Rumah Adat Kalimantan

Rumah adat Kalimantan – Bumi Borneo terkenal dengan kelestarian hutan termasuk flora dan faunanya. Sama seperti pulau lainnya di Indonesia, Kalimantan juga memiliki rumah adat yang unik. Rumah adat Kalimantan merupakan akulturasi dari budaya Dayak, Melayu, hingga Jawa. Secara umum, rumah adat di Kalimantan memiliki bentuk yang panjang, luas, dan berbentuk rumah panggung.

Rumah Adat Kalimantan

1. Kalimantan Utara

Provinsi Kalimantan Utara saat ini adalah provinsi termuda di Indonesia dengan ibukota provinsi yang terletak di Tanjung Selor. Provinsi ini adalah provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei Darussalam. Mayoritas masyarakat Kalimantan Utara berasal dari suku Tidung.

Rumah adat provinsi ini bernama Rumah Baloy. Rumah ini merupakan pengembangan dari Rumah Lamin dari Kalimantan Timur. Rumah Baloy dibagi menjadi 4 bagian yaitu ambir kiri, ambir kanan, ambir tengah, dan lamin dalom. Pembagian tersebut didasari oleh fungsi dari masing-masing ruangan.

Ambir kiri berfungsi sebagai tempat penerimaan aduan masyarakat terkait permasalahan seputar adat istiadat. Ambir tengah berfungsi sebagai tempat sidang pemuka adat untuk menyelesaikan aduan masyarakat. Ambir kanan berguna sebagai tempat istirahat setelah dilakukannya sidang perkara dan Lamin Dalom berguna sebagai tempat peristirahatan kepala adat.

Rumah ini dibangun dengan kayu ulin sebagai bahan utama dan menghadap utara. Namun, pintu masuk utama justru dibuat menghadap selatan. Pemililhan material kayu ulin bukan tanpa alasan, kayu ini dikenal sebagai kayu besi. Dari namanya saja, pasti kamu sudah bisa membayangkan betapa kerasnya kayu ini. Kayu ulin merupakan kayu yang sangat kuat dan awet, bahkan apabila kayu ini terkena air, justru akan semakin keras.

Selain bangunan utama, terdapat bangunan lain yaitu Lubung Kilong dan Lubung Intamu. Lubung Kilon merupakan tempat yang berguna untk menampilkan kesenian khas Tidung yaitu tari Jepen. Sedangkan Lubung Intamu yang berukuran cukup besar, berfungsi sebagai tempat musyawarah.

2. Kalimantan Selatan

Provinsi dengan ibukota Banjarmasin ini memiliki rumah adat dengan nama Bubungan Tinggi. Rumah ini berbentuk rumah panggung dan dihiasi oleh banyak ukiran khas Kalimantan Selatan yang biasanya berbentuk binatang dan tumbuhan.

Jika kamu melihat rumah ini, terlihat di samping kiri dan kanan terdapat bangunan tambahan yang menyatu di bawah satu atap. Bangunan tersebut dinamakan anjung. Pada awalnya, bangunan ini hanya berupa persegi panjang, namun seiring berjalannya waktu, anjung ditambahkan sebagai ruang tambahan.

Sama dengan rumah Baloy, Bubungan Tinggi juga menggunakan kayu ulin sebagai material utama. Dipakainya material kayu ulin juga berdasarkan alasan yang sama yaitu ketahanan kayu ini.

Ada hal yang unik dari rumah ini yaitu ukuran yang digunakan adalah depa atau telapak kaki dan setiap ukuran dari rumah ini pasti berukuran ganjil. Hal tersebut disebabkan karena kepercayaan masyarakat sekitar bahwa angka ganjil memiliki nilai magis yang dapat menghindarkan penghuninya dari mara bahaya.

Selain Bubungan Tinggi, Kalimantan Selatan juga memiliki beberapa rumah adat lainnya seperti Palimasan, Balai Bini, Gajah Manyusu, dan Balai Laki. Bubungan Tinggi hanya dihuni oleh sultan karena dalam kepercayaan masyarakat Dayak, Bubungan Tinggi merupakan tempat yang berada diantara dua alam yaitu alam atas dan alam bawah.

Rumah Palimasan hanya digunakan untuk menyimpan harta kesultanan. Rumah Balai Bini dihuni oleh pengasuh. Gajah Manyusu ditempati oleh keluarga terdekat sultan dan Balai Laki hanya ditempati oleh menteri sultan. Rumah-rumah ini juga menggunakan kayu ulin sebagai material. Selain itu, kayu belangiran, damar putih, dan kayu lanan juga digunakan sebagai bahan pembangunan rumah ini.

