Rumah Adat Minangkabau

Rumah adat Minangkabau atau rumah gadang dapat Anda jumpai pada masyarakat di Sumatera Barat. Bentuk dari rumah adat tersebut sangat unik dan khas serta dilengkapi dengan berbagai ukiran yang mempercantik rumah.

Keanekaragaman Bentuk dan Sejarah Rumah Adat Minangkabau

1. Keunikan Rumah Gadang

Kamu dapat menjumpai banyak bentuk bangunan yang unik pada rumah gadang. Hal ini nampak pada bagian-bagian rumah adat berikut ini:

• Bentuk atap

Atap menjadi salah satu ciri khas yang menandakan rumah gadang dan yang membedakan rumah gadang dengan rumah adat lainnya. Bentuk atap rumah gadang ini mirip dengan tanduk kerbau atau sering dikenal dengan istilah atap gonjong. Material penyusun atap terbuat dari bahan ijuk yang awet dan tahan lama. Namun, kini material atap yang digunakan hanya menggunakan bahan seng.

• Pilar rumah gadang dan lanjar

Pada umumnya, pilar-pilar pada rumah gadang tersusun berjejeran dalam lima baris. Pilar-pilar tersebut membagi ruangan menjadi empat bagian yang disebut dengan lanjar. Pada bagian belakang lanjar dimanfaatkan untuk tempat tidur.

• Desain interior rumah

Bentuk rumah gadang adalah empat persegi panjang yang terbagi menjadi bagian depan dan belakang. Material penyusun bagian depan adalah papan. Sedangkan, material penyusun bagian belakang adalah bambu. Pada dinding, papan diletakkan secara vertikal. Lalu, papan tersebut diberi hiasan berupa ukiran-ukiran yang mempercantik dinding rumah.

• Motif ukiran rumah

Pada umumnya, motif yang digunakan untuk menghias rumah gadang menggambarkan tentang alam. Contoh bentuk motifnya antara lain adalah garis melingkar, persegi, segitiga dan jajar genjang. Selain itu, juga menggunakan tumbuhan merambat, akar, daun dan lain-lain.

• Rangkiang

Rangkiang merupakan lumbung padi yang terdiri atas tiga macam, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda. Pertama, rangkiang ditinjau Lauik berfungsi sebagai tempat beras yang digunakan untuk menggelar upacara adat.

Kedua, rangkiang Sitangka Lapa berfungsi sebagai tempat beras yang akan disumbangkan ke berbagai daerah yang mengalami kelaparan dan desa yang membutuhkan. Ketiga, Rangkiang Sibayau-bayau yang digunakan sebagai tempat untuk meletakkan beras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga.

• Pondasi

Di dalam rumah adat Minangkabau pondasi dikenal dengan nama istana pagaruyuang. Salah satu kelebihan dari bangunan rumah adat tersebut adalah tahan gempa karena memiliki pondasi yang kuat.

• Bangunan bagian dalam

Bagian dalam bangunan bersifat lentur. Hal ini dikarenakan bangunannya menggunakan pasak sebagai sarana untuk menghubungkan bagian yang satu dengan bagian lainnya. Kamu tidak menjumpai adanya paku pada rumah adat tersebut, hehe.

Kamu dapat menjumpai adanya batu sandi untuk melapisi tiang bawah. Tujuannya adalah untuk meredam adanya getaran dari tanah saat gempa. Dengan demikian, bangunan di atasnya tidak terpengaruh dengan adanya gempa dan tetap berdiri tegak.

2. Cara Membuat Rumah Gadang

Berdasarkan budaya yang berlaku di masyarakat, tiang utama sering dikenal dengan istilah tonggak tuo. Biasanya jumlah tonggak tuo ini adalah empat batang yang berasal dari hutan. Cara mengambilnya melibatkan banyak orang yang meliputi anak nagari, sanak saudara dan lain-lain.

Material yang digunakan untuk membangun rumah gadang menggunakan pohon juha yang telah berumur tua. Selain itu, Kamu juga harus memilih pohon yang batangnya lurus. Tujuannya adalah batang pohon tersebut akan dimanfaatkan sebagai tiang yang panjangnya mencapai 40 cm hingga 60 cm.

Salah satu alasan mengapa pohon yang digunakan adalah pohon juha adalah karena pohon tersebut sangat kuat dan keras. Dengan demikian, jika dimanfaatkan untuk membangun rumah maka diharapkan dapat awet, tahan lama dan tahan terhadap rayap.

