contoh laporan psg

Contoh Laporan PSG Jurusan TKR Lengkap

Contoh Laporan PSG– Siswa SMK pasti ada tugas untuk membuat laporan PSG walaupun itu jurusan TKJ, TKR, Otomotif, Akuntansi dan Administrasi Perkantoran. Nah, alhamdulilah kalian bisa berkunjung disini, karena itu sangat tepat sekali untuk membantu kalian dalam mengerjakan tugas laporan PSG. Khususnya di bawah ini tentang Jurusan TKR di bawah ini:

Baca juga

Contoh Laporan PSG TKJ

Contoh Laporan PSG Akuntansi

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah S.W.T. atas segala limpahan rahmat, taufiq, hidayah dan inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan pendidikan sistem ganda.

Laporan pendidikan sistem ganda disusun untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) tahun pelajaran 2016/2017 dan sebagai tanda bukti bahwa kami telah melaksanakan dan menyelesaikan pendidikan sistem ganda di bengkel Trio Jaya pada tanggal 12 januari 2015 sampai dengan 07 April 2015.

Laporan ini dapat disusun dan diselesaikan dengan adanya bantuan serta motivasi dari berbagai pihak, makalah ini tidak akan bisa terselesaikan. Sehingga, pada kesempatan ini kami selaku penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Sumiatun, S. Pd, selaku kepala SMK Islam Terpadu Arrohmah yang telah banyak memberikan kemudahan berupa tersedianya sarana dan prasarana;
2. Bapak Trio Hary Widodo, selaku pemilik Bengkel Trio Jaya yang telah memberikan ijin kepada kami untuk melaksanakan pendidikan sistem ganda selama tiga bulan;
3. Bapak Andri Sujatmiko, selaku pembimbing dan kepala program Teknik Kendaraan Ringan yang telah banyak memberikan pengarahan dan motivasi dalam pelaksanaan pendidikan sistem ganda;
4. Bapak Husnul Ibnu Hasim, selaku pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan laporan ini;
5. Bapak dan Ibu Guru yang telah memberikan bekal ilmu yang sangat bermanfaat kepada penulis selama ini;
6. Orang tua kami yang telah mendukung dan memberikan segalanya, untuk bisa menyelesaikan pendidikan sistem ganda selama tiga bulan;
7. Dan semua pihak yang telah membantu proses penyusunan laporan ini, sehingga laporan ini dapat kami selesaikan dengan baik dan lancar.
Penulis menyadari bahwa laporan yang tersusun ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang disebabkan oleh kelemahan serta terbatasnya pengetahuan dan materi yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.
Akhirnya, penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta didik pada khususnya dan seluruh pembaca pada umumnya, dan semoga segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan mendapat Imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Kepanjen, 08 April 2015
Penyusun

Risky_pastiguna.com

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………….
KATA PENGANTAR……………………………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………………..
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………………..
DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang…………………………………………………………..
B. Tujuan…………………………………………………………………………
C. Ruang lingkup…………………………………………………………..
D. Kegunaan …………………………………………………………..
E. Definisi Istilah…………………………………………………………..

BAB II HASIL PENDIDIKAN SISTEM GANDA

A. Gambaran Umum Industri…………………………………………………
B. Aktifitas yang dilakukan selama praktik ………………………………….
C. Masalah yang dihadapi…………………………………………………………..
D. Pemecahan Masalah yang di Ambil……………………………….

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan…………………………………………………………..
B. Saran………………………………………………………………………..

