Metode atau Teknik Pengambilan Sampel Penelitian [Tuntas]

Teknik pengambilan sampel adalah suatu teknik yang berfungsi untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam sebuah penelitian biasanya juga di sebut dengan teknik sampling. Nah, pertemuan kali ini akan membahas tentang metode pengambilan sampel sampai tuntas.

Dalam suatu penelitian pengambilan sampel merupakan hal yang sangat penting dan juga peneliti harus pandai-pandai dalam melihat bagaimana sampel itu? sehingga hasilnya nanti seminimal mungkin jauh dari kesalahan. Oke langsung saja simak berikut ini.

teknik pengambilan sampel
metode atau teknik pengambilan sampel

Teknik Pengambilan Sampel

Earl Babbie (1986) Prijana mengutip (2005) di dalam bukunya yang berjudul “The Practice of Social Research”, mengatakan “Sampling is the process of selecting observations” (Sampling merupakan suatu proses seleksi di dalam kegiatan observasi). Maksud seleksi di sini yaitu proses untuk memperoleh sampel.

Nah, dari pendapat di atas, maka bisa disimpulkan menjadi dua hal yaitu:

  1. Bahwa sampling adalah suatu proses untuk memperoleh sampel dari suatu populasi. Sampel di sini harus benar-benar mencerminkan populasi, maksudnya kesimpulan yang akan diangkat dari sampel adalah kesimpulan atas populasi.
  2. Masalah yang dihadapi yaitu tentang bagaimana proses untuk pengambilan sampel, dan juga berapa banyak unit analisis yang nantinya akan diambil.

Tujuan Teknik Pengambilan Sampel

Nah, Sebagaimana yang sudah dijelaskan pada sebelumnya, pengambilan sampel yang terdapat pada sebuah penelitian hanya bisa dilakukan apabila sampel merupakan sebuah keharusan. Dasar yang dipakai di dalam pengambilan sampel disebabkan oleh beberapa alasan yang bersifat konstruktif, destruktif, atau juga alasan yang seperti teknis sehingga sampel merupakan satu-satunya solusi.

Pengertian Populasi dan Sampel

populasi penelitian
pengertian populasi

Populasi Penelitian

Kata populasi (population/universe) di dalam statistik merujuk pada sekumpulan individu dengan karakteristik khas yang menjadi perhatian di dalam suatu penelitian atau pengamatan. Sugiyono menyatakan (2010: 117) “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa populasi bukan hanya orang, namun juga bisa terdiri dari objek dan benda-benda alam lainnya. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada subjek/ objek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/ sifat yang melekat pada diri subjek/ objek tersebut.

Baca Juga:  Teknik Dasar Sepak Bola yang Paling Pokok dan Pembahasannya

Pegertian Populasi Menurut Para Ahli

  1. Sekumpulan objek, orang, atau keadaan yang menjadi perhatian peneliti dan akan digunakan oleh peneliti untuk menggeneralisasi hasil penelitiannya (Fraenkel).
  2. Sekumplan objek, orang, atau keadaan yang paling tidak memiliki satu karakteristik umum yang sama (Furqon).
  3. Populasi atau universe adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. Dan satuan-satuan tersebut dinamakan unit analisis, dan dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda, dst. (Djawranto, 1994 : 420).

Pengertian Sampel

Sugiyono (2010: 118) mengatakan bahwa “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi”. Jika populasi yang diteliti sangat besar dan tidak mungkin semua individu/ objek pada populasi tersebut diteliti satu persatu, maka cukup diambil sampel dari populasi tersebut. Misalnya, seorang peneliti hendak meneliti tingkat kecerdasan manusia Indonesia. Dengan jumlah populasi yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa, tentunya tidak mungkin untuk melakukan penelitian terhadap setiap individu. Sehingga peneliti cukup mengambil sampel saja.
Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi.

Ukuran Populasi

  1. Populasi terhingga (finite population), yaitu ukuran populasi yang berapa pun besarnya tetapi masih bisa dihitung (cauntable). Misalnya populasi pegawai suatu perusahaan;
  2. Populasi tak terhingga (infinite population), yaitu ukuran populasi yang sudah sedemikian besarnya sehingga sudah tidak bisa dihitung (uncountable). Misalnya populasi tanaman anggrek di dunia.

