Rumah Adat Sumatera

Rumah adat Sumatera – Pulau Sumatera terdiri dari 10 provinsi dan masing-masing provinsi memiliki adat dan kebudayaan tersendiri. Adat dan budaya tersebut juga meliputi rumah adat yang bentuknya tentu sangat dipengaruhi oleh budaya lokal. Rumah adat Sumatera memiliki bentuk yang berbeda dengan rumah adat Jawa dimana mayoritas rumah adat di Sumatera memiliki bentuk rumah panggung.

Rumah Adat Sumatera

1. Rumah Adat Aceh

Rumah adat tanah rencong ini bernama Krong Bade. Bentuk Krong Bade adalah rumah panggung. Material yang digunakan untuk membangun rumah ini mayoritas adalah kayu dimana untuk bagian atap digunakan anyaman ijuk dan lantai digunakan anyaman bambu. Tinggi tiang penyangga rumah ini bisa mencapai 3 meter.

Terdapat 4 bagian dari Krong Bade yaitu bagian bawah, bagian depan, bagian tengah, dan bagian belakang. Bagian bawah Krong Bade berfungsi sebagai gudang penyimpanan hasil panen dan tempat bagi kaum ibu-ibu untuk menenun kain tenun khas Aceh. Bagian depan rumah ini digunakan untuk menyambut tamu dan bersantai. Bagian tengah berguna untuk kegiatan sehari-hari, umumnya, tamu tidak diperkenankan masuk pada bagian ini. Bagian belakang difungsikan sebagai dapur dan tempat bersantai.

2. Rumah Adat Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara memiliki beberapa rumah adat salah satunya adalah Rumah Bolon. Rumah ini berbentuk rumah panggung dan digunakan oleh suku Batak. Sama dengan Krong Bade, rumah ini juga menggunakan kayu sebagai material utama dimana lantai terbuat dari papan dan atap terbuat dari ijuk.

Selain Rumah Bolon, rumah adat Sumatera Utara yang lain yaitu Rumah Siwaluh Jabu yang digunakan oleh suku Karo. Rumah ini dapat dihuni sampia beberapa keluarga dengan perannya masing-masing. Peran dari anggota keluarga ditentukan berdasarkan aturan adat yang digunakan. Selain kedua rumah tersebut, Sumatera Utara juga memiliki Rumah Nias, Rumah Mandailing, dan Rumah Pakpak.

3. Rumah Adat Sumatera Barat

Kalau kamu pecinta nasi padang, pasti tidak asing lagi dengan rumah ini. Rumah Gadang dari Sumatera Barat ini sering digunakan sebagai ikon rumah makan padang se-Indonesia hehe. Rumah ini juga memiliki beberapa nama lain seperti rumah Godang dan Rumah Baanjuang.

Rumah ini dapat dihuni beberapa keluarga sekaligus karena ukurannya yang cukup besar.

Rumah Gadang berbentuk rumah panggung dengan material kayu sebagai material utama. Hal yang sangat menarik dari rumah ini adalah bentuk atapnya yang meruncing. Ternyata, keunikan atap ini terinspirasi dari tanduk kerbau yang juga meruncing, sehingga tidak heran jika atap Rumah Gadang berbentuk runcing. Bentuk ini juga bermanfaat untuk mempermudah air hujan untuk turun sehingga atap tidak mudah bocor.

4. Rumah Adat Sumatera Selatan

Rumah adat Sumatera selanjutnya adalah rumah Limas yang berasal dari Sumatera Selatan. Hampir sama dengan rumah Gadang dan Siwaluh Jabu, rumah ini berukuran cukup besar hingga memiliki luas 1000m2. Rumah Limas sering dimanfaatkan sebagai hajatan atau acara adat mengingat ukurannya yang cukup luas. Hal menarik dari rumah ini adalah adanya gentong di depan rumah yang berfungsi sebagai penyimpanan air untuk cuci kaki sebelum memasuki Rumah Limas.

Salah satu material unik yang digunakan pada rumah ini adalah Kayu Seru. Kayu ini cukup langka dan hanya digunakan untuk tiang di dalam rumah. Hal itu disebabkan karena masyarakat Sumatera Selatan percaya bahwa kayu ini tidak boleh dilangkahi atau diinjak.

