Pakaian Adat Bali

Pakaian adat Bali – Siapa yang tak kenal Bali? Hampir semua orang di dunia pasti tahu pulau yang begitu populer dengan keindahan alam dan budayanya ini. Mengapa Bali bisa begitu populer? Salah satu hal yang membuat Bali menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia adalah masyarakatnya yang masih menjaga tradisi dan pakaian adat Bali.

Kamu bahkan bisa menemukan penduduk lokal Bali yang terbiasa mengenakan pakaian adat setiap hari. Mereka biasa memakai baju adat saat sembahyang, bekerja, pesta pernikahan, hari raya, dan bahkan saat ke sekolah. Tahukah Kamu kalau baju adat khas Bali ini ternyata beragam tergantung fungsi dan tingkatannya? Mau tau apa saja pakaian adat Pulau Dewata?

Jenis-Jenis Pakaian Adat Bali

Setidaknya Kamu akan menemukan 3 jenis pakaian adat Bali dan beberapa aksesoris tambahan saat berada di pulau ini. Kamu juga tidak bisa sembarangan menggunakan 3 jenis pakaian ini. Kamu harus tahu fungsi dan juga bagaimana bentuk pakaian adat di Bali seperti:

1. Payas Agung

Sama seperti namanya “Agung”, pakaian adat ini memang berkesan spesial dan mewah. Payas Agung adalah pakaian adat Pulau Bali yang khusus dipakai pasangan pengantin di hari pernikahan mereka. Payas Agung ini memiliki perpaduan warna merah, putih, dan gold. Pengantin wanita juga biasanya menggunakan mahkota besar dengan warna gold.

Pengantin laki-laki juga mengenakan mahkota khusus yang bentuknya mirip udeng. Namun udeng ini lebih mewah dengan perpaduan ukiran warna gold dan alas kain berwarna merah terang. Pengantin laki-laki di Bali sambil mengenakan payas agung juga biasanya mengenakan keris yang diselipkan di pinggang belakang, gelang, dan bawahan dari kain songket mewah.

Ternyata orang yang bisa memakai pakaian adat Bali Payas Agung ini bukan hanya pasangan pengantin yang asli berasal dari Bali saja. Kini Payas Agung juga sudah bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin melangsungkan pernikahan di Pulau Dewata dengan konsep tradisional Bali. Jadi kalau Kamu ingin pesta pernikahan yang mewah nan klasik, pakai saja baju ini.

2. Payas Madya

Pakaian adat Bali ini lebih fleksibel penggunaannya dibandingkan dengan Payas Agung. Baju Payas Madya ini bisa Kamu gunakan untuk aktivitas sehari-hari. Aturan penggunaan baju adat ini juga tidak terlalu ketat. Artinya, Kamu masih bisa mengkreasikannya dengan berbagai aksesoris yang sesuai. Warna dan juga coraknya juga masih bisa dipilih sesuai keinginan.

Baju atasan Payas Madya untuk pria umumnya berupa jas berkerah tinggi dan berkancing. Warna-warna netral seperti putih yang melambangkan kesucian umat Hindu biasa digunakan sebagai kain Payas Madya. Bagian bawahan baju adat ini harus menggunakan kain kamen (sejenis kain sarung) yang diikatkan dengan ikat pinggang.

Wanita bisa mengenakan atasan dari bahan kain yang fleksibel. Biasanya wanita menggunakan kain bentuk kemben. Bagian bawahan Payas Madya untuk wanita harus dari kain kamen yang diikatkan dengan ikat pinggang besar. Wanita biasanya juga mengenakan selendang yang warnanya senada dengan kain kamen sebagai bentuk identitas pakaian adat.

3. Payas Alit

Kamu bisa menemukan pakaian adat jenis Payas Alit ini dengan mudah di Bali. Masyarakat Hindu di Bali biasa menggunakannya untuk upacara keagamaan atau sembahyang sehari-hari. Kalau Kamu penasaran seperti apa bentuk pakaian Payas Alit, maka Kamu bisa berkunjung ke pura di Bali ya. Jangan hanya berkunjung ke pantai-pantainya saja, hahaha.

