita pnggil dengan Bu Tin. Bu Tin adalah putri dari KRMT Soemoharyomo. Waktu menikah, Soeharto masih berpangkat Letkol dan usianya masih 26 tahun. Pernikahan dilangsungkan pada tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Dari pasangan ini dikaruniai enam anak.

Biografi Soeharto : Karier Militer

Pada 1 Juni 1940, Soeharto diterima sebagai siswa di sekolah militer di Gombong provinsi Jawa Tengah. Setelah enam bulan menjalani latihan dasar, Soeharto tamat dan mendapat lulusan terbaik dan menerima pangkat kopral. Kemudian Soeharto bergabung dengan pasukan kolonial Belanda, KNIL. Lalu ketika penjajahan Jepang dimulai, Soeharto bergabung di PETA. Setelah berakhirnya perang mempertahankan kemerdekaan, Soeharto tetap menjadi pemimpin di Brigade Garuda Mataram memimpin pasukan untuk menumpas pemberontakan Andi Azis di Sulawesi. Dia juga ikut serta di serangan umum. Di usia 32 tahun, Soeharto diangkat menjadi Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro di Semarang. Pada 1 Januari 1957, pangkatnya dinaikkan menjadi kolonel.

Ketika peristiwa PKI, Mayor Jenderal Soeharto segera berusaha untuk menangani Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas anakannya. Pada tanggal 3 Oktober 1965, Mayjen Soeharto diangkat menjadi Kopkamtib dimana jabatan ini memiliki kewenangan besar untuk melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang diduga sebagai pelaku Peristiwa G-30-S/PKI.

Biografi Soeharto : Peristiwa Gerakan 30 September PKI

Pada pagi hari tanggal 1 Oktober 1965, beberapa pasukan Tjakrabirawa yang berada di bawah komando Letnan Kolonel Untung Syamsuri membunuh enam orang jenderal. Keputusan yang diambil Soeharto untuk menertibkan negara adalah segera membubarkan Partai Komunis Indonesia. Sebenarnya rencana ini sempat ditentang Presiden Soekarno meskipun bertujuan untuk menertibkan keadaan Indonesia di waktu itu. Tindakan pembersihan pada orang-orang yang menganut komunis dengan cara melakukan penghukuman mati pada orang-orang yang terduga anggota Partai Komunis di Indonesia yang kira-kira mencapai lima ratus ribu orang.

Soeharto segera membubarkan PKI dan ormas-ormasnya segera setelah dilantik sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat pada tanggal 14 Oktober 1965. Pada tanggal 11 Maret 1966, dia menerima Surat Perintah Sebelas Maret atau yang biasa kita kenal dengan Supersemar dari Presiden Soekarno. Sehari kemudian, 12 Maret 1966, Menpangad Letjen Soeharto membubarkan PKI dan menyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia. Karena kondisi politik tanah air yang kacau dan parah setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS dilaksanakan pada bulan Maret 1967. Sidang menunjuk Soeharto sebagai pejabat presiden berdasarkan pada tanggal 22 Februari 1967 hingga terpilihnya presiden yang sah oleh MPR hasil pemilihan umum.

Biografi Soeharto : Menjadi Presiden Kedua Indonesia

Kemudian, Soeharto menjadi presiden sesuai hasil Sidang Umum MPRS pada 27 Maret 1968. Soeharto juga merangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan/Keamanan selain sebagai presiden. Berkuasanya Soeharto ini dikenal istilah Orde Baru. Setelah menggabungkan kekuatan-kekuatan partai politik, Soeharto dipilih kembali menjadi presiden oleh Sidang Umum MPR pada 23 Maret 1973 untuk jabatan yang kedua kali. Kali ini, Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjadi wakil presiden.

Pada tanggal 22 Maret 1978, Soeharto dilantik lagi menjadi presiden untuk periode ketiga kalinya. Kini Adam Malik yang menjabat sebagai wakil presiden. Tidak cukup dua kali, sidang Umum MPR 1 Maret 1983 memutuskan memilih lagi Soeharto sebagai presiden. Bukan Adam Malik, kini Umar Wirahadikusumah sebagai wakil presiden. Melalui Tap MPR No V tahun 1983, MPR resmi mengangkat Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Republik Indonesia. Pada 1 Januari 1984, Presiden Soeharto ia resmi menjadi anggota Golkar.

