Kerukunan Umat Beragama : Pengertian, Contoh Perilaku

Kerukunan Umat Beragama – Negara Kesatuan Republik Indonesia dikenal kemajemukannya, baik dalam suku, bahasa, kebudayaan, hingga agama. Bangsa kita dikenal sebagai masyarakat multikultural yang bisa membaur satu sama lain. Memang tidak bisa dipungkiri, perbedaan tersebut berpotensi terjadinya konflik antar golongan. Oleh karena itu, kerukunan umat beragama sangat krusial untuk dipahami.

Bagaimanapun juga, keanekaragaman tersebut merupakan anugerah dari Sang Pencipta. Maka sudah seharusnya kita saling menghargai satu sama lain. Untuk lebih memahami kerukunan antar umat beragama, simak ulasannya berikut ini yuk.

Apa yang dimaksud dengan Kerukunan Umat Beragama?

Sebelum membahas lebih jauh, Anda perlu memahami pengertian kerukunan antar umat beragama itu sendiri. Kerukunan umat beragama merupakan keanekaragaman umat beragama yang berinteraksi berdasarkan toleransi, saling menghormati, memahami, dan saling bekerja sama dalam kehidupan masyarakat.

Pemerintah telah mengusung konsep kerukunan antar umat beragama dengan istilah “Tri Kerukunan”. Konsep ini diciptakan untuk membentuk kehidupan masyarakat beragama yang rukun dan saling toleransi. Bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak etnis, suku, budaya, dan agama ini memang membutuhkan konsep tersebut agar kerukunan dapat tercipta.

Masyarakat multikultural memang rentan terjadi konflik yang dipicu pihak tidak bertanggung jawab. Kekacauan biasanya terjadi karena adanya provokator dalam suatu golongan. Keberagaman suku, budaya, dan agama di Nusantara memang tidak terbentuk secara instan. Melainkan melalui berbagai proses hingga berkembangnya kebudayaan yang semakin maju.

Maka, tak heran jika sejak zaman dahulu sudah banyak peninggalan budaya dan kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah.

Cara Menciptakan Kerukunan Umat Beragama

  1. Memperkuat pondasi internal kerukunan antar umat beragama. Dengan demikian, keharmonisan pun akan tercipta baik antar umat beragama maupun dengan pemerintah.
  2. Harmonisasi persatuan nasional agar mendorong setiap umat beragama untuk hidup rukun dan berjiwa sosial.
  3. Menciptakan suasana kebersamaan dengan mengimplementasikan sikap toleransi.
  4. Membangun suasana yang kondusif ketika umat beragama melakukan penghayatan dan pengamalan agama.
  5. Memantapkan pendalaman beragama agar memahami esesnsi hidup beragama perlu bersikap rukun.
  6. Melakukan eksplorasi secara menyeluruh mengenai pentingnya nilai sosial dan kemanusiaan. Meskipun masyarakat bersifat plural dan multikultural.
  7. Menjadikan keanekaragaman sebagai pedoman melaksanakan prinsip sosialisasi dan politik untuk mencontohkan keteladanan.
  8. Melakukan pendalaman terhadap nilai-nilai spiritual dan mengimplementasikannya kepada nilai Ketuhanan.
  9. Melaksanakan ajaran agama agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
  10. Mengedepankan rasa cinta dan saling menyayangi dalam kehidupan beragama.
  11. Menghilangkan rasa saling curiga terhadap pemeluk agama yang berbeda.
  12. Menciptakan suasana kerukunan yang menenangkan tanpa terpengaruh faktor-faktor tertentu yang memicu konflik.
  13. Menyadari bahwa perbedaan merupakan anugerah sehingga dapat mempererat tali persaudaraan di tanah air.

Strategi Membangun Kerukunan Umat Beragama

1. Peran Pembina Formal dan Nonformal

Pemerintah sebagai pembina formal utama sudah sepatutnya melakukan sosialisasi mengenai pentingnya hidup dalam kerukunan. Begitu pula dengan pembina nonformal seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pembinaan penting dilakukan agar masyarakat bisa saling menghargai perbedaan yang ada.

2. Sikap Mental Masyarakat

Masyarakat di tanah air begitu heterogen, baik dalam segi suku, budaya, maupun agama. Oleh karena itu, upaya menciptakan kehidupan yang rukun tidak hanya dilakukan oleh pihak tertentu. Masyarakat perlu ikut diberdayakan agar memiliki sikap mental dan implementasi nilai keagamaan yang tepat. Tingkat kedewasaan berpikir juga berpengaruh agar tidak terjadi sikap intoleran dan primordial.

3. Penjabaran dan Sosialisasi

Peraturan pemerintah mengenai kerukunan hidup beragama perlu dijabarkan dan diperkenalkan secara meluas ke masyarakat. Tidak hanya pada lingkup tertentu, melainkan ke seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahpahaman atas peraturan yang berlaku. Penerapan peraturan perlu ditaati baik oleh aparat maupun masyarakat.  Hal ini untuk menghindari disinformasi dan salah pengertian antar sesama umat beragama.