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.A. Bengkel Trio Jaya Tampak depan……………………………….
Gambar II.A.3 Aktifitas Pekerjaan Bengkel Trio Jaya………………….
Gambar II.D.3 Bearing puller attachment……………………………….
Gambar II.D.4 Puler Perapat Oli (Oil Seal Puller)……………………………….
Gambar II.D.5 Puller Bantalan Pilot (Bearing Cup Puller)……………..
Gambar II.D.6 Universal Puller…………………………………………………
Gambar II.D.7 Clutch Aligning Tool…………………………………………………….
Gambar II.D.8 Clutch Aligning Tool…………………………………………………
Gambar II.D.9 Ring Compressor……………………………………………………………….
Gambar II.D.10 Tang Ring Torak (Piston Ring Plier)……………………………….
Gambar II.D.10.2 penggunaan Tang Ring Torak (Piston Ring Plier)………………
Gambar II.D.11.1 Pengukur Tekanan kompresi (Compression Tester)……….
Gambar II.D.11.2 Penggunaan Compression Tester……………………………….

DAFTAR LAMPIRAN

1. Data Identitas………………………………………………………………..
2. Absensi………………………………………………………………………..
3. Jurnal………………………………………………………………………………

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pemilihan alat dalam servis kendaraan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kesulitan kerja. Seorang mekanik akan menggunakan alat-alat tangan (basic hand tools) pada pekerjaan yang relatif mudah dikerjakan, sedangkan menghadapi pekerjaan yang sukar, mekanik dapat menggunakan alat-alat khusus yang disebut special service tool (SST). Dengan menggunakan SST, pekerjaan servis kendaraan di bengkel dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan efisieen tanpa merusak bagian-bagian yang dikerjakan. Pemilihan SST dalam kerja servis kendaraan di bengkel sangat ditentukan oleh jenis kendaraan dan model serta spesifikasi kendaraannya. Jenis pekerjaan yang dimaksudkan adalah pekerjaan pembongkaran, pekerjaan perakitan, penyetelan, dan sebagainya.

Alat pembongkar (remover) adalah alat khusus (SST) yang dipakai untuk melepas atau membongkar komponen seperti bearing, sil oli (oil seal), bushing, dan sebagainya. Contoh SST pembongkar adalah bearing remover, puller, bearing separator, dan sebagainya. Sedangkan replacer adalah alat yang dipakai untuk memasang atau mengganti.

Kedua kategori alat tersebut dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan ukuran bagian yang akan dikerjakan
Berdasarkan kenyataan di lapangan kami dari kelompok Mitsubishi akan membuat laporan pendidikan sistem ganda yang berjudul “Penggunaan Dan Perawatan Alat-Alat Khusus (special service tools) Di Bengkel Trio Jaya”, yang mana mempunyai tujuan untuk memberi pengetahuan kepada praktisi bengkel pada umumnya dan siswa SMK Islam Terpadu Arrohmah pada khususnya.

B. TUJUAN

1. Menyebutkan nama-nama alat bengkel otomotif sesuai dalam bahasa Indonesia dan Inggris
2. Menjelaskan fungsi dari masing-masing alat.
3. Memperhatikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan berlaku santun, teliti dan penuh rasa tanggung jawab.
4. Mengetahui perawatan Alat-Alat Tangan (hands tools).

C. RUANG LINGKUP

1. Special service tools.
2. K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam menggunakan Special service tools.
D. KEGUNAAN
1. Memahami pengertian special service tool yang digunakan di bengkel otomotif.
2. Memahami perbedaan special service tools dengan peralatan biasa.
3. menerapkan K3 dalam menggunakan special service tools.

E. DEFINISI ISTILAH

1. Bearing Splitter adalah puller khusus yang didesain untuk melepas bantalan yang berada pada posisi tidak dapat dijangkau oleh kaki puler biasa.
2. Bearing cup puller atau disebut juga pilot bearing puller digunakan untuk menaribearing dari bagian tengah bearing atau bearing yang terpasang pada lubang/silinder.
3. Clutch Aligning Tool digunakan untuk meluruskan atau memposisikan kanpas kopling (clutch disc) agar benar-benar ditengah.
4. Tang ring torak adalah alat untuk membantu melepas dan memasang ring torak.
5. Piston ring compressor adalah alat yang dipakai untuk menekan ring piston pada waktu pemasangan ring piston dan pisto ke dalam silinder.