Pengertian Teknik Sampling

Teknik sampling atau teknik pengambilan sampel adalah cara penentuan dan pengambilan sampel. Terdapat beberapa teknik sampling yang biasa dilakukan dalam penelitian pendidikan.

Jenis-jenis Teknik Sampling

  1. Sampling probabilitas,
  2. Sampling non-probabilitas.
metode pengambilan sampel
teknik pengambilan sampling

Teknik Sampling Probabilitas

Sampling probabilitas yaitu sampling yang memberikan kesempatan/peluang yang sama pada setiap individu kepada populasi agar untuk terpilih menjadi sampel sebuah penelitian. Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.

Teknik Sampling Non-Probabilitas

Sampling Non-Probabilitas adalah kebalikan dari sampling probabilitas yaitu pada sampling probabilitas, proses pemilihan sampel dikenal dengan adanya randomisasi (pengacakan). Jika dilihat berdasarkan pengertian tadi, maka harus ada proses pengacakan untuk dilakukan. Jika ciri random ini ditiadakan maka, probabilitas sampling akan menjadi kuarang sempurna.

Teknik sampling non-probabilitas adalah teknik pengambilan sample yang ditemukan sendiri oleh peneliti atau menurut pertimbangan pakar. Terdapat beberapa jenis atau metode penarikan sampel secara non-probabilitas antara lain.

metode purposive sampling
cara pengambilan sampel

Metode Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel di dalam sebuah penelitian bisa menjadi penentu kevalidan dari hasil penelitian, sebab dengan teknik pengambilan sampel sebuah penelitian yang benar, maka hasil penelitian bisa digeneralisasikan pada populasi dimana sampel itu diambil.

Baca Juga:  Teknik Dasar Permaian Bola Basket Beserta Penjelasannya [Lengkap]

Sampel merupakan bagian dari populasi. yang berarti tidak akan ada sampel bila tidak ada populasi. Populasi yaitu keseluruhan elemen atau unsur yang akan diteliti. Kegiatan penelitian yang dilakukan karena seluruh elemen dinamakan dengan sensus. Yang ideal, supaya hasil penelitiannya lebih dipercaya, seorang peneliti harus melakukan sensus. Namun karena ada sesuatu hal peneliti bisa tidak meneliti keseluruhan elemen tadi, maka yang bisa dilakukannya adalah meneliti sebagian dari keseluruhan elemen atau unsur tadi.

Metode Purposive Sampling

Purposive sampling merupakan salah salah satu teknik pengambilan sampel yang sering di pakai dalam sebuah penelitian. Menurut bahasa, porposive memiliki arti sengaja. Nah, secara sederhannya purposive yaitu metode pegambilan sampel dengan cara sengaja. Maksud dari pengertian tersebut adalah peneliti menentukan sendiri sampel yang akan di ambil sebab sudah ada pertimbangan tertentu.

Nah, apakah teknik probabilitas dan non-probabilitas bisa digabungkan? Menurut penulis, Dari kedua teknik ini tidak dapat digabungkan sebab kedua teknik ini dilihat berdasarkan pengertian dan juga syarat terjadinya sudah memiliki perbedaan. Jadi, peneliti yang melakukan penggabungan dari duak teknik ini dapat dikatakan peneliti belum memahami pengertian dari kedua teknik tersebut.

Alasan yang berkenaan dengan pengambilan sampel adalah sebagai berikut:

pengambilan sampel
cara pengambilan sampel

1. Percobaan yang bersifat merusak

Percobaan yangmemiliki sifat yang merusak membutuhkan sebuah sampel dan juga diambil seminimal mungkin supaya bisa menekan resiko selama percobaan dilakukan. Hal paling baik untuk dijadikan sebagai contoh di dalam kasus ini yaitu uji glukosa darah seseorang atau daya tahan dari hewan ternak di kabupaten Sleman terhadap kadar besi di dalam air.

Di dalam kasus ini pengujian darah dipakai seminimal mungkin selama kadar glukosa bisa diketahui sebab tentu saja akan sangat berbahaya bila mengambil dari sebagian darah pasien. Namun pada kasus hewan ternak, kemungkinan untuk mengambil satu ekor hewan ternak tidak dapat mewakili populasi sebab adanya perbedaan dari masing-masing individu hewan.

