Review Kodak Smile, Kamera Instan yang Sederhana dan Efektif

pastiguna.com – Kualitas cetaknya memang tidak sebagus kamera instan lainnya, namun Kodak Smile memiliki keunggulan dalam hal kemudahan penggunaan dan harga. Jika Anda mencari kamera instan yang pas di saku Anda di bawah Rp. 1,5 jutaan, pilihlah Kodak Smile.

Spesifikasi Kodak Smile

Spesifikasi
Jenis/Ukuran Foto: Zink (2 x 3 inci)
Ukuran kamera: 4,8 x 3,1 x 0,9 inci
slot microSD: ya
Aplikasi Smartphone: Tidak
Berat: 16 ons
Baterai: Kira-kira. 40 putaran (bawaan)

Kelebihan

  • + Mudah digunakan
  • + Desain yang cerdas
  • + Harga bagus

Kekurangan

  • – Mulai lambat
  • – Hanya kualitas cetak

Dengan kamera instan generasi baru yang muncul beberapa tahun terakhir, Anda bisa menikmati nostalgia foto cetak sekaligus menambah kebaikan era digital. Beberapa dari perangkat instan ini terlalu pintar, tetapi Kodak Smile seharga Rp. 1,5 jutaan memberikan keseimbangan yang baik antara yang lama dan yang baru.

Desain Kodak Smile

Desain Kodak Smile

Desain yang cerdas dan sederhana. Smile Camera Kodak memiliki mekanisme geser yang menyenangkan yang menghidupkan dan membuka kamera untuk membuka lensa dan kontrol. Fitur ini juga membantu memastikan bahwa perangkat tidak sengaja dihidupkan di dalam saku Anda.

Satu-satunya masalah saya adalah dibutuhkan waktu sekitar 9 detik agar kamera siap untuk memotret. Layar LCD kecil berwarna di bagian belakang menunjukkan pratinjau waktu nyata, masa pakai baterai, status lampu kilat, dan apakah ada kertas di dalamnya atau tidak. Kamera ini jauh lebih responsif daripada Kodak MiniShot yang lebih tua.

Bagian slide-out Smile berisi beberapa tombol untuk menavigasi menu kamera dan mencetak foto. Di sini Anda dapat menambahkan filter, batas, dan menyesuaikan pengaturan (misalnya jika Anda ingin menyalakan lampu kilat). Saya suka bahwa Anda dapat menyetel apakah kamera secara otomatis mencetak foto setelah pemotretan atau tidak.

Dengan ukuran 4,8 x 3,1 x 0,9 inci, Smile adalah ukuran yang bagus untuk kamera instan. Ini tidak setipis Canon Ivy Cliq + (4,8 x 3,2 x 0,8 inci), tetapi jauh lebih tipis daripada Fujifilm Instax mini LiPlay (4,8 x 3,2 x 1,4 inci), yang terlalu licin untuk dimasukkan ke dalam saku.

The Smile hadir dalam warna hitam dengan aksen putih (membosankan), putih dengan aksen kuning, atau merah dengan aksen pink.

Kualitas Foto Kodak Smile

Mengingat bahwa Smile seolah-olah merupakan produk Kodak, agak ironis karena tidak menggunakan kertas foto asli seperti yang dilakukan kamera Instax Fujifilm, melainkan menggunakan teknologi Zinc untuk membuat kamera lebih seperti printer mini.

Saya tidak terkesan dengan kamera Zink generasi sebelumnya, karena cetakannya kurang jelas dan warnanya tidak akurat dibandingkan dengan kamera instan yang menggunakan kertas foto asli.

Jelas, teknologi telah meningkat. Saya sangat terkejut dengan kualitas foto yang diambil dengan Smile. Bidikan bayi yang mengenakan jumper merah muda dan duduk di atas sprei biru itu bagus dan semarak, begitu pula foto bunga merah di bangku taman hijau. Namun, dalam kasus terakhir, detail kelopaknya hilang.

Tetap saja, cetakan Kodak Smile tidak sebagus kamera Zink lainnya. Saat mengambil foto mirip kucing putih yang berbaring di atas karpet merah muda dengan Canon Ivy Cliq, Smile cenderung membuat kucing terlihat lebih merah muda daripada putih. Foto Cliq lebih akurat warna.

Saya juga menyukai Smile yang tidak secara otomatis mencetak setiap foto yang Anda ambil. Mengingat harga kertas — satu pak berisi 50 adalah Rp. 360 ribuan — saya tidak suka membuangnya untuk gambar jelek. Saya juga senang bisa menerapkan filter (monokrom, vintage, aqua) atau menambahkan batas setelah pengambilan gambar.

Foto membutuhkan waktu 35 detik untuk dicetak, dan tidak seperti kamera Kodak sebelumnya yang memindahkan lembaran masuk dan keluar kamera beberapa kali, senyuman hanya muncul sekali.

Fitur Lainnya

Meski mengklaim mengambil foto 5 megapiksel, gambar digital yang direkam kamera hanya 854 x 640 piksel. Smile memiliki penyimpanan internal 4MB dan cocok untuk 2-3 foto. Anda akan menginginkan kartu microSD.

Selain menambahkan beberapa filter yang cukup terbatas, Anda juga dapat memotret dalam mode Photo Booth, yang menempatkan dua foto dalam satu lembar kertas. Kami juga menyukai Anda dapat menyetel flash smiley untuk aktif, nonaktif, atau otomatis.

Kodak Printomatic lama memiliki flash apakah Anda menginginkannya atau tidak. Smile dapat mengambil sekitar 40 foto sebelum diisi ulang melalui port micro USB.

Apa yang tidak akan Anda dapatkan dengan Smile adalah beberapa fitur lebih canggih yang ditemukan di kamera instan yang lebih mahal seperti Polaroid Snap Touch. Tapi kamera itu harganya sekitar $60 lebih.

Kesimpulan

Perusahaan kamera suka menjejalkan segala macam fitur baru ke dalam produk mereka. Namun selain dari harga, proposisi yang menentukan dari kamera instan adalah kesederhanaan dan kemudahan penggunaannya.

Kodak Smile seharga Rp. 1,5 jutaan memecahkan masalah ini. Ada LCD dan kemampuan untuk menyimpan dan mencetak ulang foto, tetapi teknologinya tidak mengurangi pengalaman mengambil foto dan mencetaknya beberapa detik kemudian. Bukankah itu yang Anda inginkan dari kamera instan?

Leave a Comment