PANTUN : Pengertian, Ciri-ciri, Jenis-jenis Pantun dan Contohnya

Pantun – Berikut adalah pengertian pantun menurut para ahli, ciri-ciri pantun, jenis-jenis pantun dan contohnya. Mulai contoh pantun agama, anak, perkenalan, kasih sayang, adat istiadat, nasehat, jenaka, teka-teki, pahlawan, suka cita dan duka cita.

Di era modern saat ini sudah jarang sekali seseorang berpantun di depan banyak orang. Dahulu banyak orang yang mengirimkan pantun melalui surat pos dan dimuat dalam koran, namun saat ini hampir jarang ditemukan. Dalam proses pembuatannya sendiri terdapat ciri dan syarat yang harus dipenuhi dan disesuaikan dengan jenisnya. Apa sajakah ciri dan jenisnya?

Pengertian Pantun

pengertian pantun
pengertian pantun

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa daerah di Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “penuntun”. Selain itu pantun juga memiliki nama lain dalam bahasa-bahasa daerah: dalam bahasa Jawa, pantun dikenal sebagai paparikan; dalam bahasa Sunda, pantun disebut dengan paparikan; dan di dalam bahasa Batak, pantun memiliki sebutan umpasa. Lazimnya, pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), tiap larik terdiri atas 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b[1] ataupun a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-a).

Pada awalnya pantun merupakan sastra lisan, namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Ciri-ciri lain dari sebuah pantun adalah pantun tidak memberi nama penggubahnya. Hal ini dikarenakan pantun tersebar dengan menggunakan media lisan.

Bentuk pantun terdiri dari dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, yang seringkali berhubungan dengan alam atau kehidupan (sering mencirikan budaya agraris masyarakat penggubahnya), dan biasanya tidak ada hubungannya dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Biasanya dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun itu sendiri.

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

pengertian pantun menurut para ahli
pengertian pantun menurut para ahli

Membicarakan tentang pengertian pantun terdapat banyak perbedaan dari para ahli yang berpendapat. Yuk simak pendapat-pendapat para ahli tentang pengertian pantun. Berikut adalah kumpulan pengertian pantun menurut para ahli.

Pengertian pantun menurut para ahli

Herman J. Waluyo

Menurut beliau, puisi lama merupakan puisi yang berasal dari Melayu dan telah berkembang di masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu.

R. O. Winsted

Beliau berpendapat bahwa puisi lama merupakan susunan dari kata-kata indah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan, kasih sayang, rindu, cinta ataupun hal lain yang terdapat dalam pencipta puisi lama tersebut.

Sutan Takdir Alisyahbana

Sutan Takdir Alisyahbana mengemukakan bahwa pantun merupakan puisi lama yang sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak dahulu kala atau zaman nenek moyang. Perkembangan puisi lama ini sangatlah pesat dengan menyesuaikan zaman.

Farika dan Edi Warsidi

Keduanya mengungkapkan bahwa pantun merupakan puisi lama yang sudah terkenal dan memiliki keragaman bahasa di Nusantara. Dalam bahasa Sunda sendiri puisi lama disebut sebagai paparikan, sedangkan dalam bahasa Jawa disebut sebagai Parikan dan dalam bahasa Batak disebut sebagai Umpasa.

Rita Nirbaya dan Kaswan Darmadi

Pantun merupakan puisi lama dari Melayu dimana dalam satu bait tersusun atas 4 baris dengan sajak a-b-a-b. Pada baris pertama dan kedua disebut sebagai sampiran dan baris ketiga serta keempat disebut sebagai isi.

Nah setelah kita mengetahui tentang pengertian pantun menurut para ahli, sekarang kita akan belajar tentang pantun yang lebih dalam lagi yaitu kamu harus mengetahui apa saja ciri-ciri pantun di bawah ini.

Ciri-ciri Pantun

ciri-ciri pantun
ciri-ciri pantun

Sebelum kami bahas mengenai ciri-ciri pantun, Tahukah anda apa ciri-cirinya? Ayo coba sebutkan ciri-ciri pantun yang sudah kamu ketahui? Ya, kami akan bahas 4 ciri-ciri pantun yang harus kamu ketahui apa saja itu? yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Sebutkan ciri-ciri pantun dan jelaskan?