Namun, masalah ini bisa ditangani dengan mengelompokkan hewan-hewan berdasarkan makanan pokok yang dimakan oleh hewan tersebut, juga berdasarkan ketinggian, lokasi peternakan atau bahkan berdasarkan jenis hewan ternaknya. Sampel yang dipakai selanjutnya dicukupkan hingga mencapai seluruh karakteristik dari populasi.

2. Masalah Teknis Penelitian

Dalam penelitian yang bersifat psikologi jumlah sampel yang besar akan memperoleh hasil data yang lebih variatif dan juga lebih lengkap bila dibandingkan dengan jumlah sampel yang sedikit. Semakin banyak sampel yang dipakai maka semakin baik pula, namun terdapat pertimbangan yang harus dilakukan oleh peneliti untuk menghentikan jumlah sampel yang dipakai.

Hal ini juga terkait dengan masalah teknis dalam penelitian yaitu berkaitan dengan masalah dana, waktu dan juga keakuratan data. Peneliti harus jeli-jeli dalam melihat kondisi dari data yang diambil, pada waktu data mulai jenuh dengan tidak menunjukkan perubahan sama sekali maka lebih baik pengumpulan data diberhentikan sebab hanya akan menghabiskan banyak waktu, dan juga biaya.

Baca Juga:  Kata Kata Bijak Tentang Kehidupan Islam yang Indah, Cinta dan Motivasi Semangat
sampel penelitian
cara pengambilan sampel penelitian

Syarat Pengambilan Sampel

Syarat menggunakan teknik pengambilan sampel sebelum diputuskan harus mempunyai seluruh kriteria dari populasi oleh karena itu pertimbangan sebelum pengambilan sampel harus mempunyai dua kriteria yaitu:

1. Presisi

Presisi sampel adalah pertimbangan mengenai estimasi yang memiliki kemungkinan muncul di dalam pengambilan data yang disebabkan oleh sampel. Cara untuk estimasi data ini satunya yaitu dengan melihat standar deviasi dari data yang sudah ada. Sampel yang dipakai juga harus baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Contoh: rata-rata penghasilan yang terdapat di perumahan A yakni Rp 25.500.000 yang diperoleh dari dua orang sampel dengan penghasilan dari sampel O senelai Rp 50.000.000 dan sampel P senielai Rp 1.000.000. Simpulan rata-rata berdasarkan perumahan operasi matematis sudah benar, tetapi pada kajian statistik dan juga kesimpulan tentu saja salah. Penambahan jumlah sampel merupakan salah satu cara untuk memperkecil kesalahan analisis data.

cara pengambilan sampel
akurasi pengambilan sampel

2. Akurasi

Akurasi mengarah kepada sifat dan juga karakter dari sampel yang digunakan. Sebuah populasi yang homogen hanya terdapat pada kasus yang bersifat teoritik. Sifat dan juga karakter dari sampel yang diambil kadang juga tidak sama dengan keadaan populasi disebabkan pengaruh oleh banyak hal. Peneliti harus mempunyai kemampuan untuk mengetahui secara mendetail tentang  karakter dari tiap-tiap sampel yang digunakan dan juga disesuaikan dengan karakter populasi.

Ada beberapa kasus yang mungkin saja bisa mengurangi akurasi terhadap pengambilan sampel seperti kasus penelitian pada pengaruh jam belajar di luar jam sekolah di kabupaten X. Sekolah khusus seperti proyek dari pemerintah atau boarding school pastinya tidak boleh dimasukkan sebab adanya karakter berbeda dari populasi secara menyeluruh.

Nah, Alhamdulilah pembahasan kali ini tentan teknik pengambilan sampel telah sudah selesai semoga dengan kita belajar ini, kita bisa mendapatkan manfaat dari apa yang telah kita pelajari tentunya sebelum ini pasti kalian sudah belajar tentang teknik analisis data. Karena analisis data merupakan tahap sebelum pengambilan sampel.

Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan mendapatkannya, terus semangat dan juga terus belajar selagi masih di beri kesempatan untuk belajar.

Terima kasih

 

 

1 thought on “Metode atau Teknik Pengambilan Sampel Penelitian [Tuntas]

Leave a Comment