Apa itu Majas? Pengertian Majas, Macam-macam Majas dan Contohnya

Apa itu majas? Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan majas? Berikut adalah pengertian majas, macam-macam majas dan contohnya lengkap beserta artinya dari setiap jenis-jenis majas, mulai dari majas perbandingan, pertentangan, sindiran dan penegasan.

Majas sangat populer dalam karya sastra dan sering digunakan penulis. Merupakan sebuah gaya bahasa yang mengandung kata kiasan, perbandingan, dan persamaan. Berfungsi untuk memperkuat kesan dalam sepenggal kalimat baik lisan maupun tertulis. Sehingga dapat menciptakan nuansa imajinatif bagi pembaca.

Terdapat pula beragam jenis disesuaikan dengan keperluan tulisan. Penyertaannya juga sebagai suatu kiasan merepresentasikan perasaan dan pikiran penulis. Karya sastra yang mencantumkannya akan tampak lebih indah dari aspek pilihan katanya.

Pengertian Majas

pengertian majas
pengertian majas

Apa itu majas? Berikut adalah pengertian majas yaitu sebuah gaya bahasa digunakan penulis sebagai penyampaian pesan agar lebih imajinatif dan kias. Tujuan utama agar para pembaca merasakan efek tertentu ketika menyimak gaya bahasa ini condong menimbulkan emosional. Umumnya bersifat tidak seperti makna sebenarnya alis konotasi atau kiasan.

Pengertian majas menurut KBBI yakni cara melukiskan jalan cerita dengan menyamakannya sesuatu lain atau berbentuk kiasan. Sementara Aminuddin menganggap sebuah gaya bahasa digunakan oleh penulis untuk memaparkan gagasan. Gaya bahasa sengaja digunakan bertujuan untuk menimbulkan efek tertentu yang ingin ditimbulkan.

Pengertian lainnya dari Luxemburg dkk merupakan sebuah gaya bahasa memberikan kekhasan dalam teks bacaan. Dalam artian disaat tertentu teks tersebut bisa diibaratkan menjadi individu berbeda dengan yang lainnya.

Macam-macam Majas dan Contohnya

macam-macam majas
macam-macam majas

Berikut adalah pembahasan mengenai macam-macam majas beserta contohnya. Yang mana secara garis besar terdapat 4 macam majas: yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan. Mudah-mudahan dengan struktur pembahasan yang rapi di bawah ini: dengan urutan macam-macam majas, pengertian majas, dan contoh majas dari setiap jenis-jenisnya bisa memudahkan Anda dalam memahami tentang pembahasan kali ini.

1. Majas Perbandingan

majas perbandingan
majas perbandingan

Digunakan sebagai perbandingan atau penyandingan sebuah objek dengan objek lain. Cara yang digunakan berupa pelebihan, penyamaan, dan penggantian. Berikut jenis-jenisnya :

Jenis-jenis Majas Perbandingan

1. Personifikasi

Personifikasi, yakni gaya bahasa digunakan sebagai penggantian fungsi benda mati seolah-olah dapat bersikap bagaikan manusia.

Contoh : Daun kelor itu tampak melambai-lambai seakan mengajak ku bercengkrama bersamanya. Bunga matahari itu seperti tersenyum menyambut pagi hari dengan embun.

2. Metafora

Metafora, yakni gaya bahasa digunakan sebagai kiasan. Penyertaannya secara eksplisit yang mewakili maksud tertentu berdasarkan perbandingan atau persamaan.

Contoh : Wanita yang memenangkan kontes ratu kecantikan itu dulunya diejek itik buruk rupa. Direktur perusahaan multinasional itu dulu sering disebut sampah masyarakat.

3. Asosiasi

Asosiasi, yakni gaya bahasa membandingkan antara dua objek yang berbeda. Tetapi disamakan dengan cara menambahkan suatu kata sambung. Diantaranya ‘bak, bagaikan, dan seperti.’

Contoh : Wajah ibu dan anak dibingkai majalah itu bak pinang dibelah dua. Wanita itu bersikap bagaikan ratu kecantikan.