Banyak pengamat politik baik dalam luar dan dalam negeri yang berpendapat bahwa Soeharto membersihkan semua unsur parlemen dari tangan komunis. Contoh tindakannya seperti meningkatkan sensor dan menyingkirkan serikat buruh. Untuk hubungan luar negeri, Soeharto juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok lalu mulai mengakrabkan diri dengan negara barat dan PBB. Soeharto terlalu dominan untuk menentukan semua keputusan politik.

Biografi Soeharto : Lengsernya Soeharto

Pada 1997, 20 sampai 30 persen dari anggaran pengembangan Indonesia telah disalahgunakan dalam waktu yang lama. Krisis finansial yang terjadi di benua Asia pada tahun yang sama juga tidak membawa hal bagus untuk pemerintahan Soeharto. Waktu dia dipaksa meminta pinjaman, hal ini juga termasuk perlunya pemeriksaan mendetail dan menyeluruh dari IMF. Setelah beberapa kerusuhan, demonstrasi, tekanan politik dan militer dan puncaknya pada peristiwa pendudukan gedung DPR/MPR RI. Di peristiwa Mei 1998 inilah Presiden Soeharto memutuskan untuk mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998 untuk menghindari ketidakstabilan dan perpecahan di Indonesia.

Dalam pemerintahan Soeharto yang sudah berlangsung selama 32 tahun, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan contonya seperti pelanggaran HAM dan korupsi. Dua hal ini adalah faktor kenapa era Soeharto berakhir. Tapi, Direktur IMF waktu itu mengakui bahwa prosedur yang dilakukan IMF di Indonesia hanyalah katalisator jatuhnya Pemerintahan Soeharto. Presiden Soeharto lalu menyerahkan jabatan presiden kepada seorang teknokrat jenius bernama Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Setelah melakukan sumpah jabatan, akhirnya BJ Habibie secara resmi menjabat sebagai presiden ke-3 RI.

Tak berselang terlalu lama, Wiranto yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan Keamanan merangkap Panglima ABRI Jenderal TNI membacakan pernyataan sikap untuk menstabilkan kondisi negara. ABRI mendukung permintaan berhenti Bapak Soeharto sebagai Presiden RI serta mendukung Wakil Presiden Bapak BJ Habibie sebagai Presiden RI. Kedua, ABRI menghimbau agar seluruh rakyat Indonesia untuk menerima keinginan Presiden Soeharto tersebut yang sudah sesuai dengan konstitusi Republik Indonesia, yakni Pasal 8 UUD 1945.

Ketiga, ABRI akan tetap berperan untuk mencegah penyimpangan yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Keempat, ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan Presiden. Kelima, ABRI menghimbau agar bersikap tenang untuk mencegah terjadinya kerusuhan dan aksi kekerasan yang akibatnya akan merugikan masyarakat sendiri.

Kematian dan Pemakaman Soeharto

Pada tanggal 27 Januari 2008 di pukul 13.10, Soeharto menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Pada pukul 14.35, jenazah Soeharto diberangkatkan dari RSPP ke kediamannya di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta. Kemudian dari Jalan Cendana, jenazah Soeharto diberangkatkan ke Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 07.30. Selanjutnya jenazah Soeharto akan diterbangkan dari Bandara ke Solo pada pukul 10.00 WIB untuk kemudian dimakamkan di Astana Giri Bangun, Solo pada hari Senin. Jenazah sampai di Astana Giri Bangun di siang hari sebelum pukul 12.00 WIB. Jenazah lalu diturunkan ke kuburan pada pukul 12.15 WIB. Almarhum sudah berada di liang lahat siang itu pada pukul 12.17 WIB. Semua prosesi pemakaman presiden kedua tersebut dipimpin oleh inspektur upacara Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu menjabat sebagai presiden.

contoh biografi soeharto
sumber: sejarahlengkap.com

Contoh Biografi Bj Habibie

biografi bj habibie
contoh biografi bj habibie
BJ Habibie, merupakan presiden ketiga Republik Indonesia. Beliau menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden pada tanggal 21 Mei 1998. BJ Habibie memiliki nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di pare – pare, Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936. BJ Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara.

