Cabang olahraga atletik - Pernahkah kamu menyaksikan orang yang sedang melakukan lempar lembing? Atau pernahkah kamu menyaksikan lari etafet, atau lompat tinggi? Entah menyaksikan secara langsung maupun di TV? Semua jenis permainan olahraga tersebut adalah cabang dari olahraga yang disebut Atletik. Ya, atletik memang suatu cabang olahraga, di mana bentuk peragaan dasarnya meliputi lari, lompat, dan lempar. Berlari, melompat, dan melempar adalah kemampuan alamiah yang dimiliki manusia.
Kemampuan bergerak secara alami yang dimiliki manusia, meliputi berlari, melompat, dan melempar, pada mulanya merupakan gerakan yang berguna untuk mempertahankan hidup di masa purba.
Selanjutnya adalah orang-orang Mesir Purba, sekitar tahun 2.500 masehi yang pertamakali menjadikan aktifitas lari, lompat, dan melempar menjadi sebuah olahraga yang diperlobmakan. Lama kelamaan perlombaan-perlombaan tersebut menyebar dan dikenal oleh bangsa Asyiria Purba dan Babylonia Purba di Mesopotamia (1.000 SM).
Dan seiring berjalannya waktu, yaitu pada tahun 776 SM bangsa Yunani Purba, secara teratur mulai menyelenggarakan pekan olahraga yang di dalamnya memperlombakan lari, lompat, dan melempar.
Itulah awal mula olahraga Atletik terbentuk. Seiring olahraga Atletik semakin memasyarakat, terbentuklah perkumpulan-perkumpulan Atletik dalam bentuk organisasi resmi, seperti Athletich (Belanda), Leichit-athletik (Jerman), Trach and Field (Inggris dan Amerika) pertama kali diadakan oleh mahasiswa-mahasiswa daeri Exter Collage di Oxford, Inggris, pada tahun 1850 yang kemudian diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi lain, antara lain Universitas Cambridge.
Pada perkembangannya, olahraga atletik menjadi cabang olahraga yang popular di seluruh dunia. Atletik merupakan olahraga yang dilombakan dalam kejuaraan terbesar di dunia yang terkenal dengan Olimpiade. Bahkan pada saat olimpiade pertama kali diselenggarakan, atletik merupakan olahraga yang banyak dilombakan daripada cabang olahraga lainnya. Federasi yang menaungi atletik bernama IAAF (International Amateur Athletic Federation).
Cabang Olahraga Atletik

Di atas sedikit disebutkan cabang-cabang olahraga atletik. Sebagai bahan pengetahuan, berikut akan diulas lebih detail, cabang-cabang olaharaga atletik:
A. Nomor Lari
Nomor lari merupakan nomor yang disebut sebagai nonteknik, karena lari merupakan aktivitas alami yang relatif sederhana jika dibandingkan dengan nomor lompat tinggi galah atau nomor lotar martil. Pada nomor lari ditekankan pada kecepatan dan daya tahan menempuh jarak lintasan lari.
Nomro lari dalam cabang atletik memperlombakan jarak pendek yang dikenal dengan nomor lari sprint, nomor lari jarak menengah (mulai jarak 800 m, 1.500 m, 300 m), nomor lari jarak jauh (5.000 m dan 10.000 m), serta nomor lari marathon (42.195 km). Nomor-nomor tersebut diperlombakan untuk atlet yang tergolong kategori di atas junior. Untuk tingkat junior dan di bawahnya nomor perlombaan lebih disesuaikan lagi.
Tujuan dasar dalam semua nomor lari adalah untuk memaksimumkan kecepatan lari rata-rata dalam perlombaan. Untuk mencapai tujuan ini atlet harus fokus pada pencapaian dan mempertahankan kecepatan lari maksimal. Dalam nomor lari gawang fokusnya sama, yaitu dengan tambahan kebutuhan untuk melewati gawang dengan baik. Dalam nomor lari, prinsipnya yaitu mengoptimalkan penyebaran energy.
Dalam nomor lari estafet, semua tim berlari kecil (jog) berbanjar melingkari dua buah tanda. Pelari pertama tiap tim membawa sebuah tongkat. Pada suatu tanda yang disepakati, dia lari sprint menjauhi teman lain mengikuti jalur lintasan sampai mencapai pelari terakhir dari tim. Tongkat diberikan kepada pelari baru yang akan membawanya lari, dan seterusnya.