BAB II
HASIL PENDIDIKAN SISTEM GANDA

A. Gambaran Umum Industri

Bengkel Mobil Trio Jaya berdiri pada Tanggal 7 Januari 2000, Bengkel Mobil Trio Jaya memulai usahanya sebagai pusat layanan perawatan dan perbaikan mobil di Jalan Sumedang Nomor 150 B kelurahan Kepanjen. Lokasinya tepat berada di jalan raya utama yang ramai dan strategis yang merupakan jalan lintasan antara Malang dengan Blitar.

Gambar II.A. Bengkel Trio Jaya Tampak depan

1. Ruang Lingkup Usaha

Dengan mengandalkan pengalaman sumber daya manusia yang profesional dalam bidangnya masing-masing serta didukung dengan peralatan yang memadai, Bengkel Mobil Trio Jaya menawarkan pelayanan terbaiknya dalam beberapa hal diantaranya: Tune up mesin diesel isuzu, Perawatan dan perbaikan mobil, Penjualan suku cadang, accessories, variasi mobil, dan Rental mobil.

Sebagai sebuah usaha yang baru mulai, pembenahan diri ke dalam terus menerus kami lakukan dalam rangka meningkatkan kepuasan. Bengkel Mobil Trio Jaya berusaha memposisikan diri sebagai pusat layanan mobil di wilayah Kepanjen, karena kami ingin agar pelanggan dapat menggunakan waktunya sebaik mungkin dan memperoleh hasil layanan yang cepat dan memuaskan dengan harga yang terjangkau.

Sebagai pusat layanan mobil terpadu, Bengkel Mobil Trio Jaya bukan sekedar bengkel mobil biasa, tetapi akan kami kembangkan citranya sebagai sebuah “bengkel komplit”, sehingga pelanggan cukup datang ke Bengkel Mobil Trio Jaya, maka seluruh keluhan akan teratasi dan kebutuhan akan terpenuhi. Selain itu, Bengkel Mobil Trio Jaya juga melayani rental mobil.

2. Struktur Managemen

Sebagai suatu usaha yang mengutamakan tim manajemen yang utuh, kedisiplinan kerja dan kejujuran, maka Bengkel Mobil Trio Jaya membentuk struktur Manajemen yang paling utama adalah sistem kekeluargaan, sebagai berikut:
1. Direktur : Trio Hary Widodo
2. Kepala Bengkel : Prio Kuswidiyanto
3. Penjualan : Evlin
4. Mekanik : Husnul Ibnu Hasim
5. Karyawan : Andik dan Dian
Bengkel Mobil Trio Jaya sebagai usaha baru dibidang automotive berupaya keras agar jumlah sumber daya manusia yang ada terus dikembangkan untuk dapat memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan kepada pelanggan. Oleh sebab itu sumber daya manusia di Bengkel Mobil Trio Jaya terdiri dari tenaga-tenaga inti yang professional dibidang manajemen dan didukung oleh tenaga-tenaga mekanik yang terlatih dan handal dalam menangani berbagai jenis merk dan type mobil.

Sebagian dari para mekanik kami berasal dari Institut-institut Pelatihan Kejuruan, selain mereka yang pernah berkarir di bengkel-bengkel besar berkualitas di Kota Malang. Disamping itu juga kami selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja para karyawan dan teknisi yang kami miliki dengan cara menjalin kerjasama dengan Institut-institut Pelatihan Manajemen dan para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang memiliki program pelatihan untuk menyelenggarakan pelatihan bagi para karyawan kami.

