Apa itu Kalimat Aktif dan Pasif? Berikut adalah Pengertian, Ciri-ciri, Fungsi, Contohnya

Apa itu Kalimat Aktif dan Pasif ? yang akan pastiguna.com bahas adalah pengertian, ciri-ciri, fungsi, dan contoh kalimat aktif dan pasif. Silahkan baca sampai selesai, agar kamu benar-benar paham tentang kalimat aktif dan pasif.

Bahasa Indonesia memang memiliki beberapa jenis kalimat yang harus kamu ketahui, demi mengenal beberapa ciri kalimat berdasarkan fungsi serta cara pengucapan atau penulisannya. Salah satu jenis kalimat yang harus kamu ketahui ketika belajar mengenai bahasa Indonesia adalah kalimat aktif dan pasif, dimana kedua kalimat ini juga akan memiliki ciri, fungsi, serta karakteristiknya tersendiri.

Dengan mempelajari ciri dari kedua kalimat ini, maka ada beberapa keuntungan yang akan kamu dapatkan khususnya untuk lebih mengenal tata bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa ibu pertiwi. Biasanya dengan mempelajari tata bahasa yang baik dan benar, akan membuat anda menjadi lebih siap untuk bersaing dalam mencari pekerjaan maupun bersaing di sekolah dengan teman dalam hal pelajaran.

Kalimat Aktif

Pengertian Kalimat Aktif

pengertian kalimat aktif
pengertian kalimat aktif

Mengenai kalimat aktif, untuk pengertiannya dijelaskan bahwa pada kalimat aktif biasanya subjek akan melakukan tindakan yang dijelaskan sebagai predikat, dengan suatu tundakan yang dilakukan terhadap objeknya tanpa perantara. Maka dari itu kalimat ini disebut sebagai kalimat aktif, dimana pengerjaannya akan dilakukan langsung oleh subjek dengan melakukan sesuatu terhadap objeknya.

Biasanya beberapa orang mengartikan bahwa kalimat langsung, akan menjelaskan suatu tindakan atau aktifitas seseorang yang melakukan sesuatu secara angsung tanpa ada perantara orang lain ketika melakukannya. Hal ini sering kali terjadi dalam kehidupan kita, sehingga penting untuk kamu mengetahui beberapa ciri dari kalimat ini serta fungsi atau kegunaanya dalam setiap penulisan sehari-hari.

Untuk mengerti secara langsung ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan, diantaranya adalah dengan mengetahui ciri dari kalimat tersebut, kemudian fungsinya sehingga membuat kamu menjadi lebih mengerti. Terutama untuk mengetahui kapan dan dimana kata tersebut harus digunakan, baik ketika kamu menulis sebuah tulisan ataupun ketika kamu menyampaikannya secara langsung kepada orang lain.

Ciri-Ciri Kalimat Aktif

ciri-ciri kalimat aktif
ciri-ciri kalimat aktif
Ciri-ciri Kalimat Aktif

1. Subjek yang selalu melakukan sebuah tindakan dengan langsung

Setiap kalimat aktif dan pasif akan memiliki ciri yang berbeda, sehingga anda diharuskan untuk mengetahui beberapa cirinya, dengan ciri yang pertama bahwa pada kalimat aktif subjek selalu melakukan tindakan secara langsung. Sehingga ciri ini mudah untuk dikenali ketika ada sebuah kalimat yang menggunakan cara ini, ditulis atau disampaikan oleh penulis dan pembicara pada sebuah kalimat.

2. Diawali dengan kata imbuhan Me- atau Ber- untuk predikatnya

Untuk kalimat aktif jika anda ingin mengetahui ciri yang kedua, terdapat pada penulisan yang berawal kata Me atau Ber pada bagian predikatnya. Sehingga ketika anda menemukan kata awalan Me atau Ber pada kalimat, maka dengan langsung anda dapat membedakan jika kalimat tersebut merupakan kalimat langsung, mungkin cara untuk mengetahui ini akan berguna untuk mempermudah anda ketika ujian.

3. Polanya selalu SPOK atau SPK

Dalam penulisan atau penyampaian kalimat aktif, anda haruslah mengetahui jika penulisannya akan selalu mengikuti ejaan dengan urutan Subjek, Predikat, dan Objek, atau bisa juga Subjek, Predikat, dan Keterangan. Dalam hal ini subjek akan selalu pada posisi dimana ia akan melakukan segala sesuatu secara langsung, atau bisa dibilang tanpa menggunakan perantara apapun dalam melakukannya.

Fungsi Kalimat Aktif

fungsi kalimat aktif
fungsi kalimat aktif

Setiap kalimat dalam bahasa Indonesia akan memiliki fungsinya tersendiri, termasuk untuk fungsi dari kalimat aktif dan pasif dimana memiliki fungsi yang sama, meski berbeda dalam menjelaskannya. Untuk fungsi kalimat aktif, biasanya beberapa orang akan menggunakannya untuk menjelaskan bahwa seseorang telah atau sedang melakukan sesuatu menggunakan sebuah kalimat dengan SPOK atau SPK.

