Apa itu Paragraf ? Pengertian, Fungsi, Ciri dan Jenisnya

apa itu paragraf
apa itu paragraf

Apa itu paragraf? Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan paragraf? Baik, berikut adalah pengertian paragraf, fungsi paragraf, ciri-ciri paragraf, jenis-jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama, berdasarkan fungsi dan berdasarkan isi paragraf.

Dalam sebuah tulisan biasanya terbagi atas beberapa bagian. Bagian yang dimaksud adalah pembukaan, penjelasan hingga penutup. Masing-masing bagian tentunya terdapat beberapa rangkaian kalimat yang saling berkaitan satu sama lain. Rangkaian kalimat inilah yang disebut sebagai paragraf.

Pengertian Paragraf

pengertian paragraf
pengertian paragraf

Tahukah kamu apa itu paragraf?

Secara umum, pengertian paragraf adalah rangkaian dari kalimat-kalimat yang tersusun secara terstruktur serta terdapat ide pokok pembahasan. Paragraf bisa juga disebut sebagai alinea dan terbagi menjadi beberapa macam. Pembagian tersebut bisa berdasarkan dengan letak gagasan utama, fungsi hingga isinya.

Untuk mengetahui apa itu paragraf kamu juga harus simak pengertian paragraf menurut para ahli di bawah ini, agar kamu benar-benar paham apa yang dimaksud dengan paragraf. Yuk langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Paragraf Menurut Para Ahli

pengertian paragraf menurut para ahli
pengertian paragraf menurut para ahli
Pengertian Paragraf Menurut Para Ahli

Gorys Keraf

Gorys Keraf berpendapat bahwa pengertian paragraf adalah kesatuan dari pikiran yang lebih luas dibandingkan dengan kalimat. Alinea dapat disebut sebagai himpunan atau rangkaian dari beberapa kalimat yang saling berhubungan untuk membentuk suatu gagasan.

Akhaidah dkk

Akhaidah dkk berpendapat bahwa pengertian paragraf adalah sebuah pikiran yang dituangkan dengan dukungan kalimat yang terdapat pada alinea tersebut. Baik itu kalimat utama, kalimat pengenal, kalimat penjelas maupun kalimat penutup. Kalimat tersebut saling berhubungan satu sama lain dan membentuk suatu gagasan.

Ramlan

Pengertian paragraf menurut Ramlan adalah salah satu bagian dari karangan yang tersusun atas beberapa kalimat. Dalam kalimat tersebut berisikan informasi penting, termasuk ide pokok yang dijadikan sebagai poin utama atau pengendali dari sebuah tulisan.

Lamddin Finoza

Beliau berpendapat bahwa pengertian paragraf adalah gabungan dari beberapa kalimat yang membentuk satuan bentuk bahasa. Gabungan kalimat tersebut akan berisikan banyak informasi.

S. Amran Tasai dan Arifin

Menurut keduanya pengertian paragraf adalah rangkaian dari kalimat yang berisi atau membahas tentang gagasan atau topik tertentu. Kalimat dalam alinea tersebut memiliki ikatan satu sama lain untuk membentuk gagasan baru. Dapat disimpulkan bahwa alinea merupakan kesatuan pikiran yang tersusun dari beberapa kalimat.

Fungsi Paragraf

fungsi paragraf
fungsi paragraf

Nah dengan membaca pengertian paragraf di atas, maka setidaknya kita sudah tahu apa itu paragraf? maka, bahasan kita selanjutnya yaitu mengenai fungsi paragraf. apa saja fungsi paragraf? Yuk simak berikut ini.

Fungsi Paragraf
  • Dijadikan sebagai kalimat pengantar suatu tulisan ataupun gagasan utama dari penulis.
  • Membantu penulis dalam mengembangkan topik utama yang akan dibahas dengan menjabarkannya melalui beberapa alinea.
  • Membantu penulis dalam memunculkan ide gagasan baru yang masih berhubungan dengan gagasan utama tulisan tersebut.
  • Memudahkan pembaca dalam mencerna informasi dari tulisan yang sedang dibaca karena biasanya alinea memiliki 3-4 kalimat.
  • Sebagai tempat untuk mencurahkan pemikiran dari penulis yang ditulis secara logis dan beberapa dapat dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri Paragraf

ciri-ciri paragraf
ciri-ciri paragraf
Ciri-ciri Paragraf

Memiliki Gagasan Utama

Salah satu ciri paragraf adalah selalu memiliki gagasan utama yang ingin disampaikan melalui rangkaian kalimat yang ditulis oleh penulis. Gagasan utama biasanya berada pada awal tulisan, tengah ataupun akhir tulisan.