3. Divisi Perawatan dan Perbaikan Mobil

Divisi ini memiliki kemampuan untuk melayani perbaikan dan perawatan mobil, meliputi mobil-mobil buatan Jepang, Korea, Eropa dan Amerika karena didukung oleh peralatan-peralatan khusus. Data kinerja penyelesaian layanan per hari adalah:
1) Lahan parkir, bengkel reparasi.
2) Daya tampung mobil: 12 unit/hari
3) Kinerja bagian mekanik perbaikan mobil: 8 unit/hari
4) Kinerja bagian Ban, Spooring & Balancing: 6 unit/hari
5) Kinerja bagian Air Conditioning dan Kelistrikan mobil: 5 unit/hari

Gambar II.A.3 Aktifitas Pekerjaan Bengkel Trio Jaya

Bila diperlukan kemampuan kerja tersebut di atas masih dapat ditingkatkan lagi dengan cara menambah peralatan dan sumber daya manusia. Dalam rangka menciptakan suasana bengkel yang nyaman dan ramah lingkungan, Bengkel Mobil Trio Jaya berusaha terus menerus memelihara kebersihan lingkungan kerjanya. Perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja dengan mengikutsertakan Jamsostek juga merupakan kepedulian dari manajemen Bengkel Mobil Trio Jaya, termasuk perlindungan terhadap keselamatan kendaraan pelanggan dari bahaya kebakaran ataupun huru-hara.

4. Jenis-Jenis Jasa Layanan
4.1 Divisi Perawatan dan Perbaikan Mobil

Pada divisi ini terdapat beberapa jenis jasa layanan yang berhubungan dengan perawatan, perbaikan dan peningkatan kinerja mobil para pelanggan, antara lain:
1) Penggantian oli mesin, oli transmisi, oli gardan
2) Tune up mesin bensin dan mesin diesel
3) Perbaikan sistim mekanisme mobil, sistim suspensi, sistim rem dan sistim pendinginan mesin.
4) Turun Mesin (Engine Overhaul)
5) Spooring, balancing dan pemasangan ban baru
6) Pemasangan kaca film, variasi dan acesoris
7) Perbaikan sistim power steering
8) Perbaikan sistim kelistrikan mobil, power window dan central lock

4.2 Divisi Penjualan

Divisi ini berfungsi melakukan penjualan komponen-komponen mobil yang dibutuhkan pelanggan seperti: suku cadang mobil, variasi, ban velg racing, oli, accu, suku cadang AC, dan lain-lain.

4.3 Fasilitas Pembayaran

Untuk pembayaran, kami menggunakan sistem tunai. Bagi perusahaan atau badan usaha yang telah menjadi rekanan atau pelanggan tetap, Bengkel Mobil Trio Jaya dapat memberikan tenggang waktu pembayaran.

B. Aktifitas yang dilakukan selama praktek

Selama melakukan pendidikan sistem ganda di Bengkel Trio Jaya kami melakukan banyak kegiatan diantaranya:
1. Mengganti Oli mesin,
2. Mengganti Oli Transmisi dan Oli Garda,
3. Melakukan vet,
4. Melakukan perawatan Hand Tools.
5. Melakukan perawatan Special service tools
6. Membersihkan Halaman Bengkel.
C. Masalah yang dihadapi
1. Special service tools yang telah selesai dipergunakan selalu dalam keadaan kotor,
2. Sering mengalami kerusakan pada Special service tools,
3. Special service tools mengalami keretakan,
4. Special service tools tidak dapat berfungsi dengan baik.

