Kalimat Efektif : Pengertian, Syarat, Ciri-ciri, dan Contoh

Apa itu Kalimat efektif ? berikut adalah penjelasannya mulai pengertian, ciri-ciri, syarat, prinsip, dan contoh kalimat efektif dalam sebuah paragraf. Dengan bahasan yang lengkap mudah-mudahan kamu bisa terbantu dalam memahami tentang kalimat efektif.

Buat kamu pemilik hobi menulis, tentunya berkeinginan memiliki karya yang mudah dipahami oleh setiap pembaca. Supaya tulisan mudah dipahami, hal terpenting untuk diperhatikan adalah kalimat. Agar mudah dipahami, gunakan kalimat efektif yang tidak berbelit-belit.

Apa itu kalimat efektif
Apa itu kalimat efektif

Penting untuk menulis dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami. Ini supaya pembaca mampu menangkap pesan yang kamu sampaikan melalui karya tersebut. Terutama jika tulisan tersebut berupa informasi penting. Bisa gawat jika sampai salah dipahami karena kalimat yang digunakan tidak efektif. Untuk itu baca pengertian kalimat efektif di bawah ini.

Pengertian Kalimat Efektif

pengertian kalimat efektif
pengertian kalimat efektif adalah

Apa itu kalimat efektif ?

Sederhananya, kalimat efektif merupakan susunan kata-kata yang sesuai dengan kaidah yang berlaku yang membentuk sebuah kalimat. Unsur-unsur penting yang terdapat di dalam kalimat harus ada. Unsur penting itu adalah subjek, predikat, dan objek.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah ejaan. Gunakan ejaan yang sudah disempurnakan. Pilihlah kata-kata yang tepat (diksi) di dalam kalimat untuk lebih mudah dipahami. Kalimat dengan kaidah-kaidah tersebut akan jelas dan mudah dimengerti oleh pembaca atau pendengar.

Jelaskan pengertian dari kalimat efektif ?

Menurut JS Badudu, kalimat efektif adalah kalimat yang sebab apa yang dipikirkan dan dirasakan pembaca (penulis dalam bahasa tulis) dapat dimengerti dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis). Pemahaman tersebut tidak hanya benar namun juga sama dengan apa yang dimaksud oleh si penutur atau penulis.

Kalimat yang efektif bisa memberikan efek tertentu di dalam sebuah komunikasi. Efek di sini bisa berupa kejelasan informasi, tambahan informasi, atau perubahan pandangan terhadap suatu hal. Penting untuk menggunakan kalimat efektif didalam komunikasi supaya pesan yang  diberikan akan tersampaikan dengan baik. Kalimat yang ribet akan membuat orang susah paham sehingga memungkinkan terjadinya miscommunication.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

ciri-ciri kalimat efektif
ciri-ciri kalimat efektif

Ketika kamu sudah memahami pengertian kalimat efektif, Dalam membuat kalimat yang efektif tidaklah sulit. Selain itu, kamu bisa memahami kalimat efektif dari cirinya. Apabila telah memiliki karakteristik tersebut, artinya kalimat yang kamu buat sudah efektif. Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat efektif yang bisa digunakan sebagai patokan:

Sebuutkan Ciri-ciri Kalimat Efektif ?

  • Kalimat menggunakan diksi yang tepat.
  • Memiliki unsur pokok, setidaknya Subjek Predikat (SP).
  • Sesuai dengan tata aturan ejaan yang disempurnakan (EYD) yang berlaku.
  • Terdapat penekanan pada ide pokok.
  • Menekankan pada penghematan penggunaan kata.
  • Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai.
  • Menerapkan variasi struktur kalimat.
  • Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.
  • Terdapat koherensi yang baik dan kompak.
  • Memperhatikan pararelisme.
  • Berupa komunikasi yang baik.
  • Menunjukkan kehematan.
  • Menggunakan pilihan kata yang baik.

Syarat Kalimat Efektif

Syarat kalimat efektif
Syarat kalimat efektif

Nah setelah kalian mengetahui tentang ciri-ciri kalimat efektif, yang harus kalian tahu selanjutnya adalah syarat-syarat kalimat efektif.

Apa syarat kalimat efektif ?

Di dalam merangkai kalimat efektif terdapat enam syarat atau prinsip yang harus kamu penuhi. Jika enam syarat ini tidak terpenuhi, artinya kalimat kamu belum efektif ehehe. Supaya tidak terjebak di dalam kalimat yang berbelit-belit, yuk simak prinsip apa saja yang dipenuhi:

Sebutkan dan jelaskan syarat-syarat Kalimat Efektif yang harus dipenuhi?

1. Kesatuan

Maksud kesatuan di dalam kalimat adalah adanya keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang digunakan. Kesatuan ini bisa dilihat dari kesepadanan yang kompak dan kepaduan gagasan yang baik. Untuk memastikan adanya kesatuan di dalam sebuah kalimat, kamu bisa gunakan ciri-ciri berikut ini:

Terdapat subjek dan predikat yang jelas

Contoh:

  • Di rumah Pak RT, para pejabat desa berdiskusi tentang masalah keamanan masyarakat Kampung Baru, (Salah)
  • Para pejabat desa berdiskusi masalah keamanan masyarakat Kampung baru di rumah Pak RT. (Benar)

Tidak memiliki subjek ganda

Contoh:

  • Mengerjakan pekerjaan rumah itu adik dibantu oleh ibu. (Salah)
  • Di dalam mengerjakan pekerjaan rumah itu, adik dibantu ibu. (Benar)

