Efek Rumah Kaca

Rumah kaca memang dapat membuat suhu ruangan menjadi hangat. Namun, tahukah kamu jika efek rumah kaca dapat menyebabkan global warming? Karena banyaknya gas rumah kaca salah satunya karbon dioksida, membuat meningkatkan lapisan atmosfer menipis.

Pengertian Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca adalah fenomena terjadinya panas matahari yang terperangkap oleh atmosfer bumi. Sehingga menimbulkan gas berbahaya ke atmosfer yaitu karbon dioksida. Karbon dioksida dapat membuat panas matahari tertahan dan terperangkap dalam atmosfer. Sehingga suhu di bumi menjadi naik secara signifikan.

Seharusnya sinar matahari yang dipancarkan ke bumi pada siang hari membuat bumi menjadi hangat. Pada malam hari, bumi menjadi dingin. Namun yang terjadi sekarang justru panas yang dipantulkan terperangkap oleh gas rumah kaca, sehingga membuat bumi selalu hangat bahkan dari tahun ke tahun selalu panas di bumi selalu meningkat.

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

Bumi mempunyai atmosfer yang dilapisi oleh empat lapisan. Lapisan paling atas bumi yaitu termosfer, mesosfer, stratosfer dan troposfer. Lapisan tersebut mempunyai peran masing-masing dalam melindungi bumi khususnya dari panasnya sinar matahari.

a. Dari sinar matahari yang dipancarkan, 35% radiasi tersebut tidak sampai ke bumi, dengan pembagian pada lapisan termosfer, mesosfer dan stratosfer terdapat gelombang pendek yaitu beta, alfa dan gamma. Sisa radiasi tersebut dipantulkan ke luar angkasa.

b. Sisa radiasi 65% masuk ke dalam lapisan troposfer atau lapisan paling bawah bumi. Radiasi tersebut dalam bentuk:

  1. 14% radiasi diserap oleh debu, uap air dan juga molekul gas.
  2. 51% radiasi sampai ke permukaan bumi berupa radiasi langsung 35%, radiasi difus 14% dan juga radiasi inframerah.

c. Sinar inframerah diserap oleh gas rumah kaca. Gas rumah kaca sendiri dihasilkan dari berbagai sumber, salah satunya pembangkit energi dan transportasi. Gas tersebut menjadi uap air, karbon dioksida, O3 dan metana. Sehingga sinar inframerah terperangkap dalam gas tersebut dan menyebabkan suhu di permukaan bumi naik.

Penyebab Efek Rumah Kaca

Penyebab terjadinya efek rumah kaca, tidak lain karena adanya gas berbahaya yang merusak lapisan atmosfer. Gas rumah kaca tersebut dapat berkontribusi pada pemanasan global. Gas rumah kaca disebabkan karena aktivitas manusia, yaitu penggunaan kendaraan atau alat transportasi yang berlebihan, pembangkit listrik dan sebagainya.

Gas rumah kaca yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca di antaranya uap air, metana, karbon dioksida, ozon, nitrous oxide, dan juga CFC atau HFC. Gas tersebut memang diperlukan untuk menyeimbangkan suhu di bumi. Namun, karena revolusi industri, gas rumah kaca semakin meningkat dan berpengaruh pada lapisan atmosfer.

Gas rumah kaca sendiri disebabkan karena aktivitas manusia, di antaranya:

1. Pembakaran Hutan

Tumbuhan merupakan komponen yang paling penting bagi bumi. Namun, banyak pohon di hutan bumi yang dibakar dan ditebang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab secara ilegal, sehingga membuat gas CO2 semakin meningkat.

2. Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Penggunaan minyak bumi dan batu bara yang berlebihan dapat menyebabkan polusi udara. Jika polusi udara semakin buruk, maka dapat merusak lapisan atmosfer karena gas rumah kaca semakin meningkat. Gas tersebut dihasilkan karena pembakaran fosil pada kendaraan atau alat transportasi.

3. Pencemaran Air

Efek rumah kaca juga dapat disebabkan karena pencemaran air. Laut dapat menyerap gas CO2, sehingga dapat mengurangi kadar gas berbahaya. Namun, karena banyaknya limbah cair, dan padat yang dibuat ke sungai dan laut, air menjadi tercemar. Sehingga membuat ekosistem laut menjadi mati dan laut tidak dapat menyerap gas rumah kaca kembali.