D. Pemecahan masalah yang diambil

Perawatan dan penggunaan hands tool harus sesuai dengan SOP dan juga memperhatikan kaidah-kaidah Memperhatikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan berlaku santun, teliti dan penuh rasa tanggung jawab.
1. Alat-Alat Khusus
Pemilihan alat dalam servis kendaraan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kesulitan kerja. Seorang mekanik akan menggunakan alat-alat tangan (basic hand tools) pada pekerjaan yang relatif mudah dikerjakan, sedangkan menghadapi pekerjaan yang sukar, mekanik dapat menggunakan alat-alat khusus yang disebut special service tool (SST). Dengan menggunakan SST, pekerjaan servis kendaraan di bengkel dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan efisien tanpa merusak bagian-bagian yang dikerjakan. Pemilihan SST dalam kerja servis kendaraan di bengkel sagat ditentukan oleh jenis kendaraan dan model serta spesifikasi kendaraannya. Jenis pekerjaan yang dimaksudkan adalah pekerjaan pembongkaran, pekerjaan perakitan, penyetelan, dan sebagainya.
2. Alat Pembongkar
Alat pembongkar (remover) adalah alat khusus (SST) yang dipakai untuk melepas atau membongkar komponen seperti bearing, sil oli (oil seal), bushing, dan sebagainya. Contoh SST pembongkar adalah bearing remover, puller, bearing separator, dan sebagainya. Sedangkan replacer adalah alat yang dipakai untuk memasang atau mengganti. Kedua kategori alat tersebut dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan ukuran bagian yang akan dikerjakan.
3. Bearing puller attachment

Gambar II.D.3 Bearing puller attachment
Bearing Splitter adalah puller khusus yang didesain untuk melepas bantalan yang berada pada posisi tidak dapat dijangkau oleh kaki puler biasa. Bantalan ini dapat dilepas dengan cara bearing spliter dipasang sedemikian rupa hingga memisahkan bantalan ini. Keraskan baut pengikat bearing spliter hingga mendesak bantalan lepas dari tempatnya.
Bearing puller attachment terdiri dari dua bagian, yang dihubungkan oleh dua bolt. Kedua bagian ini memiliki bentuk setengah lingkaran dengan bagian tengahnya dibuat lebih tipis. Bagian pinggir yang tipis ini dipasang di bawah bearing dan diatur peletakannya oleh dua bolt. Setiap bagian memiliki lubang yang digunakan untuk memasang push puller.
Attachment juga memiliki groove di dalamnya sehingga puller dengan dua jaw dapat dihubungkan. Bearing puller attachment memiliki banyak ukuran sesuai dengan diameter bearing terbesar, yang dapat dilepaskan dengan aman. Bearing puller attachment digunakan untuk melepaskan bearing, yang telah ditekan masuk di dalam shaft. Attachment ini harus digunakan dengan sejumlah puller lainnya, baik puller dengan dua atau tiga jaw atau dengan push puller.
Bearing puller attachment ditempatkan pada posisinya di bawah bearing dan diatur agar dapat terpasang dengan pas. Puller dengan dua atau tiga jam kemudian dihubungkan untuk menarik bearing dari shaft. Apabila push puller digunakan, pasanglah arm dari push puller pada bearing puller attachment sebelum dihubungkan ke cross block pada push puller. Untuk semua aplikasi puller, selalu gunakan safety glass. Pastikan untuk menggunakan bearing puller attachment dengan diameter yang cukup untuk bearing.
Bentangan (spread) puller harus disetel sehingga arm berada pada posisi tegak lurus dengan part yang akan ditarik. Pastikan bahwa bagian ujung arm dipasang dengan aman pada bearing puller attachment. Untuk push puller, diameter puller shaft minimal setengah dari diameter shaft yang akan ditarik. Pastikan bahwa bolt yang digunakan untuk pengaturan telah mengencangkan attachment pada bearing sebelum menariknya.
3.1. Perawatan Bearing puller attachment
Jagalah kebersihan attachment dari kotoran dan oli. Periksa apakah ada bagian pinggir permukaan dalam yang aus. Setelah selesai melakukan pemeriksaan pada tool, simpanlah di tempat penyimpanan yang aman.
4. Puler Perapat Oli (Oil Seal Puller)
Puller jenis ini berfungsi melepas perapat oli pada transmisi, poros belakang (pada kendaraan roda empat) dsb. Kaki (jaw) puller jenis ini dibuat dengan bentuk khusus untuk dapat menegeluarkan perapat oli (oil seal) yang dipasangkan.Puller dimasukkan pada tempat pemasangan perapat oli, atau kaki (jaw) puller pada posisi yang benar, kemudian lepas perapat oli.