Tentunya hal ini akan sangat berguna untuk kamu yang saat ini ingin belajar bahasa Indonesia, dengan memperhatikan beberapa ciri dari kalimat ini tentunya bersamaan dengan cara penulisan atau penyampaiannya. Jika kamu sudah memahami beberapa cara serta ciri dari penulisan kalimat aktif, maka anda akan menjadi salah seorang yang beruntung terutama untuk bersaing disekolah dalam hal pelajaran.

Contoh Kalimat Aktif

contoh kalimat aktif
contoh kalimat aktif
Contoh Kalimat Aktif
  • Roni mengerjakan PR dirumah dengan sangat rajin.
  • Maman membayar setoran bank secara rutin setiap minggu untuk perusahaan.
  • Anita membeli kue di toko roti dekat pasar.
  • Mike bersepeda ke sekolah setiap harinya dengan semangat.
  • Jacinta membuang sisa makanannya di tempat sampah dengan tepat.

Kalimat Pasif

Pengertian Kalimat Pasif

pengertian kalimat pasif
pengertian kalimat pasif

Tidak sama dengan kalimat aktif, pada kalimat pasif ini biasanya menjelaskan bahwa subjeknya terkena suatu tindakan, dalam hal ini biasanya tindakan tersebut dijadikan sebagai predikat oleh objeknya. Sehingga pada menjelaskannya pun akan berbeda dengan kalimat aktif, tentunya sesuatu yang dijelaskan oleh orang yang membicarakannya tidaklah dilakukan langsung oleh dirinya yakni dengan perantara.

Sehingga pada kalimat pasif ini biasanya menjelaskan segala sesuatu yang dilakukan bukan oleh orang yang membicarakannya, atau bisa dibilang hampir sama dengan kalimat tidak langsung. Maka dari itu untuk menjelaskannya kamu hanya perlu mengerti bahwa pada kalimat pasif, format atau susunan penulisannya selalu Subjek, Predikat, kemudian Objek yang akan menyusun menjadi kalimat ini.

Ciri-Ciri Kalimat Pasif

ciri-ciri kalimat pasif
ciri-ciri kalimat pasif
Ciri-ciri Kalimat Pasif

1. Perubahan subjek menjadi objek

Pada sebuah kalimat pasif biasanya subjek akan berubah menjadi objek, dimana akan menjelaskan bahwa seseorang sedang melakukan sesuatu yang dibicarakan atau ditulis oleh yang menyampaikannya. Maka dari itu disinilah terjadi perubahan pada kalimat, dimana subjek yang ditulis akan berubah menjadi objek pada penulisannya, dengan demikian ciri inilah yang dapat menandai jika kalimat tersebut adalah pasif.

2. Imbuhan di-, ter-, atau Ke-an pada predikatnya

Tentunya ketik suatu subjek berubah menjadi objek, maka penulisan pada predikatnya pun akan berubah sehingga membutuhkan kalimat penghubung. Biasanya kalimat penghubung inilah yang digunakan untuk menuliskan sebuah kalimat pasif, dengan demikian ketika kamu menulis sebuah kalimat pasif cobalah untuk menulis predikat dengan tambahan kata penghubung ini pada setiap predikatnya.

Fungsi Kalimat Pasif

fungsi kalimat pasif
fungsi kalimat pasif

Setiap kalimat aktif dan pasif akan memberikan sebuah fungsi tersendiri, dimana keduanya befungsi untuk menjelaskan sebuah arti dari penulisan atau pembicaraan, yang menjelaskan akan sesuatu yang terjadi atau dalam memberikan informasi. Tentunya pada kalimat pasif biasanya memiliki fungsi yang hampir sama dengan kalimat tidak langsung, yang biasanya digunakan pada tata bahasa Indonesia.

Dalam penggunaannya kalimat pasif juga berfungsi sebagai salah satu penegas, dimana akan menjelaskan bahwa ada beberapa kalimat yang menjelaskan jika subjek yang telah berubah menjadi objek, sedang atau telah melakukan sesuatu sebagai predikatnya. Hal ini juga menjadi salah satu bagian dari ciri pada kalimat pasif, yang biasanya terdapat pada beberapa penulisan dalam sebuah tulisan.

Contoh Kalimat Pasif

contoh kalimat pasif
contoh kalimat pasif
Contoh Kalimat Pasif
  • Susu itu diminum oleh kak Adhi.
  • Motor milik pak Agus digunakan Mas Eka untuk pergi ke pasar setiap hari.
  • Pembobol bank ditangkap oleh Bapak Polisi kemarin sore.
  • Buah apel itu dipotong menjadi empat bagian oleh chef yang memasak kemarin.

Mengerti sebuah ciri atau pengertian serta fungsi dari kalimat aktif dan pasif, membutuhkan kamu sebuah pengetahuan dasar tentang penulisan atau ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika kamu sudah mengerti tentang hal ini, maka langkah selanjutnya adalah mempelajari ciri serta cara untuk menulisnya.

Leave a Comment