Terdapat Kalimat Penjelas

Selain memiliki gagasan utama, dalam sebuah paragraf juga terdapat kalimat penjelas ataupun kalimat pengembang. Kalimat tersebut memiliki fungsi untuk memperjelas atau menyampaikan gagasan utama yang dimaksud.

Minimal 2 Baris

Adapun yang dimaksud disini adalah dalam setiap alinea, setidaknya terdapat 2 baris kalimat. Suatu tulisan tidak dapat disebut sebagai alinea apabila hanya terdapat 1 kalimat panjang yang mencapai 2 baris.

Jenis-jenis Paragraf

jenis-jenis paragraf
jenis-jenis paragraf

Membahas mengenai jenis-jenis paragraf telah kami kelompokkan kedalam 3 jenis, yang pertama yakni paragraf berdasarkan letak kalimat utama, yang kedua yaitu berdasarkan fungsi paragraf dan yang ketiga yaitu berdasarkan isi dari paragraf.

A. Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama

Berdasarkan letak kalimat utama paragraf di bagi menjadi 4 jenis. Namun sebelum lanjut, kamu harus memahami apa itu kalimat utama dan penjelas, yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya. Jika sudah paham, mari kita bahas mengenai jenis-jenis paragraf yang lengkap beserta contohnya. Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Paragraf Deduktif

paragraf deduktif
paragraf deduktif

Apa itu paragraf deduktif ? tahukah kamu apa yang di maksud dengan paragraf deduktif? jika belum, kali ini kami akan bahas mengenai pengertian paragraf dan contoh paragraf deduktif singkat, yang mudah-mudahan bisa membantu kamu dalam memahami paragraf deduktif.

1. Pengertian Paragraf Deduktif
pengertian paragraf deduktif
pengertian paragraf deduktif

Pengertian paragraf deduktif adalah salah satu jenis paragraf yang cara pengembangannya dengan menggunakan pola deduksi. Pola deduksi ini memiliki arti bahwa paragraf tersebut diawali dengan penjabaran hal yang umum, kemudian akan menyebar menjadi hal yang lebih khusus. Biasanya Kamu dapat mudah mengenalinya, karena kalimat utamanya terletak di awal paragraf.

2. Ciri-ciri Paragraf deduktif

Ciri-ciri paragraf deduktif adalah letak ide pokok berada di awal paragraf. Selain itu, ide pokok dalam paragraf deduktif terbuat dari pernyataan yang sifatnya umum dan diikuti dengan pemaparan yang lebih khusus.

3. Contoh Paragraf Deduktif Singkat
contoh paragraf deduktif
contoh paragraf deduktif

Berikut adalah contoh-contoh paragraf deduktif yang dapat kamu simak dibawah ini.

Contoh Paragraf Deduktif #1

Internet memiliki manfaat yang banyak bagi manusia. Saat ini internet sangat mudah untuk diakses, dengan mengakses internet kita dapat mencari dan mendapatkan informasi dengan sangat cepat. Selain menjadi media untuk memperoleh informasi, internet juga dapat dimanfaatkan manusia untuk berkomunikasi dengan siapa saja menggunakan media sosial.

Contoh Paragraf Deduktif #2

Disiplin merupakan masalah yang saat ini sering terjadi di sekolah. Hal ini disebabkan oleh siswa-siswi yang datang ke sekolah terlambat. Persoalan mengenai kedisiplinan ini selanjutkan menjadi bahan rapat komite sekolah dan menghasilkan peraturan bahwa siswa yang terlambat datang ke sekolah lebih dari 10 menit akan disuruh untuk lari keliling lapangan lima keliling.

Paragraf Induktif

paragraf induktif
paragraf induktif

Apa yang dimaksud dengan paragraf induktif ? untuk memahami paragraf induktif, pertama kamu harus mengetahui arti paragraf induktif itu sendiri. Yang mana kita akan bahas langsung mengenai pengertian paragraf induktif di sini beserta dengan jenis-jenis kalimat induktif dan contoh paragraf induktif singkat. yang mudah-mudahan bisa membantu kamu dalam memahami paragraf induktif.

1. Pengertian Paragraf Induktif
pengertian paragraf induktif
pengertian paragraf induktif

Pengertian paragraf induktif adalah salah satu jenis paragraf yang cara pengembangannya dengan cara pola induksi. Pola induksi yaitu kalimat pertama akan menjelaskan hal yang bersifat khusus, kemudian akan disimpulkan menjadi hal yang bersifat umum. Jadi, paragraf induktif ini merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir dari paragraf.