Baju Payas Alit biasanya berwarna putih yang melambangkang kesucian. Laki-lakinya menggunakan atasan yang disebut baju safari. Desain baju safari umumnya seperti kemeja biasa, namun dengan kancing baju berwarna gold besar dan kerah tinggi. Pada bagian kanan-kiri ada saku. Baju ini bisa dibuat lengan panjang atau pendek sesuai keinginan.

Baju safari biasa dipakai dengan kain kamen yang dililitkan, kemudian diikat dengan selendang khas Bali. Laki-laki juga harus mengenakan ikat kepala udeng bersama dengan baju adat ini. Pada bagian telinga laki-laki juga diselipkan bunga kamboja putih saat upacara adat.

Para perempuan mengenakan kebaya khas Bali dengan bentuk yang beraneka ragam. Kebaya bisa dibuat dar kain tipis (sejenis tile transparan) yang terbuka di bagian pundak. Kebaya Bali juga bisa dibuat dari kain satin tipis satu warna. Bawahan baju adat ini adalah kain kamen yang dililitkan dan diikat dengan selendang sebagai ikat pinggang.

Wanita di Bali juga biasa mengikat dan menyanggul rambut mereka saat upacara keagamaan. Selain itu, para wanita juga menyematkan bunga kamboja putih di atas telinga dan juga beras di kedua pelipis mereka. Jadi jika Kamu berada di Bali, jangan heran kalau Kamu tiap saat akan ketemu dengan penduduk lokal yang menggunakan pakaian Payas Alit ini ya.

4. Sanggul Khas Bali

Tahukah Kamu bahwa para wanita di Bali harus menggunakan 3 jenis sanggul yang berbeda sesuai dengan status mereka? Sanggul dalam budaya Bali dikenal dengan sebutan Pusung. Bagi wanita yang sudah menikah harus mengenakan Pusung Tagel. Bagi wanita yang belum menikah harus menggunakan Pusung Gonjer, dan janda harus memakai Pusung Podgala.

5. Selendang

Para perempuan di Bali dalam kesehariannya harus menggunakan selendang yang bernama Senteng. Selendang ini disampirkan di bahu wanita. Ternyata pemakaian selendang ini punya ajaran filosofis yang mendalam loh. Selendang Bali merupakan pengingat bagi wanita tentang ajaran dharma.

Wanita Bali harus selalu mengingat ajaran agamanya. Selain itu mereka juga harus bisa mendidik anak-anaknya agar selalu patuh terhadap orang tua. Sangat menarik bukan? Selendang ini juga bisa dipakai sebagai pengganti pakaian adat lengkap saat umat Hindu Bali akan melakukan sembahyang.

6. Udeng

Salah satu ciri khas laki-laki asli Bali adalah keseharian mereka yang menggunakan mahkota kepala yaitu udeng. Mahkota ini dibuat dari kain khas Bali dan ditali membentuk simpul unik. Udeng bukan hanya dipakai untuk pesta pernikahan, hari raya Hindu, hingga sembahyang di pura saja. Pria Bali juga memakai udeng saat mereka bekerja sehari-hari.

7. Kebaya

Perempuan Bali sudah biasa mengenakan kebaya sejak mereka kecil. Bahkan di hari-hari tertentu, mereka harus menggunakan kebaya saat pergi ke sekolah. Kini ada beragam desain kebaya yang digunakan oleh perempuan Bali. Mayoritas kebaya-kebaya ini dibuat dari kain tile transparan untuk menunjukkan sisi cantik dari perempuan Bali.

Selendang dari kain besar yang diikatkan tepat di pinggang adalah ciri khas kebaya Bali. Umumnya kebaya ini menampilkan lekuk tubuh bagian tangan, atas dada, dan bahu pemakainya. Tapi Kamu juga harus tau bahwa perempuan Bali harus mengenakan kebaya dengan desain yang sopan, rapi, dan bersih saat akan sembahyang di pura.

Budaya Pulau Dewata yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini adalah salah satu magnet kuat untuk mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara. Dan Kamu pun bisa ikut serta memajukan pariwisata dengan membeli pakaian adat Bali sebagai oleh-oleh keluarga di rumah. Harganya tak mahal kok, pasti uang saku liburan Kamu cukup untuk membelinya.

Tinggalkan komentar