Majas Hiperbola adalah? Pengertian, Ciri dan Contoh Majas Hiperbola

Apa itu majas hiperbola? berikut adalah pengertian majas hiperbola, ciri-ciri, serta kumpulan contoh majas hiperbola dan penjelasannya yang lengkap dengan artinya. Sebelum kita mulai belajar jangan lupa baca doa dulu ya…

Bagi kamu yang belajar sastra, tentu tidak asing kan dengan istilah majas? Majas atau gaya bahasa dikenal sebagai suatu kata-kata maupun kalimat yang digunakan dalam suatu kajian sastra guna mendapatkan efek-efek tertentu. Majas atau gaya bahasa tersebut memiliki banyak ragam. Salah satu jenis majas yang populer digunakan ialah majas hiperbola.

Majas yang cenderung melebih-lebihkan suatu hal tersebut seringkali terdengar pada obrolan-obrolan biasa hingga perdebatan politik beberapa waktu silam. Penggunaan majas yang tidak dibarengi dengan pengetahuan bisa saja membuat asumsi yang berlebihan dan bermakna ganda. Untuk itu, sebelum menggunakan majas tersebut ada baiknya kamu mengenal baik tentang apa itu majas hiperbola terlebih dahulu.

Pengertian Majas Hiperbola

pengertian majas hiperbola
pengertian majas hiperbola

Dalam bahasa Indonesia majas dikenal sebagai gaya bahasa dan dalam bahasa Inggris familiar dengan istilah figure of speech atau trope. Baik dalam versi Indonesia maupun versi Inggris, majas bisa dimaknai sebagai frasa atau kata yang pemaknaannya dari makna sebetulnya ke makna yang lain yang lebih dekat.

Majas dinilai sebagai suatu frasa yang mempunyai makna bertolak dengan makna dalam bahasa langsung. Jadi, untuk memaknai suatu majas kamu perlu menelaahnya lebih jauh lagi. Majas sebenarnya seringkali digunakan dan direkayasa sebagai bentuk kesegaran ekspresi suatu ucapan atau kalimat tertentu.

Majas atau gaya bahasa tersebut memiliki banyak ragam atau jenis. Adapun jenis-jenis atau macam dari majas terbagi menjadi 3 yakni sebagai berikut.

1. Majas perbandingan

Majas perbandingan merupakan suatu gaya bahasa yang mana menggunakan kiasan guna menyatakan suatu perbandingan agar menambah kesan dan pengaruh baik kepada pembaca maupun pendengar (umum). Yang termasuk ke dalam golongan majas perbandingan di antaranya ialah majas personifikasi, alegori, simile, sinestesia, litotes, hipokorisme, depersonifikasi, eufisme, hiperbola dan lain-lain.

2. Majas sindiran

Majas sindiran adalah suatu jenis majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan suatu maksud maupun pernyataan dengan perkataan lain yang bertujuan untuk menyindir atau memberikan sindiran guna memperkuat maksud atau makna perkataan tersebut. Yang termasuk ke dalam jenis majas sindiran di antaranya majas pleonasme, repetisi, aliterasi, klimaks, retoris, interupsi, kolokasi dan lain-lain.

3. Majas pertentangan

Jenis majas terakhir yang perlu kamu tahu adalah majas pertentangan. Majas ini lebih mengacu kepada ungkapan yang berlawanan dengan makna sesungguhnya. Yang termasuk di dalam jenis majas pertentangan ialah majas paradoks, oksimoron, antitesis, kontradiksi interminus dan anakronisme.

Pengertian majas hiperbola adalah?

Seperti yang sudah disebutkan, bahwa gaya bahasa hiperbola termasuk ke dalam jenis majas perbandingan. Sebagai majas perbandingan, hiperbola mengandung suatu pernyataan yang cenderung berlebihan atau terlalu membesar-besarkan sesuatu hal. Gaya bahasa hiperbola mempunyai kecenderungan untuk melebih-lebihkan guna memperhebat, meningkatkan kesan maupun daya pengaruh terhadap suatu hal.

Penggunaan gaya bahasa hiperbola untuk saat ini tidak hanya dimuat dalam suatu karya saja, akan tetapi majas ini juga sering ditemukan pada percakapan sehari-hari. Dengan demikian, majas satu ini sudah tidak terlalu asing untuk didengar oleh banyak kalangan.

Ciri-ciri Majas Hiperbola

ciri-ciri majas hiperbola
ciri-ciri majas hiperbola

Seperti majas maupun gaya bahasa lainnya, gaya bahasa hiperbola juga mempunyai ciri atau tanda yang membedakannya dengan gaya bahasa lainnya. Adapun ciri dari gaya bahasa hiperbola di antaranya sebagai berikut.