Pola pengembangan dari paragraf induktif ini juga bisa dilakukan dengan generalisasi, sebab akibat, akibat sebab, dan analogi.

2. Ciri-ciri Paragraf Induktif

Ada beberapa ciri-ciri paragraf induktif yang dapat Kamu ketahui, yakni adalah kalimat pertama yang terdapat dalam paragraf berisi penjelasan yang bersifat hal khusus. Kemudian, penjelasan yang bersifat khusus digeneralisasikan pada akhir paragraf.

Sebelum kalimat utama, kalimat penjelas berupa rincian khusus, fakta, contoh, atau bukti yang akan menjelaskan kalimat utama pada akhir paragraf.

3. Jenis-Jenis Kalimat Induktif
jenis-jenis kalimat induktif
jenis-jenis kalimat induktif

Dalam paragraf induktif, terdapat beberapa jenis kalimat induktif yang dapat digunakan dalam pembuatan paragraf induktif. Jenis-jenis kalimat induktif tersebut, yaitu:

Jenis-jenis Kalimat Induktif

a. Paragraf Generalisasi

Pertama yaitu paragraf generalisasi di mana paragraf ini akan menjelaskan hal yang bersifat khusus di awal paragraf, kemudian kalimat diarahkan menjadi sebuah kesimpulan yang bersifat umum. Kamu tidak perlu bingung lho ya, kesimpulan pada paragraf ini didapatkan dari kalimat-kalimat yang bersifat khusus yang ada sebelumnya.

b. Paragraf Sebab-Akibat

Paragraf sebab akibat ini adalah paragraf yang memiliki kesimpulan yang didapatkan dari kalimat sebelumnya yang menjelaskan hal khusus atau sebab yang terdapat di awal paragraf, kemudian diakhiri dengan akibat yang merupakan hal umum.

c. Paragraf Akibat-Sebab

Paragraf akibat-sebab ini merupakan kebalikan dari jenis paragraf sebab-akibat. Pada jenis paragraf ini, kesimpulan paragraf akan didapatkan dengan menarik sebuah kalimat yang bersifat umum dan merupakan sebab dari akibat-akibat yang telah dijelaskan di awal paragraf.

d. Paragraf Analogi

Terakhir yaitu paragraf analog, di mana paragraf ini dikembangkan dengan menggunakan pola deduksi. Maksud dari pola deduksi yang digunakan ialah topik utama dari paragraf ini berisikan perbandingan dari dua hal yang memiliki kesamaan. Kesimpulan dari paragraf analogi didapatkan dari kesamaan yang dimiliki oleh dua hal yang dibandingkan tersebut.

3. Contoh Paragraf Induktif Singkat
contoh paragraf induktif
contoh paragraf induktif

Berikut adalah contoh-contoh paragraf induktif yang dapat kamu simak di bawah ini.

Contoh Paragraf Induktif #1

Kanker paru adalah penyakit yang sering menyerang para perokok aktif maupun perokok pasif. Hal ini disebabkan oleh asap rokok yang dihasilkan oleh orang yang merokok dan di dalam asap tersebut terdapat zat-zat yang berbahaya bagi tubuh manusia, seperti nikotin dan tar. Sehingga, anjuran dan gerakan untuk berhenti merokok harus digalakkan oleh semua masyarakat.

Contoh Paragraf Induktif #2

Marni memiliki hobi dalam mata pelajaran seni, terutama seni lukis. Marni sampai saat ini telah mendapatkan banyak prestasi dan penghargaan dari hasil lukisan yang ia buat dan dilombakan. Banyak guru yang ada di sekolahnya percaya bahwa memang Marni layak mendapatkan penghargaan tersebut. Oleh karena itu, pihak sekolah mendukung Marni setiap saat lomba.

Contoh Paragraf Induktif #3

Pelukis yang hebat akan menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh siapapun yang melihatnya. Imajinasi dari pelukis akan ditumpahkan dalam kanvas yang kemudian menciptakan karya indah dengan penuh makna. Maka, imajinasi merupakan hal yang paling penting bagi seorang pelukis.

Paragraf Campuran

paragraf campuran
paragraf campuran

Bahasan kita selanjutnya yaitu mengenai paragraf campuran, mulai dari pengertian paragraf campuran dan contoh paragraf campuran. Yuk langsung saja simak pembahasannya tentang apa itu paragraf campuran di bawah ini.

