Daftar Isi Artikel
- 1 Rumah Idaman yang Ideal Menurut Islam
- 1.1 Bagaimana Cara Membangun Rumah Yang Ideal??
- 1.1.1 Tips-TIps Membangun Rumah idaman yang Ideal dan Baik
- 1.1.1.1 Rumah idaman memiliki tetangga yang baik
- 1.1.1.2 Hendaknya rumah cukup luas (tidak terlampau luas dan tidak terlampau kecil)
- 1.1.1.3 Jangan membangun rumah megah
- 1.1.1.4 Buatlah rumah yang baik
- 1.1.1.5 Rumah juga harus kuat dan aman
- 1.1.1.6 Buatlah rumah yang indah
- 1.1.1.7 Rumah idaman harus bermanfaat atau fungsional
- 1.1.1.8 WC jangan mengarah atau membelakangi arah kiblat
- 1.1.1.9 Rumah idaman harus bersih
- 1.1.1.10 Jangan menaruh patung di dalam rumah
- 1.1.1.11 Jangan memelihara anjing
- 1.1.1.12 Tanamlah pohon di rumah idaman agar teduh dan sejuk dengan niat sedekah
- 1.1.2 Silahkan Bagikan :
- 1.1.1 Tips-TIps Membangun Rumah idaman yang Ideal dan Baik
- 1.1 Bagaimana Cara Membangun Rumah Yang Ideal??
Rumah Idaman yang Ideal Menurut Islam
Rumah Idaman? Sebelum membangaun atau membeli rumah sebagai seorang muslim kita harus mengetahui bagamana rumah seorang muslim yang ideal, bahkan sekarang banyak orang muslim yang bangga terhadap desain-desain yang mewah, tetapi kebanyakan tidak memperhatihan kegunaanya.
Dalam membangun rumah yang baik, sering orang meniru gaya orang luar negeri, padahal tidak semua selaras dengan ajaran islam. Jika keliru, mungkin bisa terjerumus dalam kemusrikan karena karena mempercayai adanya kekuatan selain Allah yang bisa menyelamatkan.
Bagaimana Cara Membangun Rumah Yang Ideal??
Untuk menciptakan rumah yang ideal kita tidak perlu meniru gaya-gaya orang lain, karena dalam islam memang sangat lengkap, bahkan untuk membangun rumah yang islami, sebetulnya di dalam islam ada beberapa petunjuk untuk itu. berikut penjelansannya.
Tips-TIps Membangun Rumah idaman yang Ideal dan Baik
Rumah idaman memiliki tetangga yang baik
Tidak dapat dipungkiri, menusai tidak bisa terlepas dari manusia yang lain. Artinya ia mutlak membutuhkan orang lain dlam hidupnya. Di sinilah, mausia tidak tidak bisa dipisahkan dari kehidupan bertentangga.
Islam adalah agama ramah penuh kasih sayang. Dan hidup rukun dalam bertetangga adalah moralyang sangat ditekankan dalam islam. Maka dari itu demi kehidupan masyarakat yang tentram, aman, dan nyaman. Kita perlu lingkungan atau tetangga yang baik.
Pilihlah rumah yang berada dalam lingkungan yang baik atau yang memiliki tetangga yang baik (kecuali jika anda adalah da’i yang memiliki banyak ilmu untuk melakukan perbaikan). Sebab jika tetengga anda kurang baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman. Bayangkan jika tetangga anda adalah pemabuk, pezina, preman, dll.
Pilihlah tetangga (lihat calon tetangga nya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan sipakan bekal sebelum berangkat (berpergian). (HR. Al Khaatib)
Nabi SAW berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dsri tetsnggs ysng buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah. “(HR. Ibnu ‘Asakir)
Tiap empat puluh rumah adalah tetanga-tetangga, yang di depan, di belakang, disebelah kanan, dan di sebelah kiri (rumahnya). (HR. AL Bazzar)
Usahakan dalam bertetangga anda memperhatikan makannya tetangga sudah cukup karena ada sebuah hadist yang berbunyi : “Tiada beriman kepadaku oarang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu”. (HR> Al Bazzaar)
Hendaknya rumah cukup luas (tidak terlampau luas dan tidak terlampau kecil)
Kenapa rumah harus berukuran sedang? ini merupakan salah satu hal yang sangat penting yang kebanyakan masyarakat belum tahu alasannya, berikut adalah alasan yang tepat.
