Past Perfect Tense

Past perfect tense yang menjelaskan suatu kejadian di masa lampau sangat penting untuk dipelajari. Kamu bisa menggunakan bentuk tense ini pada pelengkap suatu kalimat ketika menjelaskan kejadian. Aksi yang dijelaskan terjadi pada suatu masa yang lampau namun aksi tersebut terjadi ketika hal atau kejadian lainnya sedang berlangsung.

Untuk membuat tense yang baik dan benar maka terdapat rumus, pengertian, juga penggunaan yang harus dilakukan. Verb yang digunakan menjadi kunci jika semua kalimat yang akan dibuat bisa menjadi lebih jelas. Hal ini dilakukan agar pembaca atau pendengar bisa membedakan bentuk tense yang diungkapkan. Setiap verb dan subject yang digunakan bisa memberikan pengaruh bagi setiap kalimat.

Pengertian Past Perfect Tense

Tense ini menjadi pengungkap dari sebuah aksi yang telah selesai di masa yang lalu namun sebelum aksi atau kejadian lainnya terjadi. Terdapat sebuah kata kerja yang digunakan dan berbeda dengan bentuk tense lainnya. Penggunaan auxiliary verb akan dijadikan sebagai pelengkap pada bentuk kalimat yang akan dibangun dengan bentuk past tense atau masa yang lampau.

Hal yang membedakan antara bentuk tense ini dengan bentuk past lainnya adalah kejadiannya yang mungkin untuk terjadi berulang kali. Kemungkinan hal tersebut untuk terjadi kembali sangatlah besar meskipun hanya sekali. Beberapa jenis teks atau kalimat yang biasanya menggunakan tense ini adalah conditional sentence 2 dan pembuatan beberapa report text yang sifatnya alamiah.

Cara Membuat Rumus

Untuk membuat sebuah past tense dalam bentuk perfect di pastikan jika kamu akan membutuhkan auxiliary verb. Bentuk verb ini menjadi penjelas dan yang membedakan antara jenis tense yang sedang dibahas dengan yang lainnya. Untuk auxiliary verb yang digunakan disini adalah has dan juga past participle dengan verb had. Penggunaannya juga harus diperhatikan dengan lebih seksama.

Verb yang dimasukan kedalam kalimat dibentuk untuk menjelaskan subject yang singular atau pun plural. Bagian past participlenya akan selalu ditabahkan akhiran tertentu pada setiap verbnya. Diantaranya dengan penambahan d, t, n, ed, en, dan juga ne. Semua bagian ini dibentuk dengan base atau bentuk yang regular verb. Hal itu karena dalam irregular verbnya tidak terlalu membangun.

a. Rumus pada bentuk kalimat positif:
S + Had + Past participle dalam bentuk Verb3, contoh:

  • My dog had eaten a pasta.
  • My mom had cooked.
  • They had left.
  • She had worked.

b. Rumus pada bentuk kalimat negative:
S + Had + Not + Past participle dalam bentuk Verb3, contoh:

  • My dog had not eaten a pasta.
  • My mom had not cooked.
  • They had not left.
  • She had not worked.

c. Rumus pada bentuk kalimat interrogative:
Had + S + Past participle dalam bentuk Verb3, contoh:

  • Had my dog eaten a pasta?
  • Had my mom cooked?
  • Had they left?
  • Had she worked?

Dengan penggunaan rumus yang benar maka setiap kalimat yang dibangun akan memiliki kejelasan. Terutama untuk memerhatikan bagian subject dan verb3 yang digunakan. Jangan lupa untuk menyisipkan had pada setiap kalimat yang dibuat agar menjadi ciri dari pembuatan tense ini. Terdapat perbedaan posisi pada bentuk positif, negative, dan interrogative pada contoh di atas.

Fungsi dan Contohnya

1. Penggunaan pada ekspresi suatu aksi yang terjadi di masa yang lalu namun telah selesai terjadi sebelum kejadian lainnya di masa yang lampau tersebut. Jenis subordinate conjunction yang digunakan pun berbeda sebagai berikut:

a. Pembuatan dengan bentuk after After (sisipkan simple past tense + after + dan past perfect tense).

b. Pembuatan dalam bentuk Before, by the time, kemudian when (menggunakan past perfect tense + before/by the time/when + ditambahkan dengan simple past tense).
Penambahan preposition prior to dan juga before sering digunakan pada bentuk sinonim. contoh kalimat:

  • When she left last night, the pasta had full = ketika dia pergi semalam, pastanya sudah penuh.
  • The teacher has gotten a punishment before the headmaster were left = guru tersebut mendapatkan hukuman sebelum kepala sekolah meninggalkan tempat.
  • I had already finished my exam by the time the teached called my name = saya telah selesai mengerjakan ulangan saya ketika guru memanggil nama saya.
  • Prior to the world peace treaty, United Nation had been created in 1945 = sebelum perjanjian perdamaian dunia, United Nation telah dibuat pada tahun 1945.

2. Penggunaan untuk menunjukan seringnya suatu hal terjadi di masa yang lampau. Penggunaan dari adverbial verb number akan diterapkan pada segi keterangan waktu. Yang akan membangun kalimat dengan lebih jelas:

a. Twice/once time + before + kemudian simple past tense/participle:
Twice before getting ready = dua kali sebelum siap, once time before I cooked this pasta = satu kali sebelum saya memasak pastanya.

b. Every year/every month/every day:
Every week until the last exam = setiap minggu sampai ujian akhir, every day until it disappeared = setiap hari sampai itu hilang.

  • They had dated twice before killed = mereka telah melakukan date selama dua kali sebelum terbunuh.
  • Siber had been to the office every day until November = Siber telah pergi ke kantor setiap hari sampai bulan November.

3. Untuk membuat sebuah reported speech yang digunakan setelah kata berikut:

a. Said
b. Asked
c. Told
d. Wondered
e. dan thought

  • She said that she had walked carefully through the corner = Dia mengatakan bahwa dia telah berjalan dengan penuh hati-hati melalui sudut.
  • I looked he had climbed carefully the mountain = saya melihat dia telah menaiki gunung dengan hati-hati.
  • I tought she had improved to be a better employee = saya piker dia telah berkembang menjadi pekerja yang lebih baik.
  • He talked that he had married to a woman he loved= = dia mengatakan bahwa dia telah menikah dengan wanita yang dicintainya.

4. Bentuk ekspresi dari sebuah harapan atau impian yang belum tersampaikan. Dibuat dengan conditional sentence 3 dan rumus berikut:

If + dengan past perfect tense + Would/Should/Could/Might + Have + kemudian past participle.

Contoh:

  • If I had remembered to called you, you would have seen my performance = jika saya ingat untuk menelepon mu, maka kamu akan melihat pertunjukan saya.
  • Steve would have been the same class with me if he had worked harder = Steve akan berada di kelas yang sama dengan saya jika dia bekerja lebih keras.
  • If she loved me, She would never broke me down = jika dia mencintai saya, maka dia tidak akan pernah membuat saya terjatuh.

Tinggalkan komentar