1. Pengertian Paragraf Campuran
pengertian paragraf campuran
pengertian paragraf campuran

Pengertian paragraf campuran adalah paragraf yang diawali dengan menyampaikan ide pokok (kalimat utama) pada awal dan akhir paragraf.

Cara membuat paragraf campuran yaitu menggunakan pengembangan dari pola deduksi-induksi, di mana pola pengembangan yang digunakan ialah menjelaskan kalimat utama yang kemudian diselingi dengan beberapa kalimat penjelas, setelah itu di akhir paragraf akan ditarik sebuah kesimpulan yang merupakan bagian kalimat penjelas dari kalimat utama.

Bisa juga dikatakan bahwa paragraf campuran adalah jenis paragraf yang memiliki dua kalimat utama.

2. Ciri-ciri Paragraf Campuran

Paragraf campuran memiliki ciri-ciri yaitu memiliki pola penulisan umum-khusus-umum-khusus (berupa kesimpulan). Kalimat utama di awal paragraf adalah kalimat pembuka, sementara kalimat utama yang berada di akhir paragraf adalah simpulan dan menekankan ide pokok yang ada di kalimat utama pada awal paragraf. Oleh karena itu, terdapat pengulangan di awal dan akhir.

3. Contoh Paragraf Campuran Singkat
contoh paragraf campuran
contoh paragraf campuran

Berikut adalah contoh-contoh paragraf campuran yang dapat kamu simak di bawah ini.

Contoh Paragraf Campuran #1

a. Zaman sekarang, olahraga lari semakin populer dikalangan masyarakat. Lari memiliki manfaat yang bagus bagi tubuh kita. Salah satu manfaat dari lari adalah memperlancar peredaran darah dan menjaga metabolisme tubuh. Olahraga lari juga tidak memerlukan alat-alat yang susah didapatkan. Maka, tidak salah lagi jika olahraga lari semakin digemari oleh banyak orang.

Contoh Paragraf Campuran #2

b. Air adalah sumber kehidupan yang merupakan kebutuhan yang sifatnya wajib bagi manusia. Jika akses menuju air bersih sulit, coba bayangkan, manusia akan merasa kesusahan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhannya, seperti minum, mandi, dan lainnya. Oleh karena itu, air adalah hal yang diberikan perhatikan khusus karena keberadaannya yang penting.

Contoh Paragraf Campuran #3

c. Banyak wanita yang menyukai bunga dibandingkan dengan pria. Bunga sering dikaitkan dengan simbol kecantikan dan kelembutan hati wanita. Hal tersebut disebutkan ketika seminar mengenai bunga mawar yang diadakan di gedung seni. Maka, tidak heran jika penyuka bunga banyaknya adalah kaum wanita.

Paragraf Ineratif

paragraf ineratif
paragraf ineratif

Tahukah kamu apa itu paragraf ineratif?

Paragraf Ineratif adalah salah satu jenis paragraf dimana di awal tulisan terdapat beberapa kalimat penjelas, barulah terdapat gagasan utama dari tulisan tersebut dan diakhiri dengan kalimat penjelas lagi. Dapat disimpulkan bahwa jenis paragraf ineratif memiliki gagasan utama yang berada di tengah-tengah tulisan. Tidak jarang pula jenis tulisan ini membuat beberapa orang salah dalam menentukan gagasan utamanya.

B. Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsi

Yang kedua yakni jenis paragraf berdasarkan fungsinya, yang mana telah kami ketahui 3 jenis paragraf berdasarkan fungsinya yaitu pembuka, penghubung, dan penutup. Yuk simak penjelasannya berikut ini.

1. Paragraf Pembuka

Salah satu jenis paragraf yang terdapat di awal sebuah tulisan. Fungsi dari alinea pembuka adalah sebagai pengantar sebuah tulisan. Tujuannya adalah agar pembaca dapat mengetahui topik utama yang akan dibahas dalam tulisan tersebut.

2. Paragraf Penghubung

Sesuai namanya, alinea penghubung berada di tengah-tengah tulisan. Fungsinya adalah untuk menghubungkan antara 1 alinea dengan alinea lainnya untuk membentuk suatu kesatuan tulisan. Bisa juga disebut sebagai penghubung antara pokok utama dengan kalimat penutup.

Alinea penghubung biasanya berisikan tentang isi atau pokok pembahasan dari tulisan tersebut. Segala sesuatu yang berkaitan dengan isi tulisan itulah yang terdapat pada alinea penghubung.