1. Setiap Bait Terdapat 4 Baris

Dalam prosa, sebuah rangkaian kalimat dari gagasan utama disebut sebagai paragraf, namun pada puisi lama disebut sebagai bait. Dalam satu bait biasanya tersusun atas rangkaian kata yang sangat khas dan disesuaikan dengan jenis pantunnya. Rangkaian kata yang terdapat pada puisi lama ini bisa juga disebut sebagai larik, dimana dalam satu bait terdiri atas 4 baris.

2. Setiap Baris Tersusun Dari 8-12 Suku Kata

Pada awalnya, puisi lama seringkali disampaikan secara lisan tanpa ditulis terlebih dahulu dan kebanyakan adalah secara spontanitas. Dalam satu baris sebisa mungkin dibuat singkat agar mudah diingat, namun tetap mengandung pesan yang ingin disampaikan. Oleh karena itulah kemudian ditetapkan bahwa dalam satu baris berisikan 8-12 suku kata saja.

3. Terdapat Sampiran dan Isi

Keunikan dari pantun dibandingkan jenis puisi lama lainnya adalah memiliki pengantar yang menarik dan tidak jarang pula terdengar cukup jenaka, sehingga membuat banyak orang menjadi menyukainya. Pengantar biasanya berisikan rangkaian kata yang terinspirasi dari kebiasaan yang terjadi di masyarakat.

Umumnya pengantar atau sampiran menempati baris pertama dan kedua dari puisi lama. Sedangkan pada baris ketiga dan keempat adalah bagian isi dari puisi lama. Isi puisi bisa beragam, tergantung dari jenis puisi yang dibuat.

4. Memiliki Pola Irama a-a-a-a atau a-b-a-b

Sajak atau rima merupakan sebuah kesamaan bunyi yang terdapat pada akhir puisi lama. Ciri puisi lama ini cenderung berirama a-a-a-a atau a-b-a-b. Adapun yang dimaksud irama disini adalah kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga. Begitu juga dengan kesamaan bunyi antara baris kedua dengan keempat.

Contohnya adalah pada baris pertama berakhiran huruf “a”, maka pada baris ketiga atau isinya harus berakhiran huruf “a” pula. Begitu juga pada baris kedua, apabila berakhiran dengan huruf “u”, maka pada baris keempat juga berakhiran huruf “u”.

Akhirnya pembahasan mengenai ciri-ciri pantun telah selesai, saatnya kita mulai ke pembahasan yang lebih asyik lagi yakni tentang jenis-jenis pantun dan contohnya. Yuk ikuti penjelasannya berikut ini.

Jenis-jenis Pantun dan Contohnya

jenis-jenis pantun dan contohnya
jenis-jenis pantun dan contohnya

Tahukah anda jenis-jenis pantun? jika belum, kami akan bahas satu per satu mengenai jenis-jenis pantun beserta contohnya. Tidak hanya pengertian dari masing-masing jenis pantun yang akan kami jelaskan, tetapi kami juga berikan contoh pantun dari setiap jenisnya. Oke simak saja berikut ini.

Jenis-jenis pantun dan contohnya

Agama

Sesuai dengan namanya, puisi lama agama biasanya akan menyampaikan isi atau nilai-nilai dengan prinsip keagamaan. Isi tidak hanya tentang pengetahuan keagamaan saja, bisa juga berisi larangan atau yang diperintahkan oleh agama tersebut. Tidak jarang puisi lama jenis ini seringkali digunakan untuk mengingatkan seseorang dengan cara yang berbeda. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Agama

Berpetualang ke gunung
Di atas gunung membakar jagung
Bila hati tidak tenang
Perbanyaklah dengan sembahyang

Anak

Jenis puisi lama ini mengandung isi atau menceritakan tentang anak-anak. Dalam pembuatannya sendiri menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami agar isinya dapat tersampaikan dengan baik. Puisi lama anak biasanya berisikan tentang ajakan atau mengingatkan anak-anak untuk berbuat kebaikan. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Anak

Jalan-jalan membeli roti
Minumnya dengan jus mangga
Jadilah anak yang berbakti
Agar orang tua menjadi bangga

Perkenalan atau Kasih Sayang

Salah satu jenis puisi lama yang biasanya digunakan sebagai perkenalan kepada orang baru atau mengungkapkan perasaan hingga pujian kepada lawan jenis. Puisi lama ini termasuk dalam kategori puisi lama untuk remaja. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Perkenalan atau Kasih Sayang

Di hutan ada serigala
Di lautan ada penyu
Hei wanita cantik yang ada di sana
Bolehkah berkenalan denganmu?

