ramadhan 2017

Kapan Jatuhnya Awal Puasa Ramadhan & Hari Raya Idul Fitri 2017?

Puasa ramadhan 2017 – bulan ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap muslim, tidak heran kalau awal puasa ramadhan menjadi momen yang sangat istimewa karena banyaknya keutamaan untuk melakukan amalan di bulan ramadhan.

Kapan Jatuh Puasa 1 Ramadhan 2017?

1 ramadhan 2017
bulan puasa 2017

Banyak pertanyaan seperti Awal Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2017 jatuh tanggal berapa?, Untuk puasa ramadhan 2017 diprediksi akan berlangsungberabrengan, seperti Ramadhan  tahun 2016 lalu. Baik di kalangan yang berpegang  hisab maupun (imkanur) rukyah. Awal puasa Ramadhan akan diprediksi jatuh pada tanggal 27 Mei 2017, dan Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada tanggal 25 Juni 2017.

“Hal ini tentunya akan menjadi kabar gembira  bagi seluruh umat Islam di seluruh Indonesia, karena akan memulai shalat tarawih sejak Jum’at malam (26 Mei) bersamaan,” penjelasan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid MSi, (14/3), serata beliau juga menambahkan bahwa puasa tahun 2017 hanya 29 hari.

Prediksi Awal Puasa Ramadhan 2017 Menurut Nadjib

bulan puasa 2017
bulan ramadhan 2017

Menurut Nadjib, kebersamaan penyambutan awal puasa Ramadhan ini, dikarenkan posisi hilal saat ijtimak akhir Sya’ban sudah di atas 4 derajat. “Awal Ramadhan dipastikan bareng karena saat akhir bulan Sya’ban, ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan posisi hilal saat matahari terbenam sudah di atas 4 derajat.”

Di dalam metode perhitungan hisab haqiqi wujudul hilal yang dipedomani oleh Muhammadiyah, disebutkan bahwa ijtimak jelang awal puasa Ramadhan akan terjadi pada hari Jum’at, 26 Mei 2017 M pukul 02:46:53 WIB. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari, di Yogyakarta = +08 derajat 01’ 58’ (hilal sudah wujud).

Baca Juga:  Apa Itu Agama islam? Simak Penjelasan dan Pengertian [singkat]

“Dan di seluruh Indonesia, saat terbenamnya Matahari pada waktu itu, posisi rembulan atau bulan sabit berada di atas ufuk. Sehingga 1 Ramadhan 1438 H jatuh pada hari Sabtu, 27 Mei 2017 M,” tegasnya.

Nadjib juga menambahkan, kebersamaan juga akan terjadi pada Hari Raya Idul Fitri. “Untuk Hari Raya Idul Fitri, ijtimak jelang Syawal 1438 H akan terjadi pada hari Sabtu, 24 Juni 2017, pada pukul 09:33:12 WIB.”

Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta adalah 03 derajat 46º 31º. Ini artinya, hilal sudah wujud. Dan di seluruh wilayah Indonesia ketika terbenamnnya Matahari, posisi bulan sudah berada di atas ufuk. “Sehingga 1 Syawal 1438 H atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Ahad, 25 Juni 2017,” tegasnya.

Meski begitu, Nadjib tidak menampik jika masih ada kemungkinan terjadi perbedaan hari dan tanggal Idul Fitri 2017 ini. Terutama bagi kalangan orang-orang yang menggunakan metode “rukyah” yang murni. Sebab, posisi hilal pada saat matahari terbenam pada tanggal 24 Juni 2017 berada di angka 3, ini mungkin akan sulit untuk dirukyah secara kasat mata.

“Tapi berdasarkan metode imkanur rukyah, mereka berpandangan bahwa jika posisi hilal sudah berada di atas 2 derajat, maka sudah dinilai masuk bulan baru,” jelas Nadjib.

Metode Penetapan Awal Bulan Hujriyah

puasa ramadan 2917 jatuh pada tanggal
puasa ramadan 2017

Perlu diketahui bahwa terdapat dua metode dalam penetapan awal bulan hijriah yakni rukyah dan hisab. Keduanya berpijak dari Hadits Rasulullah “shumu lirukyatihi wa aftiru lirukyatihi”. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, selain rukyat bil’ain (mata telanjang), juga dilakukan rukyat bil ilmi (rukyat melalui perhitungan ilmiah), yang kini lebih dikenal dengan ilmu hisab atau ilmu falak.

Baca Juga:  Berita Gembira....Tentang Sholat Tahajud di Dunia Online???

Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2017 Dengan Metode Rukyah

awal ramadhan 2017
menentukan puasa ramadhan 2017

Dalam sistem rukyat bil’ain, atau lazim disebut rukyah saja, mengharuskan seseorang melihat hilal tanggal 29 bulan Qamariyah. Jika hilal dapat dilihat ketika matahari terbenam (saat terjadinya ijtima’), maka malam itu dan keesokan harinya dinyatakan sebagai bulan baru. Jika tidak, disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari.

Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2017 Dengan Metode Hisab

awal puasa 2017
Menentukan awal puasa ramadhan 2017

Di dalam metode penetaman awal puasa ramadan dengan menggunakan metode hisab, di Indonesia terdapat dua aliran yakni haqiqi dan urfi. Adapun pengertian hisab urfi adalah sistem perhitungan yang menggunakan kalender yang berdasarkan pada peredaran rata-rata bulan mengelilingi bumi dan ditetapkan secara konvensional.

Sedangkan pengertian hisab haqiqi adalah metode penetapan 1 ramadhan yang didasarkan pada peredaran bulan dan bumi yang sebenarnya, bahwa umur tiap bulan tidaklah konstan dan juga tidak beraturan, karena tergantung pada posisi hilal di setiap awal bulan. Dengan demikian bisa jadi dua bulan berturut-turut akan memiliki umur 29 hari atau 30 hari atau bisa jadi bergantian.

Sejak Muktamar Jakarta (2000), Muhammadiyah memutuskan menggunakan sistem hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal dan mathla’ nasional, yang lebih disempurnakan lagi dalam Munas Tarjih ke-26 di Padang (2003).

Menurut wujudul hilal yang dipedomani oleh kalangan Muhammadiyah, bulan baru qamariyah terjadi jika telah memenuhi tiga kriteria yang penggunaannya harus terpenuhi sekaligus. Yakni, telah terjadi ijtima’, Ijtima’ terjadi sebelum matahari terbenam; Piringan/hilal di atas ufuk.

Nah, semoga kita semua umat islam bisa menyambut awal bulan ramadhan 2017 ini dengan bebarengan. Sehingga dalam bulan ramadhan ini, tidak ada perbedaan antara umat islam yang satu dengan yang lainnya. Semua ummat muslim bisa melaksanakan ibadah ramadhan bersama muslim lainnya.

1 thought on “Kapan Jatuhnya Awal Puasa Ramadhan & Hari Raya Idul Fitri 2017?

Leave a Comment