Ciri-ciri majas hiperbola

1. Gaya bahasa hiperbola cenderung berusaha untuk melebih-lebihkan sesuatu sehingga maksud hal yang hendak disampaikan tersebut seakan-akan terlhat lebih besar dari kenyataan yang sebenarnya.
2. Gaya bahasa hiperbola menggunakan kata-kata yang dramatis atau lebay dalam bahasa kekinian hehe.
3. Segala sesuatu baik percakapan maupun karya sastra yang disampaikan menggunakan gaya bahasa hiperbola cenderung di luar nalar atau tidak masuk akal.
4. Gaya bahasa hiperbola mempunyai kecenderungan daya pengaruh yang cukup kuat terhadap orang yang mendengar maupun membacanya.

Setelah mengetahui ciri-ciri tersebut tentu kamu semakin memahami bagaimana sih gaya bahasa hiperbola itu. Untuk semakin melengkapi pemahaman kamu, sebaiknya kamu juga mengetahui seperti apa sajakah contoh atau bentuk sampel dari gaya bahasa hiperbola tersebut.

Contoh Majas Hiperbola

contoh majas hiperbola
contoh majas hiperbola

Dalam rangka melengkapi pengetahuan dan pemahaman kamu mengenai seperti apa sih gaya bahasa hiperbola tersebut, maka dari itu kamu sebaiknya mengetahui contoh majas hiperbola dan artinya yang akan kami sajikan di bawah ini.

Contoh majas hiperbola dan penjelasannya

1. Kisah sedih anak yatim piatu itu membuat hati setiap orang yang mendengarnya tersayat-sayat.

Kata atau frasa yang mengandung gaya bahasa hiperbola pada kalimat tersebut adalah tersayat-sayat. Adapun makna dari kalimat tersebut bukanlah wujud hati yang tersayat-sayat setelah mendengar kisah sedih anak yatim piatu tersebut.

Makna sesungguhnya yang tersirat dalam kalimat tersebut adalah ketika anak yatim tersebut menceritakan kisah hidupnya, maka membuat setiap orang yang mendengar ceritanya ikut merasakan kesedihan yang mendalam.

2. Pak Rudi bekerja mati-matian memeras keringat untuk membiayai anak-anaknya.

Kata atau frasa yang mengandung gaya bahasa hiperbola pada kalimat tersebut adalah memeras keringat. Adapun makna dari kalimat tersebut bukanlah pak Rudi yang bekerja dan memeras keringat untuk membiayai anak-anaknya.

Makna sebenarnya yang tersirat dalam kalimat tersebut yakni Pak Rudi yang bekerja keras hingga lelah sekalipun ia lakukan demi untuk mencukupi kebutuhan hidup anak-anaknya.

3. Suara keras konser band rock itu menggelegar membelah bumi.

Kata atau frasa yang mengandung gaya bahasa hiperbola pada kalimat tersebut adalah membelah bumi. Adapun makna dari kalimat tersebut bukanlah suara konser yang begitu terdengar keras hingga mampu membelah planet bumi.

Maksud sebenarnya dari kalimat tersebut adalah suara keras yang berasal dari band rock begitu keras hingga saking kerasnya seolah-olah bisa meluluhlantahkan dunia.

4. Ibu Denok pusing tujuh keliling melihat kenakalan Kenzie.

Kata atau frasa yang mengandung gaya bahasa hiperbola pada kalimat tersebut ialah pusing tujuh keliling. Adapun makna dari kalimat tersebut bukanlah ibu Denok yang pusing hingga berkeliling selama tujuh kali ketika mengetahui kenakalan Kenzie.

Makna sebenarnya dari kalimat tersebut yakni ibu Denok yang begitu pusing dan tidak habis pikir mengetahui kenakalan Kenzie.

5. Suara petir sore nyaris membuat jantungku copot.

Frasa atau kata yang mengandung gaya bahasa hiperbola dalam kalimat tersebut adalah jantungku copot. Akan tetapi, makna kalimat tersebut bukanlah suara petir sore yang nyaris berhasil membuat jantung terlepas dan jatuh ke bawah.

Maksud dari kalimat tersebut yaitu suara petir sore yang terdengar membuat jantungku berdegub kencang, saking kencangnya seakan-akan ingin terlepas dari tempatnya berada.

6. Produk kosmetik yang dipakai Bunga membuat kulitnya sebening Kristal.

Frasa atau makna yang mengandung gaya bahasa hiperbola dalam kalimat tersebut ialah sebening Kristal. Akan tetapi, makna kalimat tersebut bukanlah produk kosmetik yang digunakan Bunga membuat kulitnya seputih kristal.

Maksud dari kalimat tersebut ialah produk kosmetik yang digunakan oleh Bunga membuat kulitnya begitu putih dan mulus.

Beberapa informasi terkait majas hiperbola baik berupa pengertian majas hiperbola, ciri-ciri serta contoh majas hiperbola dan penjelasannya tersebut kiranya dapat menambah pengetahuan kamu biar jangan cuma sok tahu, hehehe. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment