Pakaian Adat Maluku

Pakaian adat Maluku – Masyarakat Maluku memeluk 2 agama besar yaitu Islam dan Kristen sejak zaman penjajahan. Adanya banyak kebudayaan yang berkumpul menjadi 1 membuat Maluku memiliki kekayaan budaya yang cukup unik. Salah satunya ditunjukkan dari pakaian adat Maluku. Pakaian ini merupakan bentuk peninggalan kerajaan Ternate dan Tidore.

Pakaian adat Kepulauan Maluku yang resmi adalah baju cale atau kain salele. Kain ini cukup tebal dan berwarna merah cerah. Biasanya baju adat ini juga dihias dengan pola garis-garis emas atau perak. Laki-laki dan perempuan akan mengenakan kain salele dengan motif yang sama. Tapi tetap ada perbedaan item baju yang dipakai antara laki-laki dan perempuan.

[su_heading size=”30″]Jenis-Jenis Pakaian Adat Maluku[/su_heading]

1. Baju Adat Pria Maluku

Baju cale untuk kaum laki-laki di Kepulauan Maluku terdiri dari outer jas yang berwarna merah terang. Jas ini dihias dengan sulaman benang emas membentuk motif garis-garis. Jas ini dilengkapi dengan kemeja putih di bagian dalam. Laki-laki biasa memadukan jas ini dengan celana hitam atau warna senada dengan jas dan sepatu pantofel agar terlibat lebih gagah.

Baju cale biasa digunakan oleh mempelai laki-laki. Pada masa kerajaan, baju cale hanya bisa digunakan oleh kalangan bangsawan dan juga keluarga kerajaan. Karena memang tampilan baju cale yang sangat mewah dengan berbagai aksen ornamen emasnya. Baju cale adalah baju kebesaran Maluku.

2. Baju Adat Wanita Maluku

Baju cale untuk wanita jauh lebih rumit dibandingkan dengan yang dipakai oleh laki-laki. Wanita Maluku mengenakan baju cale yang menyerupai kimono panjang berwarna merah terang. Kimono ini dihiasi dengan renda-renda bentuk bunga berwarna emas. Wanita menggabungkan kimono ini dengan outer berwarna putih.

Pada bagian pinggang, wanita Maluku biasa mengenakan selendang putih tipis yang diikatkan melingkar. Selain itu, wanita Maluku juga mengenakan berbagai aksesoris tambahan seperti:

  1. Konde adalah hiasan kepala yang berwarna perak atau emas. Konde di wilayah Maluku lebih dikenal dengan sebutan haspel. Wanita akan mengenakan tusuk konde yang berjumlah 7 buah dan dipasang melingkari sanggul rambut.
  2. Kak kuping adalah aksesoris yang berbentuk menyerupai bunga berjumlah 4 buah. Kak kuping ini dipasang di sebelah konde.
  3. Bunga ron adalah hiasan kepala yang bentuknya menyerupai bunga dan dipakai bersama dengan konde. Hiasan bunga ron terbuat dari gabus atau papeceda. Bunga ron ini dipasang dengan cara dilingkarkan pada konde wanita.
  4. Sisir konde adalah aksesoris yang membuat konde tidak jatuh saat dikenakan. Sisir ini juga menjaga agar tatanan rambut tetap rapi.
  5. Kain lenso adalah aksesoris sejenis sapu tangan yang ditempelkan di pundak dengan peniti. Ternyata sapu tangan ini adalah hasil dari pengaruh masuknya kebudayaan Belanda di Maluku.

3. Kebaya Putih

Selain baju cale, masyarakat juga punya pakaian adat Maluku lain yang digunakan untuk acara berbeda. Salah satunya adalah kebaya putih dengan desain lengan panjang. Zaman dulu, kebaya ini hanya boleh dikenakan oleh bangsawan wanita, guru, dan juga anggota kerajaan. Kebaya putih ini dipakai bersama dengan rok berwarna merah terang.

Ada beberapa aksesoris lain yang digunakan bersamaan dengan kebaya putih. Para wanita biasa mengenakan tusuk konde, kancing di bagian depan baju, kancing di pergelangan tangan, hiasan bordir, sanggul bulang, dan juga alas kaki berupa sandal berwarna putih.

