Linking Verbs

Bahasa Inggris mempunyai banyak hal yang menarik untuk diulas. Salah satu materi yang membuat penasaran dan tidak kalah penting untuk dipelajari adalah linking verbs atau kata kerja penghubung. Tentu kamu sudah pernah mendengar istilah yang satu ini. Yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa jauh pemahaman kamu tentang materi tersebut?

Meskipun kata kerja penghubung relatif mudah untuk dipahami, bukan berarti kamu bisa menyepelekan materi ini lho. Salah-salah kamu justru membuat kesalahan yang fatal saat menyusun kalimat. Yuk, belajar lagi tentang kata kerja penghubung. Simak pembahasan lengkap berikut ini.

Pengertian Linking Verbs

Dari namanya, mungkin kamu mengira bahwa linking verbs merupakan sebuah kata yang dapat dimaknai sebagai aksi yang dilakukan oleh subyek. Eits… ternyata pemahaman tersebut keliru. Menurut pengertiannya, kata kerja penghubung merupakan kata kerja yang menghubungkan antara subyek dengan informasi lain mengenai subyek tersebut.

Dengan kata lain, verbs ini tidak menunjukkan aksi apapun karena mereka hanya berfungsi untuk menghubungkan subyek dengan bagian kalimat yang lain. Terdapat banyak sekali macam kata kerja penghubung, namun yang paling lazim digunakan adalah verb be dan turunannya.

Dari pengertian tersebut, kata kerja penghubung terkesan sederhana bukan? Tapi jangan salah. Linking verb adalah bagian penting dari sebuah kalimat agar kalimat tersebut utuh dan mudah dipahami. Tanpa adanya verb ini, maka antara subyek dan complement tidak mempunyai hubungan.

Macam Linking Verbs

Dari sekian banyak macam linking verb, segala bentuk ‘be’ adalah yang paling sering digunakan. Kamu bisa menemukan kata kerja penghubung ini dengan mudah, seperti is, am, are, was, were, been, has been, are being, dan lain sebagainya. Tidak hanya mudah ditemukan, linking verbs tersebut juga cukup sederhana dan tidak membuat kamu pusing saat menggunakannya. Hehe…

Contoh:

  • She is a doctor
  • I am happy to be here.
  • They were the most popular group at that time.

Beberapa kalimat tersebut menunjukkan bahwa linking verb dapat menghubungkan subyek dengan elemen kalimat berikutnya. Doctor adalah noun; large adalah adjective; the most populer group adalah frase yang terdiri dari adjective dan noun.

Adapun jenis lain dari kata kerja penghubung adalah verb of being dan verb of sensation. Verb of being adalah kata kerja yang menunjukkan keadaan seperti appear, remain, prove, grow, turn, continue, dan lain sebagainya. Sedangkan verb of sensation menyatakan sesuatu yang berkaitan dengan panca indera. Yang termasuk verb of sensation adalah feel, smell, look, taste, dan sound.

Contoh:

  • The decor appears weird when they put the garland on the ceiling. → verb of being
  • I don’t know why the issue remains talked by many people. → verb of being
  • Mr. Smith is happy that his business continues to grow. → verb of being
  • This soup tastes really good. → verb of sensation
  • His voice sounds like a broken cassette record. → verb of sensation

Cara Membedakan Linking Verbs dan Action Verbs

Linking verb tidaklah sesederhana yang kamu kira lho! Tidak percaya? Saat mempelajari linking verbs, bisa jadi kamu terkecoh dengan action verbs. Dalam bahasa Inggris terdapat ambiguitas antara linking dan action verbs, terutama verbs of sensation dan verbs of being seperti yang disampaikan sebelumnya. Keduanya terlihat sama tapi mempunyai arti berbeda. Simak contoh berikut ini.

  • Your body smells like strawberry. → linking verb
  • Can you smell this perfume? → action verb

Cari kedua contoh tersebut, smell dapat digunakan sebagai kata kerja penghubung dan action verbs sehingga berpotensi menimbulkan kerancuan. Ketika dipakai sebagai linking verb, maka smell dapat diterjemahkan sebagai ‘tercium’. Sedangkan smell untuk action verb diterjemahkan sebagai ‘mencium’. Contoh lain adalah sebagai berikut.

  • This spaghetti tastes different. → linking verb
  • You need to taste this spaghetti. → action verb

Pada kalimat pertama, tastes berfungsi sebagai linking verb dan dapat diterjemahkan sebagai ‘terasa’. Sedangkan kalimat kedua menggunakan taste sebagai action verb yang berarti ‘merasakan’. Dari beberapa contoh di atas, kamu bisa membedakan linking dan action verbs dengan mudah.

Begitu juga dengan to be yang tidak selalu berfungsi sebagai linking verb. Simak contoh perbedaan berikut ini.

  • Jane is a nice girl. → linking verb
  • Thomas is crossing the river. → progressive

Tips & Trik Membedakan Linking Verbs dan Action Verbs:

Kamu bingung untuk membedakan antara linking verbs dan action verbs? Sebenarnya ada cara mudah untuk mendeteksi apakah kata kerja tersebut menyatakan action atau sebagai penghubung. Kamu hanya perlu mengganti kata kerja tersebut dengan ‘be’. Apabila kalimat tersebut tampak logis, maka verb yang digunakan berfungsi sebagai linking verb.

Contoh:

  • This steak tastes delicious → This steak is delicious (kalimat logis, taste sebagai linking verb)
  • They taste the steak → They are the steak (kalimat tidak logis, taste sebagai action verb)

Contoh Linking Verbs

Untuk lebih memahami kata kerja penghubung, tentu kamu membutuhkan contoh penerapan linking verbs dalam kalimat. Tidak perlu khawatir. Di bawah ini kamu akan menemukan berbagai contoh kalimat sehingga kamu lebih terbiasa dengan kata kerja penghubung. Selamat menyimak!

  • My brother is a professional singer. (Kakak saya adalah penyanyi profesional)
  • They are the students who win the science competition. (Mereka adalah siswa yang memenangkan kompetisi sains)
  • We were too late, so the teacher did not allow us to come in. (Kami sangat terlambat sehingga guru tidak mengizinkan kami masuk)
  • Don’t be careless when you are driving. (Jangan sembrono saat kamu sedang mengemudi)
  • The view looks mesmerizing with lush hills and white sand beaches. (Pemandangan sangat mempesona dengan bukit yang hijau dan pantai pasir putih)
  • This pasta tastes spicier so I cannot finish it. (Pasta ini terasa lebih pedas sehingga aku tidak bisa menghabiskannya)
  • I love my new towel that feels so soft on my skin. (Aku menyukai handuk baruku yang terasa begitu lembut di kulit)
  • That woman appears excited to join the trip. (Wanita itu nampak bersemangat untuk bergabung dengan perjalanan ini)
  • The music sounds terrible with screams and screaks. (Musik itu terdengar mengerikan dengan teriakan dan pekikan)
  • This food smells really good. (Makanan ini tercium begitu sedap)
  • Their love story remains in our heart. (Kisah cinta mereka tetap ada di hati kami)
  • The company continues to expand even though Mr. Hoffman has resigned. (Perusahaan tetap berkembang meskipun Pak Hoffman telah mengundurkan diri)
  • The leaves turn yellow before falling. (Dedaunan berubah menjadi kuning sebelum gugur)
  • Mr. Johansson proved guilty after the officer examine the evidence. (Pak Johansson terbukti bersalah setelah petugas memeriksa bukti)
  • The driver acted careless so he was fired. (Sopir bertindak ceroboh sehingga dia dipecat)

Tinggalkan komentar