Namun, sebelum digunakan, batang pohon tersebut harus direndam selama bertahun-tahun di kolam keluarga. Setelah masa perendaman selesai, langkah selanjutnya adalah mendirikan tonggak tuo yang mana berjumlah 4 tiang.

3. Fungsi Rumah Gadang

Pada umumnya rumah gadang ini berfungsi untuk tempat tinggal. Namun, dalam menempatinya tentu terdapat aturan-aturan sesuai adat yang berlaku dan harus dipatuhi oleh masyarakat.

Contohnya adalah kamar pada rumah gadang jumlahnya menyesuaikan jumlah anak perempuan yang tinggal di rumah tersebut. Bagi perempuan yang sudah menikah, maka memperoleh satu kamar. Wanita yang sudah tua dan anak-anak memiliki kamar tidur yang terletak dekat dengan dapur. Sedangkan kamar tidur para gadis terletak di ujung.

Kamu dapat menjumpai 2 bagian di dalam rumah gadang yang dibedakan menggunakan tiang dan lanjar. Tiang-tiang tersebut saling berjajar dari depan hingga ke belakang yang disebut dengan lanjar. Sedangkan, tiang yang berjajar dari kiri ke kanan atau sebaliknya maka disebut dengan ruang. Ukuran rumah mempengaruhi jumlah lanjar.

Setiap rumah memiliki jumlah ruangan yang ganjil, yaitu antara tiga sampai sebelas. Pada umumnya, rumah didirikan pada sepetak tanah milik keluarga induk. Tanah tersebut diwariskan turun temurun kepada anak perempuan.

Kamu dapat menjumpai adanya dua bangunan yang terletak di halaman rumah gadang. Di bagian kanan dan kiri rumah Kamu dapat menjumpai adanya raung anjung. Raung anjung merupakan tempat yang digunakan oleh pengantin untuk acara penobatan oleh kepala adat.

4. Simbol-simbol pada Rumah Gadang

Bentuk atap rumah gadang adalah melengkung dan lancip. Hal ini sering disebut dengan istilah Gonjong yang merupakan simbol dari masyarakat Minangkabau. Selain itu, Kamu dapat menjumpai berbagai simbol lainnya dalam bentuk warna seperti kuning, emas, merah, hitam dan lain-lain.

Desain rumah gadang dengan gonjong ini dapat Kamu jumpai pada bangunan kantor pemerintah di berbagai daerah di Sumatera Barat. Namun, material penyusun bangunan tersebut terbuat dari semen dan batu. Anda juga dapat menjumpai simbol gonjong pada bagian depan rumah makan padang. Selain itu, Anda juga dapat menemukan pada lambang-lambang lembaga di Minangkabau.

5. Sejarah Rumah Gadang

Rumah gadang ini memiliki banyak nama, antara lain adalah rumah godang, rumah bagonjong atau ada juga yang menyebutnya sebagai rumah baanjuang. Kamu dapat menjumpai model rumah tersebut di Negeri Sembilan, Malaysia.

Rumah gadang hanya dijumpai di beberapa daerah saja di Minangkabau. Hal ini dikarenakan daerah yang boleh membangun rumah adat tersebut hanyalah daerah yang telah berstatus nagari saja. Salah satu contohnya adalah di daerah rantau tidak boleh dibangun rumah gadang.

6. Filosofi Rumah Gadang

Fungsi rumah gadang adalah untuk tempat bermusyawarah untuk membahas mengenai permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam suatu suku, kaum dan nagari. Selain itu, rumah tersebut juga dimanfaatkan untuk tempat tinggal, perawatan keluarga dan pusat berbagai kegiatan seperti contohnya adalah upacara adat.

7. Aplikasi Rumah Gadang

Bentuknya yang unik menjadikan rumah gadang menginspirasi beberapa bangunan yang ada di beberapa negara. Contohnya adalah di Belanda desain rumah gadang digunakan untuk membangun The House of the Five Sense. Konstruksi bangunan tersebut menggunakan kayu sedangkan atapnya menggunakan jerami, hehe.

Rumah adat Minangkabau atau sering disebut dengan rumah gadang ini memiliki bentuk yang unik dan menarik. Tak heran jika desain rumah adat tersebut banyak dipakai oleh para arsitektur di dunia untuk mendirikan sebuah bangunan. Bentuk atapnya yang khas mencirikan masyarakat Minangkabau.

Tinggalkan komentar