Kebaya putih ini sebenarnya sering sekali digunakan dalam keseharian wanita Maluku. Mereka biasa menggunakannya untuk pergi ke pesta pernikahan, menghadiri upacara adat, dan juga biasa dipakai saat event-event kesenian tertentu di Maluku. Pemakaianya juga cukup luwes bisa memadukan kebaya ini dengan berbagai aksesoris lain sesuai keinginan.

4. Kebaya Hitam

Jika di wilayah lain Kamu bisa mengenakan kebaya hitam untuk berbagai acara, misalnya ke pesta pernikahan. Maka di wilayah Maluku kebaya hitam punya fungsinya tersendiri. Kebaya hitam biasa dipakai oleh wanita untuk pergi beribadah ke gereja. Kebaya hitam untuk wanita ini dibuat berlengan panjang. Kebaya juga dipadukan dengan rok hitam polos yang sederhana.

Bagi kaum laki-laki, saat akan pergi ke gereja mereka menggunakan sejenis outer berwarna hitam. Outer ini dipadukan dengan celana hitam polos dan juga baju kemeja putih polos. Aksesoris yang biasa digunakan saat akan pergi ke gereja adalah canela hitam, kain lenso, dan kaos kaki putih.

5. Baniang Putih

Baniang putih adalah pakaian adat yang dipakai oleh masyarakat di Maluku Tengah. Baniang putih hanya dipakai oleh kaum pria saja. Baniang ini berbentuk seperti kemeja yang berkerah bundar. Baniang dilengkapi dengan kancing putih. Baniang biasa dipakai untuk dalaman jas atau baju cale.

Pada masa kini, banyak masyarakat Maluku yang cinta terhadap adat dan budayanya menggunakan kemeja baniang putih untuk aktivitas sehari-hari, bukan hanya terbatas pada upacara adat semata. Kamu pun saat berkunjung ke Maluku bisa membeli oleh-oleh baju baniang putih. Baju ini bisa digunakan untuk pergi ke kantor ataupun ke pesta pernikahan.

6. Kebaya Dansa

Budaya luar masuk ke Maluku saat masa penjajahan. Tak heran jika di wilayah ini juga ada budaya tarian dansa layaknya di negara-negara Eropa. Bedanya, tarian dansa hanya dipentaskan saat ada pesta rakyat seperti pernikahan, pesta panen, dan lain sebagainya. Kebaya dansa ini bentuknya sangat sederhana.

Bagi kaum laki-laki, mereka mengenakan baju seperti kemeja berleher bundar tanpa kancing. Bahannya adalah kain berwarna merah cerah dengan hiasan sulaman benang emas motif bunga-bunga kecil. Bagi kaum perempuan, mereka menggunakan kebaya putih tipis dan juga kain tenun dengan warna merah mengkilap.

Laki-laki saat akan berdansa biasanya menggunakan celana yang warnanya senada dengan outer jas yang digunakan. Mereka juga melengkapi penampilan dengan sepatu pantofel. Sedangkan para wanita akan menghias rambut mereka dengan tatanan sanggul sederhana dan memakai sepatu flat.

7. Kebaya Nona Rok

Seperti namanya, pakaian adat Maluku ini berbahan dasar kain brokat halus berwarna putih. Kebaya ini dipadukan dengan rok bermotif bunga-bunga berwarna merah terang dengan aksen gold. Biasanya, baju nona rok akan dikenakan lengkap dengan sanggul, ikat pinggang berwarna perak, dan juga tusuk konde.

Aksesoris yang digunakan pada baju nona rok ini hampir sama dengan baju cale. Tapi baju nona rok ini jauh lebih sederhana dengan pakem/ketentuan yang tidak terlalu mengikat. Baju ini biasa dikenakan oleh perempuan atau laki-laki saat menghadiri upacara adat atau pesta. Sedangkan baju cale biasa digunakan oleh pasangan mempelai pengantin yang akan menikah.

Wilayah kepulauan ini memang memiliki perpaduan budaya yang cukup unik. Tak heran jika pakaian adat Maluku juga terlihat begitu istimewa. Pemilihan bahan untuk baju adat pun sangat bagus dan berkualitas. Jadi saat Kamu mamakainya, Kamu pasti akan langsung merasa seolah-olah Kamu adalah seorang bangsawan dari tanah Maluku, haha.

Tinggalkan komentar