Beliau adalah putra dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya adalah ahli pertanian yang berasal dari etnis gorontalo dan memiliki keturunan bugis, sementara Ibunya anak seorang spesialis mata di Yogyakarta beretnis Jawa.

Ayahnya, Alwi Abdul Jalil Habibie sering membacakan ayat AL-Qur’an kepada BJ Habibie sejak kecil. BJ Habibie dikenal sebagai orang yang cerdas sejak duduk di bangku sekolah dasar. Beliau sangat populer karena prestasi – prestasi yang diraihnya.

Tidak hanya populer di Indonesia, tetapi beliau juga dikenal di Negara lain. BJ Habibie memiliki kegemaran menunggangi kuda dan juga membaca. Pada usia 14 tahun, BJ Habibie sudah ditinggalkan oleh Ayahnya tercinta.

Ayah BJ Habibie meninggal dunia pada tanggal 3 September 1950 lantaran serangan jantung. Sejak saat itu, Ibunya menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Ibunya menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke bandung bersama BJ Habibie.

BJ Habibie, dulunya sekolah di SMAK Dago, Bandung. Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMAK Dago, beliau kemudian melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung) pada tahun 1954.

BJ Habibie kuliah di Teknik Mesin ITB selama enam bulan. BJ Habibie meneruskan pendidikannya di Rhenisch Wesfalische Tehniche Hochscule, Jerman. Disana BJ Habibie mengambil Teknik Penerbangan selama 10 tahun.

Setelah lulus, BJ Habibie bekerja sebagai Kepala Penelitian Dan Pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat Terbang di perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, yaitu Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB) pada tahun 1965-1969.

Setelah itu, BJ Habibie kemudian menjabat sebagai Kepala Divisi Metode Dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer dari tahun 1969 hingga 1973. Beliaupun dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 dan juga sebagai penasihat senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MB.

BJ Habibie merupakan orang Asia satu – satunya yang menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman. Selama bekerja di Jerman, BJ Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sederet teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika.

Habibie Faktor, Habibie Teorem dan Habibie Method merupakan beberapa rumusan teori BJ Habibie yang dalam dunia pesawat terbang.

BJ Habibie kembali ke Indonesia pada tahun 1973. BJ Habibie pulang ke tanah air untuk memenuhi panggilan dari Presiden Soeharto. Kala itu, Presiden soeharto mengutus Ibnu Sutowo ke Jerman untuk menemui serta membujuk BJ Habibie untuk pulang ke Indonesia.

Sejak kepulangannya ke Indonesia, BJ Habibie diangkat menjadi Menteri Negara Ristek/Kepala bppt selama 20 tahun. Beliau juga memimpin perusahaan BUMN Industri Strategis selama 10 tahun. BJ Habibie juga menduduki banyak jabatan lainnya.

Pada tahun 1995, BJ Habibie berhasil memimpin proyek pembuatan pesawat yang diberi nama N250 Gatot Kaca. Pesawat ini sekaligus merupakan pesawat pertama yang dibuat oleh Indonesia. Pesawat tersebut merupakan rancangan dan hasil desain BJ Habibie.

Pesawat ini menggunakan teknologi Fly By Wire. Teknologi pesawat yang canggih dan telah dipersiapkan untuk 30 tahun ke depan. Pada tanggal 14 Maret 1998 – 21 Mei 1998, melalui sidang MPR BJ Habibie terpilih sebagai wakil presiden Republik Indonesia untuk mendampingi Presiden Soeharto.

Semasa Soeharto menjabat sebagai presiden RI, banyak kejadian – kejadian yang akhirnya membuat beliau mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 21 Mei 1998. Sejak saat itu, BJ Habibi pun kemudian diangkat menjadi presiden RI untuk menggantikan Presiden Soeharto.