Adat Istiadat

Puisi lama adat istiadat biasanya berisikan tentang tradisi dari leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan kepada generasi selanjutnya agar tidak tergerus oleh zaman. Jenis puisi lama ini berfungsi sebagai media peraturan dalam masyarakat lingkungan tersebut. Peraturan yang tidak boleh dirubah dalam bentuk apapun. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Adat Istiadat

Pohon jambu, pohon kelapa
Kelapa muda segar rasanya
Jaga adat dan junjung pusaka
Barulah pelihara adat pusaka

Nasihat

Jenis puisi lama yang berisikan tentang nasihat atau kebaikan kepada masyarakat yang disampaikan melalui estetika kata yang baik. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Nasihat

Fajar sirna berganti senja
Senja sirna digantikan purnama
Berdamailah dengan semua
Agar persatuan tetap terjaga

Jenaka

Puisi lama satu ini seringkali ditemui di beberapa acara, contohnya adalah pada saat pernikahan adat Betawi. Jenis puisi lama ini bertujuan untuk menghibur siapapun yang membaca atau mendengarkannya.

Dalam beberapa kesempatan, puisi lama ini juga bisa digunakan untuk menyindir lawannya dengan tujuan agar lebih akrab tanpa menimbulkan konflik. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Jenaka

Burung camar, burung merpati
Merpati terbang jauh ke angkasa
Jangan malas untuk sikat gigi
Gigi ompong baru tau rasa

Teka-teki

Salah satu jenis puisi lama yang isinya berupa tebakan atau teka-teki yang harus dipecahkan sendiri bagi siapapun yang mendengar ataupun membacanya. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Teka-teki

Buah mangga, buat tomat
Ikan mujahir, ikan cupang
Hewan besar berkaki empat
Hewan apa yang bertaling?

Pahlawan

Jenis puisi lama yang berisi tentang perjuangan pahlawan yang telah gugur atau menceritakan semangat para pahlawan tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan inspirasi dan membangkitkan semangat bagi pembaca ataupun pendengarnya. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Pahlawan

Terbang tinggi melewati awan
Melewati gunung es
Selamat jalan para pahlawan
Jasamu tidak akan pernah terbalas

Suka Cita

Puisi lama yang berisikan tentang gambaran kebahagiaan, baik bagi pendengar ataupun pembacanya. Isi puisi lama biasanya disesuaikan dengan acara tersebut. Misalkan pada saat acara pernikahan, maka isinya akan berisikan tentang gambaran kebahagiaan dari pengantin tersebut. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Suka Cita

Jalan-jalan ke taman bermain
Pulangnya membeli es kelapa muda
Ayah pulang membawa mainan
Hatiku bersorak gembira

Duka Cita

Jenis puisi lama yang kebalikan dari suka cita karena isinya merupakan kesedihan ataupun duka yang sangat mendalam. Pantun duka cita biasanya akan membahas tentang kemiskinan, nasib keturunan, kematian dan lain sebagainya. Berikut contohnya :

Contoh Pantun Duka Cita

Ada kaki, ada tangan
Ada kepala, ada rambut
Hati ini sedih bukan main
Melihat angka merah di rapot

Perubahan zaman membuat pantun digantikan oleh lagu dengan berbagai genre, oleh karena itu sebisa mungkin untuk tetap menjaga kelestariannya. Ke desa menggembala sapi, siangnya ditemani kelapa muda. Hei kamu yang membaca tulisan ini, jangan lupa belajar ya!

Nah alhamdulillah akhirnya pembahasan kita kali ini telah selesai, mulai dari pengertian pantun menurut para ahli, ciri-ciri, jenis-jenis dan contohnya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan kumpulan contoh pantun di atas bisa anda jadikan sebagai referensi dalam membuat pantun sendiri.

Leave a Comment