3. Paragraf Penutup

Sesuai dengan namanya, jenis paragraf ini berada di akhir sebuah tulisan. Fungsinya tidak lain adalah sebagai penutup atau mengakhiri tulisan tersebut. Biasanya berupa kesimpulan, saran ataupun ringkasan dari topik pembahasan yang ditulis sebelumnya.

C. Jenis Paragraf Berdasarkan Isi

Yang ketiga yaitu jenis paragraf berdasarkan isinya. apa saja itu? berikut adalah 5 jenis paragraf berdasarkan isinya : deskripsi, narasi, argumentasi, persuasi dan eksposisi.

1. Paragraf Deskripsi

Salah satu jenis paragraf yang biasanya berisikan tentang gambaran suatu objek ataupun subject tertentu yang tersusun atas rangkaian kalimat yang rapi dan terstruktur disebut dengan teks deskripsi. Seorang penulis akan membuat pembacanya seolah-olah dapat mendengar, melihat bahkan merasakan apa yang dibacanya.

Adapun cirinya adalah selalu menggambarkan atau mengilustrasikan berbagai macam hal, termasuk benda mati, tempat hingga suasana yang melibatkan indra pengelihatan. Gambaran tersebut biasanya berisikan tentang warna, ukuran, bentuk, keadaan dan lain sebagainya secara detail.

2. Paragraf Narasi

Narasi merupakan jenis paragraf yang berisikan tentang rangkaian cerita atau peristiwa yang ditulis secara runtut sesuai dengan kronologi kejadian. Ciri khas dari jenis paragraf ini adalah memiliki konflik, alur cerita, setting, penokohan hingga gagasan utama yang tidak tetap. Perlu diketahui bahwa narasi terbagi menjadi 2 macam, yaitu narasi sugestif dan ekspositoris.

Narasi sugestif adalah tulisan yang isinya berdasarkan dari imajinasi penulis. Sedangkan narasi ekspositoris merupakan tulisan yang berisi tentang rangkaian kejadian atau perbuatan yang penyampaiannya informatif.

3. Paragraf Argumentasi

Argumentasi diambil dari kata “argumen” yang memiliki makna ide atau gagasan dari seorang penulis yang didasari oleh bukti dan fakta nyata. Tujuan dari argumentasi tidak lain adalah untuk meyakinkan pembaca terhadap informasi ataupun pendapat yang dibaca tersebut ada kebenarannya.

Ciri dari argumentasi adalah di setiap pendapat yang dituliskan selalu didasari dengan fakta atau bukti nyata yang ada. Ide atau informasi yang dituliskan biasanya didapatkan dari penelitian ataupun pengamatan seorang penulis dan diakhiri dengan kesimpulan.

4. Paragraf Persuasi

Tujuan dari persuasi adalah mempengaruhi atau membujuk seseorang yang membaca tulisan tersebut untuk melakukan suatu hal yang bergantung pada isi tulisan. Dalam hal ini seorang penulis akan menyertakan fakta dan beberapa bukti agar tulisan menjadi lebih kuat dalam mempengaruhi pembaca.

Adapun cirinya adalah ide atau gagasan utamanya murni dari pemikiran penulis itu sendiri, namun beberapa juga dari pemikiran atau sumber lain. Data fakta yang dilampirkan tujuannya adalah untuk menghindari konflik yang terjadi bagi pembaca.

5. Paragraf Eksposisi

Eksposisi merupakan jenis paragraf yang berisikan tentang penjelasan, mengajarkan atau menerangkan suatu topik tertentu dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca. Dengan membaca paragraf eksposisi, wawasan seseorang diharapkan dapat bertambah.

Ciri dari eksposisi adalah untuk menjelaskan atau menuliskan langkah-langkah atau metode tertentu yang dituliskan menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami dan infromatif. Dalam tulisan tersebut biasanya mencakup jawaban dari pertanyakan 5W 1H.

Sebelum kamu menulis sebuah tulisan, alangkah baiknya mengetahui tujuan tulisan tersebut dibuat. Kamu juga perlu memikirkan bagaimana cara menyampaikannya agar pembaca mengetahui pokok utama pembahasan tersebut.

Nah itulah pembahasan kita kali ini, mulai pengertian paragraf, fungsi paragraf, ciri-ciri paragraf, jenis-jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama, berdasarkan fungsi dan berdasarkan isi paragraf. Yang mudah-mudahan penjelasan yang lengkap di atas bisa membuat kamu tahu apa itu paragraf secara detail.

rizki
Manusia biasa yang terus berjuang untuk memperbaiki diri