3. Kalimantan Timur

Provinsi dengan julukan Bumi Mulawarman ini mayoritas dihuni oleh 2 suku yaitu Dayak dan Kutai. Ibu kota provinsi Kalimantan Timur terletak di Kota Samarinda. Rumah adat dari provinsi ini bernama Rumah Lamin.

Rumah ini awalnya adalah milik suku Dayak Kenyak yang kemudian ditetapkan sebagai rumah adat provinsi. Rumah ini memiliki warna khas suku Dayak yaitu merah, kuning, putih, dan hitam yang melambangkan keberanian, kewibawaan, kebersihan jiwa, dan keteduhan.

Rumah Lamin memiliki luas sampai 4000m2 dan ditinggali oleh satu komunitas. Dalam satu komunitas, bisa terdiri dari 100 orang lebih yang hidup berkelompok dalam satu rumah.

Nilai filosofis dari rumah ini terletak pada besarnya rumah yang menunjukkan bahwa komunitas tersebut kuat. Masyarakat memilih tinggal bersama dalam satu komunitas karena di Kalimantan Timur terdapat banyak aliran sungai besar sehingga tinggal bersama lebih mempermudah kehidupan sosial.

Rumah ini dibangun dengan menggunakan kayu ulin dengan hiasan berupa ukiran khas Dayak. Ukiran tersebut berguna sebagai penghalau ilmu hitam. Selain ukiran, terdapat patung dewa yang diletakkan di sekitar dan di dalam rumah yang juga berguna untuk menghindari anggota komunitas dari mara bahaya yang disebabkan oleh ilmu hitam.

Secara umum, rumah ini dibagi menjadi 3 ruangan utama yaitu ruang tamu, ruang tidur, dan dapur. Ruang tamu adalah ruangan besar dan luas yang berguna sebagai tempat acara adat dan musyawarah keluarga. Ruang tidur dipisah berdasarkan jenis kelamin. Kolong bawah rumah biasanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan hasil panen dan kandang ternak berupa lembu, kuda, atau kambing.

4. Kalimantan Barat

Kalimantan Barat merupakan provinsi yang ibukota provinsinya terletak di Kota Pontianak. Rumah adat dari provinsi ini bernama Radank atau Rumah Panjang. Rumah ini sangatlah besar dengan ukuran mencapai 4500m2. Rumah adat Kalimantan ini juga pernah dinobatkan sebagai rumah adat terbesar menurut MURI. Sama seperti Rumah Lamin, rumah ini dapat dihuni oleh lebih dari 100 orang.

Bentuk rumah ini adalah rumah panggung yang tinggi tiang penyangganya bisa mencapai 8 meter. Material yang digunakan adalah kayu ulin dan batang pohon lainnya. Rumah ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu hejot, lantai rumah, dan bangunan utama.

Hejot adalah tangga menuju bangunan rumah di atas. Tangga rumah selalu dibuat berjumlah ganjil dan diletakkan di sisi kanan dan kiri. Lantai Radank dibuat dari material bambu atau batang pinang. Bangunan utama berbentuk persegi panjang dengan panjang 180m dan lebar 30m.

Keunikan dari rumah ini adalah pada penataan ruang tidur. Ruang tidur dibuat berjejer dan ruang tidur orang tua terletak di paling ujung dan diurutkan berdasarkan umur anggota keluarga. Rumah ini dibangun menghadap timur dan belakangnya menghadap barat. Hal itu bermakna tentang pekerjaan suku Dayak yaitu bertani yang harus berangkat pagi hari dan pulang pada sore hari.

5. Kalimantan Tengah

Rumah adat Kalimantan yang terakhir adalah Rumah Betang yang terletak di Kalimantan Tengah. Provinsi dengan ibukota Palangkaraya ini memiliki rumah adat yang mirip dengan Rumah Panjang. Hal tersebut disebabkan karena letak dari kedua provinsi ini yang berdekatan. Sama halnya dengan rumah adat Kalimantan lainnya, Rumah Betang merupakan rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin.

Filosofi dari rumah ini adalah masyarakat yang hidup rukun bersama dan saling gotong royong karena rumah ini dihuni oleh satu komunitas dengan anggota mencapai 100 orang. Struktur ruangan juga sama dengan Rumah Panjang dimana ruang tidur orang tua diletakkan di bagian paling ujung dan tangga juga dibuat ganjil.

Keberagaman rumah adat Kalimantan diatas tentunya semakin menunjukkan bahwa Indonesia sangat beragam. Namun, di tengah keberagaman tersebut dapat diketahui bahwa terdapat kesamaan yang mendasar dari rumah-rumah adat Kalimantan seperti berbentuk rumah panggung dan dibuat dari kayu ulin.

Leave a Comment