Tidak memakai kata penghubung intrakalimat dalam kalimat tunggal

Contoh:

  • Saya terjebak macet. Sehingga saya tidak bisa datang tepat waktu. (Salah)
  • Saya terjebak macet. Oleh karena itu, saya tidak bisa datang tepat waktu. (Benar)

Predikat kalimat tidak didahului kata yang

Contoh:

  • Timlo makan yang asli dari Solo. (Salah)
  • Timlo makan asli dari Solo. (Benar)

2. Kehematan

Kehematan di sini maksudnya adalah menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Mudahnya, kamu tidak perlu menggunakan banyak kata yang mubazir, tidak menjamakkan kata yang sudah memiliki arti jamak, dan tidak mengulang subjek. Dengan menerapkan prinsip ini, kalimat menjadi padat dan berisi.

Contoh:

  • Karena dia tidak punya uang, dia tidak bisa membeli mobil baru. (Salah)
  • Karena tidak punya uang, dia tidak bisa membeli mobil baru. (Benar)
  • Dia hanya tidak bisa menyampaikan perasaannya dengan baik saja. (Salah)
  • Dia tidak bisa menyampaikan perasaannya dengan baik. (Benar)

3. Keparalelan

Keparalelan adalah kesamaan bentuk yang digunakan dalam sebuah kalimat. Artinya apabila kata pertama berbentuk verba, kata kedua pun harus berbentuk verba. Kalau kamu melupakan prinsip ini, bisa jadi kalimat yang tulis jadi sulit untuk dipahami pembaca.

Contoh:

  • Beliau menjelaskan, menunjukkan, dan pemberian contoh untuk mengerjakan soal tersebut. (Salah)
  • Beliau menjelaskan, menunjukkan, memberi contoh untuk mengerjakan soal tersebut.(Benar)

4. Kelogisan

Logis maksudnya ide kalimat bisa diterima oleh akal sehingga pesan bisa diterima pembaca dengan baik. Selain itu, dalam penulisan kalimatnya pun sesuai dengan ejaan yang berlaku. Menulis sesuai ejaan yang berlaku akan membantu kamu untuk lebih mudah merangkai sebuah kalimat yang efektif.

Contoh:

  • Untuk mempersingkat waktu, silakan kalian langsung mulai mengerjakan soal di buku latihan. (Salah)
  • Untuk menghemat waktu, silakan kalian mulai mengerjakan soal di buku latihan. (Benar)

5. Kepaduan (Koherensi)

Koherensi artinya terdapat hubungan yang padu antar unsur-unsur pembentukan kalimat. Syarat ini fungsi supaaya etiap informasi yang diterima oleh pembaca tidak terpecah-pecah. Kepaduan di dalam kalimat biasa akan rusak jika disisipi sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.

Contoh:

  • Sayur bayam ibu memasak tadi pagi. (Salah)
  • Ibu memasak sayur bayam tadi pagi. (Benar)
  • Rapat itu membahas daripada keamanan Kampung Baru. (Salah)
  • Rapat itu membahas keamanan Kampung Baru. (Benar)

6. Ketepatan

Ketepatan merupakan suatu kesesuaian atau kecocokan di dalam pemakaian unsur-unsur yang akan membentuk kalimat sehingga tercipta pengertian yang bulat dan pasti. Prinsip ini bermaksud supaya tidak menimbulkan kebingungan bagi pembaca karena unsur-unsur yang tidak sesuai.

Contoh:

  • Kakek sudah lupa bagaimana cara menggambar, mewarnai, dan berlukis. (Salah)
  • Kakek sudah lupa bagaimana cara menggambar, mewarnai, dan melukis. (Benar)

Contoh Kalimat Efektif dalam Paragraf

contoh kalimat efektif
contoh kalimat efektif

Supaya lebih jelas, akan diberikan contoh kalimat yang tidak efektif terlebih dahulu. Setelah itu akan dituliskan contoh kalimat efektif yang benar, sehingga terlihat perbedaannya. Yuk simak contoh perbedaan kalimat efektif dan tidak efektif di bawah ini:

Perbedaan kalimat efektif dan tidak efektif

1. Contoh Kalimat Tidak Efektif

Perkenalkan saya adalah mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret. Saya kebetulan orang asli Solo jadi tidak perlu kos dan masih tinggal dengan orang tua. Untuk pergi kuliah, biasanya saya mengendarai sepeda motor karena jarah rumah dan kampus dekat hanya sekitar lima belas menit.

Contoh kalimat di atas, apabila dibenarkan menjadi kalimat efektif adalah seperti ini:

2. Contoh Kalimat Efektif

Saya adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Saya asli Solo dan tinggal dengan orang tua. Untuk pergi kuliah, saya mengendarai sepeda motor karena jarak rumah dan kampus dekat. Perjalanan rumah ke kantor sekitar lima belas menit.

Setelah membaca penjelasan di atas, apakah kamu sudah mulai paham tentang kalimat efektif? “Kunci dari kalimat efektif adalah lugas, tidak bertele-tele, dan keterpaduan antar unsur-unsur yang membentuknya”.

Mudah-mudahan pembahasan kalimat efektif mulai dari pengertian, ciri-ciri, syarat, prinsip, dan contoh kalimat efektif dalam sebuah paragraf, bisa membantumu dalam membuat sebuah karya. Yuk, belajar untuk membuat kalimat yang efektif, supaya pesan dari karyamu tersampaikan dengan baik.

Leave a Comment