4. Hiperbola

Hiperbola, yakni gaya bahasa mengungkapkan suatu hal dengan sangat berlebihan. Biasanya kiasan yang digunakan tidak masuk akal.

Contoh : Pria itu memiliki jiwa membara dan keras seperti baja, sifatnya itulah yang membuat ia menjadi orang sukses seperti sekarang. Wanita itu memiliki wajah selembut kapas tetapi hatinya sekeras batu, sehingga terkesan sulit mencintainya.

5. Eufemisme

Eufemisme, yakni gaya bahasa yang mana kata-kata dianggap kurang menarik diganti dengan kata padanan atau lebih halus.
Contoh: Kata berak diganti dengan buang air besar. Kata gila diganti dengan sakit jiwa.

6. Metonimia

Metonimia, yakni gaya bahasa digunakan dengan menyandingkan istilah tertentu yang merujuk kepada benda secara umum.

Contoh : Bila lapar segeralah, minum Okky Jelly Drink, Okky Jelly Drink adalah minuman penunda lapar.

7. Simile

Simile, yakni suatu gaya bahasa menyandingkan aktivitas tertentu dengan sebuah ungkapan.

Contoh : Balita itu berteriak dan menangis seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

8. Alegori

Alegori, yakni gaya bahasa menyandingkakan sebuah objek dengan suatu kata kiasan.

Contoh : Mencari lelaki setia dan pengertian jaman sekarang seolah mencari sebatang jarum di dalam tumpukan jerami.

9. Sinekdok pars prototo

Sinekdok pars prototo yaitu suatu gaya bahasa menyebutkan sebagian dari unsur benda tertentu yang menjelaskan benda tersebut secara keseluruhan.

Contoh : Batang hidung pria itu tidak kunjung muncul sampai hari ini. Arti dari ‘batang hidung’ merujuk pada seseorang pria secara keseluruhan.

10. Sinekdok totem proparte

Sinekdok totem proparte yaitu gaya bahasa menyebutkan secara keseluruhan sebagai penjelasan sebagian benda atau situasi tertentu.

Contoh : Indonesia mewakili benua asia untuk bertarung pada kompetisi robotik sedunia. Kata ‘Indonesia’ mewakili suatu tim perancang robotik.

11. Simbolik

Simbolik, merupakan gaya bahasa digunakan sebagai ungkapan yang membandingkan manusia dengan cara bersikap mahluk hidup lain.

Contoh : Lelaki itu selalu berusaha mencari kambing hitam pada setiap masalahnya.

2. Majas Pertentangan

majas pertentangan
majas pertentangan

Merupakan sebuah gaya bahasa terkandung dalam karya sastra ditandai dengan kata kiasan yang artinya berlawanan dengan arti sesungguhnya.

Jenis-jenis Majas Pertentangan

1. Litotes

Litotes, yakni sebuah ungkapan seolah merendahkan diri, walaupun kenyataan sesungguhnya adalah kebalikannya.

Contoh : Jangan sungkan berkunjung ke gubuk kami yang sederhana pada lain kesempatan. Makna dari ‘gubuk kami yang sederhana’ adalah rumah.

2. Paradoks

Paradoks, yakni sebuah gaya bahasa digunakan sebagai pembanding situasi yang sebenarnya dan situasi kebalikannya.

Contoh : Wanita itu merasakan kesepian meskipun tengah berada di tengah keramaian.

3. Antitesis

Antitesis, yakni suatu gaya bahasa memadukan pasangan kata yang memiliki arti saling bertentangan.

Contoh : Semua manuia di mata hukum adalah sama, tidak perduli kaya-miskin ataupun tua-muda.

4. Kontradiksi interminus

Kontradiksi interminus, yakni suatu gaya bahasa digunakan sebagai pernyataan yang telah disebut sebelumnya. Penggunaannya biasanya diikuti konjungsi, seperti ‘kecuali’ dan ‘hanya saja’.

Contoh : Semua siswa boleh bermain bola basket, kecuali siswa yang tengah mengikuti ujian.

3. Majas Sindiran

majas sindiran
majas sindiran

Merupakan suatu gaya bahasa digunakan kata kiasan yang bertujuan memberikan sindiran terhadap seseorang, kondisi tertentu, dan perilaku.