Gambar II.D.4 Puler Perapat Oli (Oil Seal Puller)
5. Puller Bantalan Pilot (Bearing Cup Puller)

Gambar II.D.5 Puller Bantalan Pilot (Bearing Cup Puller)

Bearing cup puller atau disebut juga pilot bearing puller digunakan untuk menarik bearing dari bagian tengah bearing atau bearing yang terpasang pada lubang/silinder.
Bearing cup puller mirip dengan puller dua jaw namun jaw pada bearing cuppuller ditahan oleh adjusting screw. Jaw menahan di dua tempat. Jaw dari bearing cup puller dapat bergerak ke luar dan ke dalam sepanjang rod. Jaw dihubungkan melalui celah pada brace ke bawah ujung jaw. Brace/cross block, adalah sebuah balok logam dengan dua celah untuk tempat jaw. Forcing scew menembus bagian tengah cross block.Lubang pengatur untuk bolt jaw memberikan tiga posisi pengaturan yang berbeda. Jangkauan puller dapat diubah apabila menggunakan ukuran jaw yang berbeda. Bearing cup puller digunakan untuk melepaskan part dari lubang dan di tempat dengan ruang terbatas dimana puller lain tidak dapat digunakan. Bearing cup puller melepaskan part, yang telah ditekan dalam posisinya.Puller dipasang setelah jaw diatur sesuai dengan part. Adjusting screw diputar untuk menahan jaw di tempatnya dan step plate atau centring plate digunakan sebagai permukaan kontak untuk forcing screw. Putarlah forcing screw sampai permukaan jaw yang dicengkeram terpasang kuat pada part. Pasang wrench pada drive unit dan putarlah clockwise. Saat forcing screw diputar, bearing cup puller akan menarik bearing atau part.
Untuk semua aplikasi puller, gunakan selalu safety glass. Pastikan untuk menggunakan puller dengan jangkauan dan bentangan yang benar. Bentangan yang terlalu kecil dapat menyebabkan jaw terlepas dari komponen dan menyebabkan kerusakan pada tool atau komponen atau bahkan menimbulkan kemungkinan terjadinya cidera terhadap operator. Bentangan harus sama atau lebih besar dibandingkan dengan ukuran part yang akan ditarik. Jangkauan harus diatur sehingga jaw dapat mencengkeram dengan pas. Pastikan bahwa jaw berada dalam posisi yang baik untuk penarikan secara lurus.
5.1. Perawatan Puller Bantalan Pilot (Bearing Cup Puller)
Bersihkan puller dari kotoran dan oli. Periksa apakah terdapat keausan yang berlebihan pada bagian ujung jaw dan pada drive unit dari forcing screw. Gantilah jaw apabila sudah terlalu aus demi penggunaan yang aman. Periksalah nut dan bolt apakah aus. Setelah selesai memeriksa puller, simpan di tempat penyimpanan.
6. Universal Puller