Saat memasuki rumah ini, kamu akan melihat hiasan yang terletak di dinding yang menyerupai tanduk dengan hiasan melati. Hiasan ini bermakna mahkota yang menggambarkan kerukunan di masyarakat Sumatera Selatan.

5. Rumah Adat Lampung

Rumah adat provinsi ini dikenal dengan nama Nuwou Sesat. Sama halnya dengan Rumah Limas, rumah ini berfungsi sebagai balai pertemuan dan acara adat. Nuwou Sesat berbentuk rumah panggung yang berfungsi untuk menghalau serangan hewan buas dari hutan. Rumah ini juga memiliki payung besar di atap rumah yang berguna sebagai lambang keseimbangan masyarakat adat.

Nuwou Sesat terdiri dari beberapa bagian yang diberi nama dengan bahasa Lampung dan memiliki fungsi khusus. Seperti Ijan Geladak yang berguna sebagai tangga utama untuk memasuki rumah. Anjungan yang berfungsi sebagai tempat istirahat dan menyambut tamu kehormatan.

Ruang Pasiban yang berguna untuk melaksanakan acara adat atau musyawarah. Ruang Tetabuhan yang berfungsi sebagai penyimpanan alat musik dan ruang Gajah Merem yang berfungsi sebagai tempat istirahat para pemimpin adat.

6. Rumah Adat Bengkulu

Rumah adat dari provinsi ini bernama Bubungan Lima. Beberapa orang menyebutnya dengan Bubungan Haji, Bubungan Jembatan, dan Bubungan Limas. Rumah ini berbentuk rumah panggung yang berguna untuk menahan gempa bumi. Bubungan Lima digunakan oleh orang yang dituakan menurut adat Bengkulu.

7. Rumah Adat Jambi

Jambi memiliki rumah adat yang bernama Kajang Lengko. Rumah ini berbentuk rumah panggung dan digunakan sebagai tempat tinggal sehari-hari pada jaman dahulu. Ukuran dari Kajang Lengko relatif lebih kecil dibandingkan dengan rumah adat Sumatera lainnya. Rumah ini memiliki 2 tangga berbeda yang digunakan untuk memasuki rumah dengan tiang penyangga rumah berjumlah sampai 30 tiang.

8. Rumah Adat Riau

Salaso Jatuh adalah rumah adat khas dari Riau. Rumah ini juga memiliki nama lain Balai Panobatan dan Balairung Sari. Fungsi dari rumah ini adalah sebagai balai pertemuan. Sama dengan rumah adat dari daerah lain, rumah ini berbentuk rumah panggung yang berguna untuk mencegah masuknya hewan buas ke dalam rumah.

Salah satu hal menarik dari rumah ini adalah ukiran kayu yang bernama Salembayung atau Salobuyung. Ukiran ini diletakkan di bagian atap yang berfungsi sebagai pengakuan akan Tuhan. Atap rumah ini juga cukup unik karena berpotongan satu sama lain.

Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Riau harus senantiasa beribadah dan tidak hanyut dalam kehidupan duniawi. Dinding rumah ini juga dibuat miring, yang bertujuan untuk menghalau angina kencang.

9. Rumah Adat Kepulauan Riau

Nama dari rumah adat Kepulauan Riau adalah Rumah Melayu Atap Lontik. Penamaan rumah ini bukan tanpa alasan, rumah ini dinamai Rumah Lontik karena memiliki atap yang berbentuk meruncing keatas seperti tanduk kerbau. Pengaruh Islam sangat terasa di rumah ini, terbukti dari anak tangga yang selalu dibuat berjumlah ganjil.

10. Rumah Adat Kepulauan Bangka Belitung

Rumah adat Sumatera yang terakhir adalah rumah dari Bangka Belitung yang bernama Rumah Panggung. Rumah ini merupakan akulturasi antara budaya Melayu dengan Dayak. Tidak seperti Nuwou Sesat dari Lampung, Rumah Panggung berfungsi sebagai tempat tinggal pada jaman dahulu. Rumah ini menggunakan kayu sebagai material utama dan umumnya memiliki 9 tiang penyangga di bawah rumah.

Meskipun terletak di pulau yang sama, ternyata setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Ciri-ciri tersebut berperan sebagai keunikan dari masing-masing provinsi. Keberagaman yang ditunjukkan oleh rumah adat Sumatera ini tentunya hanya sebagian kecil dari keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Leave a Comment