Majas Litotes : Pengertian, Fungsi, Ciri, beserta Contoh Majas Litotes dan artinya

Majas litotes – Pembahasan kita kali ini adalah pengertian majas litotes, fungsi, ciri-ciri, beserta contoh majas litotes dan penjelasannya yang lengkap. Kami harap artikel kali ini bisa membantu anda dalam memahami tentang majas yang satu ini.

Terimalah lagu ini dari orang biasa. Tapi cintaku padamu luar biasa. Pernahkah kamu mendengar lirik lagu Andmesh Kamaleng yang berjudul Cinta Luar Biasa tersebut? Jika kamu sudah pernah mendengarnya, tentu kamu tahu bahwa majas atau gaya bahasa yang terkandung dalam lirik tersebut. Majas atau gaya bahasa yang terkandung dalam lirik lagu tersebut ialah majas litotes.

Sudahkah kamu tau apa sih majas atau gaya bahasa litotes tersebut? Jika belum maka sebaiknya kamu cari tahu, ya.

Pengertian Majas Litotes

pengertian majas litotes
pengertian majas litotes

Dalam dunia sastra terdapat begitu banyak majas. Adapun salah satu dari ragam majas yang begitu populer dan sering digunakan adalah litotes. Majas atau gaya bahasa litotes kerap dikaitkan dengan makna kerendah hatian. Benarkah demikian?

Majas atau gaya bahasa litotes menjadi salah satu dari sekian banyak ragam majas yang terdapat dalam suatu karya sastra guna mengungkapkan perkataan dengan kerendah hatian maupun kelemah lembutan.

Pengertian majas litotes adalah?

Gaya bahasa litotes merupakan gaya bahasa dalam suatu wujud karya sastra yang mampu menggambarkan situasi atau kondisi dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti dengan makna sesungguhnya.

Jadi, majas litotes tersebut mempunyai tujuan untuk merendahkan diri dengan maksud memberikan pesan yang jauh lebih tinggi. Majas ini kerap digunakan pada nasihat, ceramah, syair, puisi, hingga percakapan sehari-hari sekalipun. Bagaimana dengan kamu? Sudahkah menggunakan majas tersebut untuk percakapan sehari-hari?

Fungsi Majas Litotes

fungsi majas litotes
fungsi majas litotes

Majas atau gaya bahasa litotes bukan hanya sering ditemukan pada suatu karya sastra saja. Akan tetapi, gaya bahasa atau majas tersebut juga sering ditemukan pada percakapan sehari-hari. Lantas, sudahkah kamu tahu apa saja sih sebenarnya fungsi dari majas atau gaya bahasa litotes tersebut?

Fungsi majas litotes

1. Pemberi efek imajinatif

Tahukah kamu kalau salah satu fungsi dari majas atau gaya bahasa litotes adalah sebagai pemberi efek imajinatif. Majas atau gaya bahasa litotes mampu memberikan serta menghasilkan efek kesenangan yang bersifat imajinatif pada penggambarannya.

2. Penambah imajinasi

Selain sebagai pemberi efek imajinasi, gaya bahasa litotes juga diketahui mampu menghasilkan tambahan imajinasi. Tambahan imajinasi ini membuat sesuatu yang pada mulanya nampak abstrak menjadi lebih konkrit dan lebih jelas terlihat untuk dinikmati.

3. Penambah intensitas perasaan

Majas atau gaya bahasa litotes juga bisa berfungsi sebagai penambah intensitas perasaan dari pengarang maupun pencerita dalam hal menghantarkan makna dan sikap pada setiap pembaca maupun pendengar.

4. Pemberi makna agar lebih mudah dipahami

Fungsi terakhir dari majas atau gaya bahasa litotes berguna untuk menjelaskan maksud yang akan disampaikan dengan cara penyampaiannya menggunakan bahasa yang lebih mudah untuk dipahami.

Ciri-ciri Majas Litotes

ciri-ciri majas litotes
ciri-ciri majas litotes

Serupa dengan majas maupun gaya bahasa lainnya, gaya bahasa litotes memiliki ciri-ciri yang mampu membedakannya dengan majas maupun gaya bahasa lainnya. Adapun ciri-ciri dari majas atau gaya bahasa litotes tersebut di antaranya sebagai berikut.

Ciri-ciri majas litotes

1. Gaya bahasa litotes menggunakan kata-kata kiasan yang memiliki banyak pilihan kata yang mana dapat menyamakan sesuatu hal dengan suatu hal lainnya.
2. Gaya bahasa litotes menggunakan kata-kata yang abstrak guna menggambarkan maksud maupun tujuan isi cerita atau tulisan.
3. Gaya bahasa litotes menggunakan kata-kata pembanding seperti bak, laksana, bagaikan, andaikan, bagai, umpama dan sebagainya.
4. Gaya bahasa litotes menggunakan kata-kata yang tersusun secara halus dalam hal penyampaian maksud yang tinggi guna tetap menjaga kesopanan kalimat.