4. Mengadakan Wadah Musyawarah

Upaya menciptakan kehidupan yang rukun antar umat beragama juga perlu dijembatani dengan wadah musyawarah. Hal ini sebagai solusi awal ketika adanya ketegangan sehingga munculnya suatu konflik.

Memahami Esensi Toleransi Antar Umat Beragama

Apa itu toleransi beragama? Toleransi berarti sikap lapang dada seseorang dalam beragama. Ia menghormati dan tidak menganggu setiap pemeluk agama untuk melaksanakan ibadah. Setiap ajaran agama memiliki ketentuannya tersendiri dalam beribadah. Oleh karena itu, tidak boleh ada pemaksaan dari pihak manapun, bahkan dari keluarga sekalipun.

Esensi toleransi mencakup permasalahan manusia terhadap apa yang diyakini. Hal ini berhubungan dengan nilai Ketuhanan yang masing-masing diyakini umat beragama. Dengan demikian, setiap peribadatan memang memiliki sistem dan caranya tersendiri. Pemeluk agama pun memegang tanggung jawab untuk menjalankan peribadatan sesuai akidahnya.

Oleh karena itu, toleransi antar kehidupan beragama merupakan perwujudan sikap keberagaman suatu pemeluk agama. Hal ini dilakukan demi terwujudnya kemaslahatan umum dalam kehidupan masyarakat.

Bagaimana Wujud Kerukunan Beragama dalam Ajaran Islam?

Masyarakat yang bersifat plural, membuat kita sering menemui perbedaan dalam hal beragama. Tak jarang, pandangan-pandangan baru pun bermunculan. Meski demikian, hal tersebut bukan menjadi alasan untuk bangsa ini terpecah belah.

Dalam ajaran Islam, setiap pemeluk agama memiliki posisi yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. Agama Islam mengajarkan bahwa sebuah keyakinan tidak bisa dipaksakan. Oleh karena itu,  adanya perbedaan bukanlah alasan terciptanya permusuhan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah dibujuk oleh petinggi suku Quraisy untuk bertoleransi. Masing-masing umat beragama bergantian menjalankan ritual agama, satu hari menyembah tuhan orang Quraisy, hari berikutnya kembali ke ajarannya. Hal tersebut jelas ditentang Rasulullah, hingga turun Surah Al-Kafirun ayat 1-6.

Konsep toleransi yang ditawarkan suku Quraisy saat itu merupakan kesalahan. Hakikat toleransi pada dasarnya memberikan kebebasan dan membiarkan setiap pemeluk agama menjalankan syariat ibadahnya. Hal ini tidak boleh dicampuri kepercayaan lain yang cenderung dipaksakan pihak lain.

Contoh Sikap yang Menunjukkan Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan antar umat beragama pada dasarnya bisa dilakukan baik salam satu agama, maupun dengan pemeluk agama lain. Berikut beberapa contohnya yang bisa Anda ikuti :

1. Kerukunan dalam Satu Agama

  • Bertetangga dengan ramah dan sopan.
  • Mengikuti acara keagamaan yang diadakan, baik formal maupun nonformal.
  • Mengadakan kegiatan buka puasa bersama.
  • Saling memaafkan ketika melakukan kesalahan.
  • Menjalankan ibadah sesuai syariat agama.
  • Tolong-menolong dalam kebaikan.
  • Menjaga silaturahmi agar tali persaudaraan tidak terputus.
  • Menghindari konflik yang bisa memicu perpecahan.
  • Menjaga hubungan sosial yang baik antar sesama.
  • Mempererat tali persaudaraan dengan penuh kebersamaan.
  • Mengajak kepada perbuatan yang baik dan sesuai perintah agama.
  • Gotong royong ketika membangun tempat ibadah.

2. Kerukunan Antar Agama

  • Tidak mengejek atau mengucapkan hal yang tidak pantas terhadap syariat agama lain.
  • Bersatu dalam perbedaan demi menciptakan perdamaian.
  • Melakukan gotong royong menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
  • Tidak mencela baik secara langsung maupun lewat media sosial.
  • Tidak melakukan pemaksaan untuk memeluk agama tertentu.
  • Saling membantu ketika dalam kesulitan.

Menciptakan kehidupan yang rukun dan terhindar dari konflik merupakan salah satu kunci hidup yang tenang. Meski berada dalam masyarakat yang multikultural dengan beragam kepercayaan, kita tidak boleh mudah terpancing isu tidak sedap. Oleh karena itu, ulasan dan contoh kerukunan antar umat beragama di atas bisa kita ikuti untuk menciptakan kedamaian.

Tinggalkan komentar