Gambar II.D.6 Universal Puller
Puller dengan tiga jaw memiliki jarak yang sama. Masing-masing arm dipasang pada suatu bagian logam, yang digunakan untuk menghubungkan arm dengan bagian tengah. Bagian tengah dikenal sebagai ”ear.” Engsel pada kedua ujung ear dihubungkan ke arm dan bagian tengah. Screw (forcing screw) menekan bagian tengah ini.
Puller diklasifikasikan berdasarkan jangkauan dan bentangan. Jangkauan (reach) adalah jarak forcing screw dapat dipanjangkan dari atas ke bawah. Bentangan (spread) adalah jarak jaw dapat melebar dan masih dapat menahan komponen. Puller dengan dua atau tiga jaw dapat digunakan untuk menarik komponen dari suatu shaft atau menarik komponen dari suatu counter bore apabila sudah ditekan di tempatnya. Jaw pada puller dapat diputar sehingga dapat digunakan untuk aplikasi puller di bagian dalam atau luar. Pada penggunaan puller untuk menarik komponen dari shaft, letakkan jaw di bawah sisi komponen yang akan ditarik.
6.1 Perawatan Universal Puller
Jagalah kebersihan puller dari kotoran dan oli. Jagalah kebersihan ulir pada forcing screw agar bebas dari kotoran, lindungilah bagian ujung jaw dan square drive screw (forcing screw). Gantilah jaw apabila sudah aus. Periksalah semua nut dan bolt yang menghubungkan jaw dengan ear. Apabila tool tidak digunakan, simpanlah di tempat penyimpanan.
7. Clutch Aligning Tool
Clutch Aligning Tool digunakan untuk meluruskan atau memposisikan kanpas kopling (clutch disc) agar benar-benar ditengah sebelum baut plat penekan (pressure plate) dikencangkan. Hal ini dilakukan agar pemasangan transmisi atau input shaft transmisi mudah masuk ke dalam clutch disc.

Gambar II.D.7 Clutch Aligning Tool
8. Sliding Hammer
Slide hammer puller adalah shank logam dengan sebuah handle di salah satu ujungnya dan sebuah attachment untuk memegang part di ujung lainnya. Attachment dapat dilepas sehingga dapat diganti dengan attachment lain. Di antara handle dan pemegang attachment, terdapat hammer berat yang dapat sliding sepanjang shaft. Ujung slide hammer berbentuk kerucut, yang akan mengontrol pengaturan attachment, dan sebuah bola yang berada di dekat handle di dekat ujung shaft. Kerucut dipasangkan pada shaft dan dapat diputar untuk membuka dan menutup jaw attachment.
8.1 Perawatan Sliding Hammer
Besihkan kotoran dan oli dari puller. Periksa apakah terdapat keausan pada perlengkapan penarik dan gantilah apabila sudah terlalu aus. Oleskan oli pada shaft untuk meningkatkan gerakan hammer dan untuk menjaga agar shaftberada dalam kondisi yang baik. Setelah selesai menggunakan tool, simpanlah di tempat penyimpanan.

Gambar II.D.8 Clutch Aligning Tool
9. Ring compressor

Gambar II.D.9 Ring Compressor
Piston ring compressor adalah alat yang dipakai untuk menekan ring piston pada waktu pemasangan ring piston dan piston ke dalam silinder. Piston ring compressor dibuat dalam berbagai ukuran, menyerupai silinder linear yang telah dilengkapi dengan penyetel. Penyetel berfungsi menyesuaikan diameter piston ring compressor (membesar dan mengecil) ketika digunakan.
10. Tang Ring Torak (Piston Ring Plier)
Tang ring torak adalah alat untuk membantu melepas dan memasang ring torak. Alat ini digunakan untuk memudahkan pemasangan ring torak, menghindari kerusakan atau cacat pada torak ataupun ring torak.

Gambar II.D.10.1 Tang Ring Torak (Piston Ring Plier)

Gambar II.D.10.2 penggunaan Tang Ring Torak (Piston Ring Plier)

11. Pengukur Tekanan kompresi (Compression Tester)
Untuk mengukur tekanan kompresi silinder digunakan Compression tester. Alat ini dibedakan menjadi pengukur tekanan kompresi untuk motor bensin dan pengukur tekanan kompresi motor diesel. Manometer pada alat ini berfungsi untuk menunjukkan besar tekanan kompresi silinder ketika dilakukan pengukuran.