Setelah mengetahui ciri-ciri dari gaya bahasa litotes tersebut, tentu saja kamu akan mampu untuk semakin mengenal apa itu gaya bahasa litotes. Namun ada baiknya kamu mengetahui apa saja contoh dari gaya bahasa tersebut sebagai pemantapan pemahaman kamu.

Contoh Majas Litotes

contoh majas litotes
contoh majas litotes

Pada dasarnya gaya bahasa yang satu ini atau majas litotes digunakan dalam upaya mengecilkan suatu hal yang positif menjadi negatif atau mengecilkan kenyataan. Untuk memantapkan pengetahuan kamu seputar majas atau gaya bahasa litotes nih, ada baiknya kamu memahami beberapa contoh kalimat berikut yang menggunakan majas atau gaya bahasa tersebut.

Contoh majas litotes dan artinya

1. Saya hanyalah seorang professor yang sehari-hari makan garam dan nasi putih.

Kalimat tersebut adalah kalimat yang menggunakan frasa atau kata bergaya bahasa litotes. Adapun frasa atau kata yang mengandung gaya bahasa litotes pada kalimat tersebut adalah garam dan nasi putih.

Jadi, maksud yang sebenarnya dari kalimat tersebut adalah seorang saya yang meskipun bekerja sebagai seorang professor akan tetapi makanan sehari-hari saya tetap sama dengan orang-orang pada umumnya serta senantiasa sederhana.

2. Hanya televisi butut ini yang menjadi hiburan keluarga kami sehari-hari.

Kalimat tersebut merupakan contoh kalimat yang menggunakan gaya bahasa litotes. Adapun frasa atau kata yang mengandung gaya bahasa litotes pada kalimat tersebut adalah butut.

Maksud yang sesungguhnya dari penggunaan majas tersebut adalah hanya sebuah televisi sederhana yang menjadi hiburan keluarga kami sehari-hari.

3. Maaf kami hanya bisa menghidangkan masakan sederhana ini saja.

Kalimat tersebut adalah contoh kalimat yang menggunakan gaya bahasa litotes. Frasa atau kata yang menunjukkan gaya bahasa litotes adalah masakan sederhana.

Makna masakan sederhana yang terkandung dalam kalimat tersebut bukanlah masakan yang benar-benar sederhana melainkan justru sebaliknya. Hal ini sesuai dengan makna gaya bahasa litotes yang mana penggunaannya dalam suatu kalimat bertujuan untuk meninggikan makna sebenarnya.

4. Recehan demi recehan ku kumpulkan demi menghalalkanmu.

Contoh kalimat lainnya yang menggunakan gaya bahasa litotes ditunjukkan pada kalimat tersebut. Adapun gaya bahasa litotes yang terkandung dalam kalimat tersebut terdapat pada frasa recehan demi recehan.

Jadi, maksud dari kalimat tersebut bukanlah benar-benar mengumpulkan recehan demi recehan berbentuk koin yang hendak dipakai untuk menghalalkan seseorang. Akan tetapi yang dimaksud dengan frasa recehan demi recehan pada kalimat tersebut adalah uang yang berjumlah sedikit demi sedikit dikumpulkan untuk menghalalkan seseorang.

5. Aku yang buruk rupa tidaklah mungkin bersanding dengannya.

Contoh kalimat berikutnya yang menggunakan gaya bahasa litotes terdapat pada kalimat tersebut. Adapun gaya bahasa litotes yang terkandung dalam kalimat tersebut terdapat pada frasa buruk rupa.

Jadi, maksud dari kalimat tersebut bukanlah benar-benar merupakan sosok aku yang memiliki wajah buruk rupa. Akan tetapi seseorang yang mempunyai wajah yang biasa sehingga tidak memiliki cukup percaya diri untuk bersanding dengan seseorang yang elok parasnya .

6. Fitri hanyalah anak bawang di antara para seniornya.

Kalimat tersebut merupakan salah satu contoh kalimat yang mengandung gaya bahasa litotes. Adapun gaya bahasa litotes yang termuat dalam kalimat tersebut terdapat pada frasa anak bawang. Frasa anak bawang yang termuat dalam kalimat tersebut bukanlah sejenis bumbu dapur. Adapun anak bawang yang dimaksud adalah anak yang belum memiliki cukup pengalaman.

Beberapa informasi terkait majas atau gaya bahasa litotes tersebut baik berupa pengertian majas litotes, fungsi, ciri-ciri maupun contoh majas litotes beserta penjelasannya tersebut kiranya dapat bermanfaat untuk kamu. Semoga bermanfaat, ya!

Leave a Comment