Jenis-jenis Majas Sindiran

1. Ironi

Ironi, merupakan sebuah gaya bahasa menyertakan kata kiasan yang memiliki arti berlawanan dengan fakta sesungguhnya.

Contoh : Wah ruang tidur mu begitu rapih, sampai-sampai ibu sulit untuk melangkah. Ruang tamu mu sungguh wangi, akupun tidak sanggup berlama-lama di sana.

2. Sinisme

Sinisme, merupakan gaya bahasa yang memberikan sindiran langsung untuk orang lain.
Contoh : Muka mu putih sekali tetapi penuh panu, disuruh mandi teratur saja tidak mau.

3. Sarkasme

Sarkasme, merupakan gaya bahasa digunakan sebagai sindiran kepada orang lain menggunakan konotasi kasar. Umumya gaya bahasa sarkasme diucapkan jika seseorang sedang sangat marah.

Contoh : Dasar tidak pemalas! Selalu tidur dirumah dan bangun tengah hari, pantas saja banyak yang mengatakan kau sampah masyarakat.

4. Majas Penegasan

majas penegasan
majas penegasan

Merupakan suatu gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan kejadian atau sesuatu dengan tegas. Sehingga dapat meningkatkan kesan maupun pemahaman dari pembaca atau pendengar.

Jenis-jenis Majas Penegasan

1. Pleonasme

Pleonasme, merupakan suatu gaya bahasa dengan menggunakan kata bermakna sama dan terkesan kurang efektif. Namun sengaja dipakai untuk menegaskan sesuatu.

Contoh : Segeralah turun ke bawah, sebelum semua makanan menjadi dingin.

2. Repetisi

Repetisi, merupakan gaya bahasa mengulang kata dalam sebuah kalimat.

Contoh : Wanita itu pencopetnya, dia tersangkanya, dia yang telah mengambil tas saya.

3. Retorik

Retorik, merupakan gaya bahasa berbentuk kalimat tanya, namun makna sebenarnya tidak wajib dijawab. Biasanya digunakan untuk menyindir atau menegaskan sesuatu.

Contoh : Kalau kamu Sholat Subuh setiap adzan jam 5 ya kak?

4. Klimaks

Klimaks, merupakan suatu gaya bahasa digunakan untuk menjelaskan dua hal atau lebih dengan berurutan dan tingkatan semakin lama makin tinggi.

Contoh : Ketika semua orang, mulai dari usia bayi, balita, anak-anak, para remaja, orang dewasa, sampai usia lansia bergegas ke tempat pengungisan karena gunung berapi gempa.

5. Antiklimaks

Antiklimaks, merupakan suatu gaya bahasa digunakan untuk menjelaskan dua hal atau lebih dengan cara berurutan. Sebagai penegasan sesuatu dengan urutan mulai dari tingkatan paling tinggi menuju ke tingkatan paling rendah.

Contoh : Setiap hari senin pagi, kepala sekolah, guru-guru, staf kantor, dan para siswa-siswa di SMA 72 Jakarta rutin berbaris dengan rapi sebelum memulai upacara bendera.

6. Pararelisme

Pararelisme, merupakan sebuah gaya bahasa dengan mengulang-ulang suatu kata bertujuan menegakan makna dalam kata tersebut berupa definisi berbeda. Pararelisme secara umum digunakan dalam puisi.

Contoh : Cinta pasti murah hati, kasih pastilah lebih peduli lemah lembut, sayang pasti dapat memaafkan.

7. Tautologi

Tautologi, merupakan suatu gaya bahasa dengan mengulang kata bersinonim, digunakan untuk menegaskan maksud atau kondisi tertentu.

Contoh : Pria itu memiliki catatan hitam dalam sejarah hidupnya.

Nah demikian pembahasan dari kami, semoga kalia menjadi paham tentang Apa itu arti majas? dengan bahasan artikel di atas mulai pengertian majas, macam-macam majas dan contohnya lengkap beserta artinya dari setiap jenis-jenis majas, mulai dari majas perbandingan, pertentangan, sindiran dan penegasan.

Leave a Comment