BJ Habibie menjadi Presiden Republik Indonesia yang ketiga. BJ Habibie menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia dengan jangka waktu yang terbilang sangat singkat. BJ Habibie hanya menjabat selama 1 tahun 5 bulan. Saat beliau menjabat, kondisi Indonesia sedang ricuh. Pada akhirnya BJ Habibie, dilengserkan dari jabatannya.

Beliau dipaksa lengser karena persoalan Timor Timur, dimana BJ Habibie memperbolehkan Referendum Timor Timur yang memilih untuk merdeka. MPR menolak pidato pertanggungjawaban BJ Habibie. BJ Habibie resmi melepaskan jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 Oktober 1999.

Setelah resmi melepaskan jabatannya, BJ Habibie memilih tinggal di Jerman. Akan tetapi, dimasa kepresidenan Susilo Bambang Yudhonyono, BJ Habibie aktif kembali sebagai penasihat presiden dalam mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikan oleh BJ Habibie yaitu Habibie Center.

BJ Habibie memiliki istri bernama Hasri Ainun Besari. BJ Habibie mempersunting Hasri Ainun Besari setelah BJ Habibie menyelesaikan pendidikannya di Jerman dan kembali ke Indonesia. Kisah mereka sangat menginspirasi. BJ Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari atau lebih dikenal dengan Ainun pada tanggal 12 Mei 1962.

Setelah menikah mereka kemudian pindah ke Jerman. Dari pernikahannya dengan Hasri Ainun Besari, BJ Habibie dikarunia dua orang anak, anaknya bernama Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Istrinya, Ainun merupakan teman SMA BJ Habibie. Ainun sendiri juga merupakan orang yang juga cerdas.

Semasa sekolah Ainun dan BJ Habibie memang sudah dikenal sebagai orang yang sama – sama cerdas. Saat sekolah, mereka pun sering dijodohkan oleh teman – temannya. Ainun merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Ainun juga pernah bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Pada tahun 2010, BJ Habibie akhirnya kehilangan Ainun, istri yang sangat dicintainya. Istri yang juga sangat setia dengan BJ Habibie. Istrinya meninggal tepatnya pada tanggal 23 Mei, beliau meninggal karena penyakit kanker.

Ketika mengetahui istrinya mengidap penyakit kanker, BJ Habibie langsung membawa Ainun ke Ludwig Maximilians Universitas, Klinikum Grosshadern, Munchen, Jerman. Ainun pun sudah menjalani beberapa operasi untuk kesembuhannya. Segala hal telah dilakukan untuk kesembuhan Ainun, namun takdir berkata lain. Sehari setelah menjalani operasi besar, akhirnya Ainun menghembuskan nafas terakhirnya.

Jenazah Ainun dipulangkan dari Jerman pada tanggal 24 Mei 2010 dan tiba di Indonesia pada tanggal 25 Mei 2010. Setibanya di Indonesia, Ainun kemudian dimakamkan di taman makam pahlawan kalibata. Hingga saat ini sosok Ainun dikenang oleh keluarga dan seluruh masyarakat di Indonesia.

Selain sosok Ainun yang sangat setia dengan suaminya, BJ Habibie pun demikian. Beliau sangat setia dengan Ainun, istrinya. Untuk menunjukkan kesetiaannya, BJ Habibi pun ingin dimakamkan di dekat istrinya ketika meninggal suatu saat nanti.

Kisah BJ Habibie dan Ainun ini sangatlah menginspirasi banyak orang. Bahkan kisah mereka telah dituangkan dalam sebuah film yang berjudul Habibie & Ainun.

contoh biografi bj habibie
sumber: biografitokohinspiratif.blogspot.com

Mungkin demikian dari kami pembahasan ttentang biografi mulai dari pengertian biografi, tujuan biografi, ciri-ciri biografi, dan kumpulan contoh biografi mulai diantara lain: Contoh Biografi Diri Sendiri, kedua orangtua ayah dan ibu, biografi guru, siswa, teman, penulis, serta biografi para tokoh pahlawan.

Leave a Comment