4. Penggunaan Pupuk

Dalam pupuk terdapat gas rumah kaca yang berbahaya yaitu Nitrous Oxide. Gas ini dapat merusak atmosfer. Sehingga penggunaan pupuk harus diperhatikan khususnya untuk industri pertanian dalam skala besar.

5. Limbah Tambang

Penyebab lainnya adalah pertambangan seperti pabrik semen, batu bara, minyak bumi, dan sebagainya menghasilkan gas CO2 yang cukup besar. Sehingga dapat menyebabkan meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer.

6. Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga seperti sampah, saluran pembuangan mengandung gas berbahaya seperti metana dan CO2. Jika limbah tersebut dibuang ke sungai, atau lingkungan dengan sembarangan dapat menyebabkan pencemaran air dan udara.

7. Peternakan

Selain itu, gas metana juga dapat dihasilkan dari kentut dan kotoran sapi loh? Dalam sistem pencernaan sapi terdapat bakteri pengurai selulosa. Sehingga kotoran dan kentut sapi dapat menghasilkan gas metana dan karbon dioksida di udara.

Dampak Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca dapat menyebabkan berbagai dampak negatif berikut ini.

1. Global warming atau Pemanasan Global

Dampak yang paling terasa di kehidupan sehari-hari yaitu suhu di bumi semakin meningkat, hal itu ditandai dengan adanya perubahan iklim dan cuaca yang ekstrim. Pemanasan global sangat membahayakan makhluk hidup dan ekosistem di bumi.

2. Kutub Mencair

Bumi mempunyai kutub utara dan selatan yang dilapisi oleh bongkahan es. Jika suhu bumi semakin panas, maka dapat membuat es di kutub mencair. Jika es tersebut mencair, maka dapat menutupi daratan di bumi dan menghilangkan ekosistem.

3. Daratan Tertutup Air Laut

Air laut akan semakin tinggi dan dapat menutupi daratan, jika es di kutub utara atau selatan mencair. Sehingga banyak daerah yang hilang menjadi pantai. Hal tersebut membuat manusia dan makhluk hidup harus mencari tempat lain yang lebih tinggi.

4. Laut Semakin Asam

Efek rumah kaca dapat membuat air laut semakin asam. Hal itu disebabkan karena gas rumah kaca tidak dapat diserap oleh laut, justru mengubah rasa air laut. Jika air laut asam, hal itu dapat mengganggu ekosistem laut, sehingga menyebabkan terumbu karang bisa mati dan musnah.

5. Lapisan Ozon Berkurang

Meningkatnya gas rumah kaca dapat membuat lapisan ozon semakin tipis bahkan berlubang. Lapisan ozon melindungi bumi dari sinar matahari, jika lapisan tersebut menipis maka sinar UV yang datang dapat membahayakan makhluk hidup di bumi.

Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca

Mulailah mencintai alam dan lingkungan dari hal yang mudah, di antaranya:

1. Hemat Penggunaan Listrik

Untuk mengurangi gas CO2, kamu bisa turut andil dengan mengurangi penggunaan listrik. Gunakan listrik sesuai kebutuhan. Jangan menyalakan listrik jika tidak dibutuhkan, karena hal ini dapat mengurangi gas karbon dioksida di udara.

2. Mengganti Pupuk Kimia dengan Pupuk Organik

Penggunaan pupuk memang dapat menghasilkan panen yang melimpah. Namun jika pupuk yang digunakan mengandung nitrous oxide dapat membahayakan atmosfer, maka para petani dapat menggantinya dengan pupuk organik. Pupuk organik juga dapat meningkatkan hasil panen kok, bahkan dapat ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

3. Penggunaan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Penggunaan panel surya dapat menjadi alternatif untuk bahan bakar yang ramah lingkungan. Kamu bisa beralih menggunakan bahan bakar tersebut untuk mengurangi polusi udara dan tetap dapat menggunakan kendaraan dengan nyaman.

4. Pengolahan Limbah

Penumbang efek rumah kaca terbesar adalah limbah, terutama limbah peternakan. Sehingga untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, para peternak dapat mengolah limbah menjadi bahan bakar pengganti fosil yaitu biogas.

5. Reboisasi

Penanaman pohon di hutan yang gundul adalah cara paling tepat untuk mengurangi gas rumah kaca. Hal itu disebabkan karena tumbuhan mampu mengolah gas CO2 menjadi gas O2 yang bermanfaat bagi makhluk hidup.

Tinggalkan komentar