Rumah yang terlalu luas, akan cenderung menghasilkan “Rumah Gedung” dimana hubungan antara tetangga yang satu tidak kenal dengan tetangga yang lain, karena para penghuninya masing-masing asyik di dalam “Istana” mereka.
Sebaliknya rumah juga jangan terlalu sempit, akan cenderung membuat penghuninya tidak betah di rumah, akibatnya penghuni rumah akan menghabiskan waktunya mengobrol/gosip dengan para tetangga. Untuk rumah yang ideal berukuran sedang sekitar 100-200 m2.
Jangan membangun rumah megah
Bermewah-mewahan atau di dalam istilah bahasa Arabnya disebut Taraf, dalam kitab lisan Al’Arab artinya sinonim dengan kata Tan’aum (bersenang-senang). Orang yang hidup mewah ialah orang yang hduop bergelimpangan penuh dengan kenikmatan duniawi dan keindahan-keindahannya.
Bermewah-mewahan, dalam agama islam termasuk salah satu dantara dosa besar. Allah mensifati orang-orang yang hidup penuh dengan kemewahan dengan predikat orang zalim atau orang yang melanggar batasan-batasan-Nya. Dan Allah menyediakan Bagi orang yang hidup mewah siksaan di dunia maupun di akhirat.
karena “bermegah-megahan telah melalaikan kamu”[At Takaastur:1
Buatlah rumah yang baik
“…menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” [Al A’raaf:157]
Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada allah hai oran-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan. “[Al Maa-idah: 100]
Rumah yang baik adalah rumah yang sehat. Yaitu jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan tidak lembab. Dengan begitu juga bisa menghemat listrik karena siang hari bisa memanfaatkan energi matahari sehingga tidak perlu untuk menyalakan lampu.
Selain itu ventilasi juga harus baik, agar usara bisa masuk ke dalam rumah sehingga udara bisa terus berganti dengan yang baru. Jarak antar atap dan lantai sebaiknya agak tinggi (minimal 2,5 meter) agar suhu tidak terlalu panas.
“…menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” [Al A’raaf:157]
Rumah juga harus kuat dan aman
Sebaiknya bangun rumah dengan kuat sekalian, sebagai usaha untuk menciptakan kuat dan aman misalkan, buat pondasi dengan cor, tiang beton, atau pilih bahan yang terbaik untuk mengatasi daerah rumah yang rawan gempa. kemudian memperhatikan daerah tersebut rawan kebakaran, kita harus menyiapkan untuk mengatasi apabila tiba-tiba terjadi kebakaran.
Dengan rumah yang kuat dan aman, akan menciptakan penghuni merasa aman dari para bahaya. Sehingga semua penghuni ruman dapat hidup aman dan nyaman saat berada di rumah. khususnya bagi kaum wanita yang kebanyakan menghabiskan waktu di dalam rumah.
Buatlah rumah yang indah
Rumah indah akan menciptakan kedamaian dan itu bukan pemilik saja yang merasakan, karena orang lain juga akan enak kalu melihat rumah yang indah di bandingkan rumah yang tidak tertata atau berantakan. karena pada dasarnya semua orang itu menyukai keindahan.
Allah senang keindahan. Manusia pun juga banyak yang suka keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah yang indah. Tapi harus ingat, keindahan tidak sama dengan kemewahan ataupun kemegahan
Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar rumah untuk menemui kawan-kawanya hendaknya merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)
Rumah idaman harus bermanfaat atau fungsional
Selain indah rumah harus bermanfaat, jangan sampai hanya mengejar keindahannya saja tetapi tidak memikirkan tentang manfaatnya. Harus mempertimbangkan setiap benda yang di pakai, dengan manfaatnya harus lebih banyak dari pada sia-sianya.
Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: “Rosululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.” (hadist hasan, dirwayatkan Tirmidzi dan lainnya)
WC jangan mengarah atau membelakangi arah kiblat
Ada pendapat yang menyatakan keharamannya, baik dilakukan di dalam bangunan (WC) ataupun diluar bangunan, berdasarkan hadist dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.
“artinya : Apabila salah seorang diantara kalian duduk untuk buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya”[HR. Muslim no.265 dan ini lafalnya, dan Ahmad v/414,417,421]
Begitu pula darii Abu Ayyub AL-Anshari Radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :
“Artinya : Apabila kalian datang ke tempat buang hajat, janganlah kalian menghadap kiblat atau membelakangi kiblat ketika buang hajat besar atau kecil, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat..”
Karena ada sebuah hadist dari Abu Hurairah ra, dia berkata: “Rosululloh SAW bersabda: “janganlah seseorang di antar a kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalair) ketika dalam keadaan junub.” (HR. Muslim).
Dan sebaiknya pisahkan antara tempat wudhu dengan WC, agar anda bisa leluasa membaca doa sebelum atau sesudah wudhu.
Rumah idaman harus bersih
Kebersihan sangatlah penting dan usahkanlah rumah selalu bersih, dan juga apabila rumah kita kotor maka penghuni rumah akan rawan terkena penyakit. Juga sangat mengganggu kesehatan bagi penghuninya.
Menjaga kebersihan rumah adalah hal yang mutlak untuk dilakukan agar anggota keluarga dapat hidup sehat. Karena rumah juga menjadi cerminan bagi pemiliknya, apakah pimiliknya merupakan orang yang rapi, cermat dan bersih ataukah sebaliknya, yakni orang yang ceroboh, teledor dan jorok.
Jangan menaruh patung di dalam rumah
Karena ada seorang yang bertanya kepada Shaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz : Apa hukumnya menyimpan patung di rumah hanya untuk sekedar hiasan
Shaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mejawab :
Seorang muslim tidak diperbolehkan untuk menggantung gambar atau menghiasi rumahnya dengan hewan yang diawetkan, baik diletakkan di atas meja atau kursi, hal itu di sebabkan keumumman hadist dari Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan tentang haramnya menggantung gambar dan meletakkan patung di dalam rumah atau di tempat-tempat lainnya.
Karena benda tersebut merupakan sarana untuk berlaku syirik kepada allah, dan karena dalam hal-hal yang demikian terdapat penyeruan terhadap mahkluk ciptaan Allah dan perbuatan tersbebut sama seperti perbuatan menentang Allah.
Jangan memelihara anjing
Karena banya dalil yang membahas hukum memelihara anjing di situ akahirnya mendapat kesimpulan bahwa hukum memelihara anjing adalah haram dan termasuk dosa besar kecuali anjing yang di gunakan untuk berburu, untuk menjaga tanaman dan hewan ternak.
Tanamlah pohon di rumah idaman agar teduh dan sejuk dengan niat sedekah
Para pembaca yang baik hati, mungkin anda masih mengingat sebuah hadist yang masyhur dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,
Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalanya, kecuali dari tiga perkara: sedkah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendoakan kebaikan baginya.”[HR. Muslim dalm Kitab Al-Washiyyah (4199)]
Perhatikan satu di antara tiga perkara
Yang tak akan terputus amalanya bagiseorang manusia, walaupun ia telah meninggal dunia adalah sedekah jariyah, sedekah yang telah mengalir pahalanya bagi seseorang.
Para ahli ilmu menyatakan bahwa sedekah jariyah memiliki banyak macam dan jalannya, seperti membuat sumur umum, membangun masjid, membuat jalan atau jembatan, menanam tumbuhanyang baik berupa pohon, biji-bijian atau tanman pangan, dan lainnya.
Jadi, menghijaukan lingkungan dengan tanaman yang kita tanam merupakan sedekah dan amal jariyah bagi kita, walau telah meninggal selama tanaman itu tumbuh atau berketurunan.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhori dalam Kitab Al-Muzaro’ah (2320), dan Muslim dalam kitab Al- Musaqoh (3950)]