Ada juga nomor lari halang rintang. Lari halang rintang terdiri dari tiga unsur: pertama lari di antara rintangan, kedua lari melewati rintangan (bertolak/bertumpu, melewati, dan melompat/mendarat), dan ketiga berlari melewati bak rintangan air. Masing-masing dari kategori tersebut, mempunyai aturan dan tekniknya masing-masing.
B. Nomor Lompat
Nomor Lompat juga merupakan cabang Atletik yang sering diperlombakan. Nomor lompat terdiri dari lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, dan lompat tinggi galah. Adapun tujuan dari semua nomor lompat adalah memaksimalkan ukuran jarak capai atau tinggi lompatan. Dalam lompat jangkit, tentu saja tujuannya adalah untuk memaksimalkan jarak dari tiga lompatan yang berurutan sedangkan pada lompat tinggi galah, atlet dibantu dengan menggunakan sebuah galah.
Pertamakali melihat karakter dari keempat nomor lompat di atas, Nampak sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dari sudut pandang teknik, mulai dari nomor lompat jauh, lompat tinggi, dan lompat jangkit relatif sederhana. Sedangkan nomor lompat tinggi galah cenderung memerlukan teknik yang lebih rumit.
C. Nomor Lempar
Karkter dari setiap nomor lempar meliputi beberapa unsur, yaitu meliputi pertama, karakter peralatan yang digunakan (ukuran, berat, dan kualitas aerodinamika). Kedua, keterbatasan ruang (lingkaran tolak peluru, panjang jalur awalan lempar lembing, garis sektor lemparan). Ketiga, tuntutan teknik yang ditentukan oleh peraturan yang berengaruh kepada urutan gerak dan membuatnya unik.
Adapun tujuan dari semua nomor lempar yaitu untuk mengukur maksimal jarak tempuh alat. Di dalam nomor lempar, kategori yang diperlombakan berdasarkan alat yang digunakan yaitu meliputi lempar lembing, tolak peluru, lempar cakram, dan lontar martil. Semua itu masih masuk ke dalam kategori olahraga atletik. Dari setiap nomor lempar tersebut, teknik memainkannya berbeda satu sama lain.
Olahraga atletik amat sangat dikenal oleh masyarakat. Contohnya saja cabang atletik lari. Masyarakat di manapun banyak menyelenggarakan perlombaan lari marathon. Setiap penyelenggaraan perlombaan lari marathon, di manapun bisa dipastikan akan sangat meriah. Cabang atletik lainnya, seperti lari estafet juga tergolong sering dimainkan, misalnya saja oleh anak-anak sekolah pada jam olahraga.
Kita mengenal cabang atletik lainnya, seperti cabang dalam kategori lompat dan lempar. Di atas sudah kita bahas bersama. Kategori lompat meliputi lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, dan lompat tinggi galah. Sedangkan dalam kategori melempar terdapat lempar lembing, tolak peluru, lempar cakram, dan lontar martil.
Pada setiap kategori atau nomor di atas, untuk dapat memainkannya, perlu mempelajari serta berlatih teknik masing-masing permainan. Terlebih bagi kamu para calon atlet professional. Sebelum terjun mengikuti ajang perlombaan, kamu sangat perlu mengetahui teori-teori dari setiap cabang atletik. Pada pembahasan kali ini bukan untuk membahas teknik-teknik dari setiap cabang atletik, melainkan hanya sebatas pengenalan awal tentang cabang-cabang dari olah raga atletik.
Nah, setelah kamu mengetahui apa saja sih yang termasuk bagian dari cabang atletik? Tentu selanjutnya adalah, kamu menentukan tertarik kepada nomor atletik yang mana? Apakah kamu tertarik di nomor lari, nomor lompat, ataukah nomor lempar? Dan terdapat banyak pilihan.
Kamu bisa mendalami lempar lembing, lompat tinggi galah, ataupun yang lainnya. Yang anda perlukan adalah segera berlatih, mengikuti kelompok atletik maupun dengan cara lainnya.
Lari:
- Lari Sprint
- Lari jarak menengah dan jarak jauh
- Lari estafet
- Lari gawang
- Lari halang rintang
Lompat:
- Lompat jauh
- Lompat jangkit
- Lompat tinggi
- Lompat tinggi galah
Lempar:
- Lempar lembing
- Tolak peluru
- Lempar cakram
- Lontar martil