Gambar II.D.11.1 Pengukur Tekanan kompresi (Compression Tester)
Di dalam manometer terdapat jarum penunjuk dan skala tekanan kompresi dalam beberapa satuan ukuran. cara penggunaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar II.D.11.2 Penggunaan Compression Tester
Prosedur pengukuran tekanan kompresi adalah sebagai berikut :
1. Lepaskan busi dari rumahnya, masukkan ujung slang compression tester pada rumah busi
2. Starter mesin beberapa saat sampai mesin berputar 200 rpm, lalu baca besar tekanan kompresi pada manometer
3. Tekanan kompresi yang rendah menunjukkan ring piston yang aus, kebocoran pada packing, dan penyetelan celah katup yang terlalu renggang.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Bearing Splitter adalah puller khusus yang didesain untuk melepas bantalan yang berada pada posisi tidak dapat dijangkau oleh kaki puler biasa. Bantalan ini dapat dilepas dengan cara bearing spliter dipasang sedemikian rupa hingga memisahkan bantalan ini. Keraskan baut pengikat bearing spliter hingga mendesak bantalan lepas dari tempatnya.

Clutch Aligning Tool digunakan untuk meluruskan atau memposisikan kanpas kopling (clutch disc) agar benar-benar ditengah sebelum baut plat penekan (pressure plate) dikencangkan. Hal ini dilakukan agar pemasangan transmisi atau input shaft transmisi mudah masuk ke dalam clutch disc.

Tang ring torak adalah alat untuk membantu melepas dan memasang ring torak. Alat ini digunakan untuk memudahkan pemasangan ring torak, menghindari kerusakan atau cacat pada torak ataupun ring torak
Valve spring compressor digunakan untuk melepas dan memasang pengunci katup pada tapper. Tanpa alat ini sangat sulit melepas atupun memasang katup pada kepala silinder.

Untuk mengukur tekanan kompresi silinder digunakan Compression tester. Alat ini dibedakan menjadi pengukur tekanan kompresi untuk motor bensin dan pengukur tekanan kompresi motor diesel
Traker ball joint memiliki beberapa bentuk yaitu ball joint splitter puller, splitter scissor, dan drafter ball joint splitter (fork). Ketiga macam tracker tersebut fungsinya adalah sama yaitu untuk memisahkan ball joint dari dudukanya.

B. SARAN

Seorang mekanik hendaknya memeperhatikan tentang penggunaan SST dan cara merawatnya karena SST tersebut tergolong peralatan yang mahal dan mempunyai fungsi yang penting berkaitan dengan kinerja mesin.
Dan hendaknya para helper mekanik juga mengetahui dan menerapkan perawatan serta penggunaan dari SST.
Dengan menggunakan SST, pekerjaan servis kendaraan di bengkel dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan efisien tanpa merusak bagian-bagian yang dikerjakan. Pemilihan SST dalam kerja servis kendaraan di bengkel sangat ditentukan oleh jenis kendaraan dan model serta spesifikasi kendaraannya. Jenis pekerjaan yang dimaksudkan adalah pekerjaan pembongkaran, pekerjaan perakitan, penyetelan, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

1. Daryanto.1988. Alat Perkakas Bengkel. Jakarta: PT Bina Akasara.
2. Maran Zevy D. 2008. Peralatan Bengkel Otomotif. Yogyakarta: Andi Publisher
3. Muharam Johny dkk. 2005. Penggunaan Dan Pemeliharaan Peralatan DanPerlengkapan Tempat Kerja. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

IDENTITAS

NAMA : Risky_Pastiguna
ALAMAT : jalan Hasanuddin, RT. 13, RW 04, Desa Donomulyo, Kecamtan Donomulyo
TEMPAT/TANGGAL LAHIR : Malang, 29 Agustus 1995
UMUR : 19 Tahun
JENIS KELAMIN : Laki-laki
NAMA IBU : Ibu pastiguna
NAMA AYAH : Bpk pastiguna
NOMOR TELEPON : 085204109909
EMAIL :[email protected]

MOTTO

Untuk mencapai kesuksesan, keberanian kamu harus lebih besar dari ketakutan kamu, kesuksesan selalu bersandingan dengan kegagalan

 

2 thoughts on “Contoh Laporan PSG Jurusan TKR Lengkap

Leave a Comment